5 Lokasi Wisata Sejarah Di Kota Batam

Pada kesempatan ini kami akan membahas dan memberikan informasi beberapa wisata sejarah yang ada di Kota Batam. Yuk lihat sekarang tempat-tempat tersebut.
0
5 Lokasi Wisata Sejarah Di Kota Batam
0 (0%) 0 votes
Rumah Limas Potong , Batu Besar Kecamatan Nongsa

Sudah pernah ke Batam? Atau justru hanya mendengar namanya tapi belum pernah sekali pun menjejakkan kaki di sana? Ada rencana ke Batam? Kali ini Hello-PET akan membahas beberapa wisata sejarah yang ada di Kota Batam yang bisa kamu kunjungi pada saat kamu berkunjung ke Kota Batam. Berikut ini beberapa tempat sejarah yang ada di Kota Batam:

 

 

 

 

 

 

 

Makam Nong Isa – Nongsa Batam

 

Menurut catatan-catatan sejarah , Nong Isa atau juga disebut dengan Raja Isa bin Raja Ali merupakan salah satu penguasa yang pertama yang ada di Pulau Batam. Pada tahun sekitar 1829, beliau mendapatkan sebuah mandat dari Sultan Riau dan juga diberikan perintah oleh Muda Riau VI agar memerintah pada kawasan Nongsa dan juga wilayah sekitarnya. Surat mandat yang diberikan kepada Nong Isa tersebut dikeluarkan pada tanggal 22 Jumadil Akhir 1245 Hijriah ataupun juga bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1829. Tanggal ini ditetapkan untuk hari jadinya Kota Batam.

 

 

 

 

Pada kawasan komplek pemakaman Zuriyat Nong Isa ini berada di atas sebuah bukit kecil pada kawasan Kampung Nongsa Pantai, di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Nong Isa sendiri tidaklah dimakamkan di sana. Hanya saja anak- anak keturunan Nong Isa yang dimakamkan di sini. Makam Nong Isa hingga sekarang belum diketahui pasti di mana keberadaannya.

 

 

Untuk bisa ke komplek pemakaman kamu harus menaiki puluhan anak tangga. Tepat pada sebelum gerbang pintu makam, ada sebuah papan berisi keterangan menjelaskan bagaimana silsilah keluarga Nong Isa atau Raja Isa bin Raja Ali dari sekitar tahun 1700 hingga sekarang ini. Namun sayangnya papan keterangan tersebut sekarang sudah dimulai rusak, dan bahkan papan ini nyaris roboh. Pada tempat ini seharusnya ditambahkanlah satu buah papan yang berisi keterangan lagi yang banyak menjelaskan peran-peran dan juga kiprah Nong Isa pada saat memimpin Kota Batam pada masa lampau.

 

 

Komplek pemakam ini dikelilingi oleh beberapa hutan yang berukuran kecil, jadi kamu tidak usah takut atau bingung kalau misalnya pada saat kamu berziarah ke tempat ini kamu akan diawasi oleh beberapa monyet-monyet yang ada di atas pohon. Jangan terkejut kalau misalnya kamu sedang serius berdoa tetapi tiba-tiba ada yang melempar kamu dengan buah karet jatuh yang tepat pada bagian kepala kamu. Pada tempat ini memanglah sangat banyak beberapa pohon-pohon karet.

 

 

Nong Isa juga merupakan salah satu tempat masyarakat asli di Pulau Batam, berkat hasil kerja kerasnya dia bisa memajukan daerah Nongsa pada awal berdirinya Kota Batam. Nongsa juga dikenal dengan pelabuhan yang sangat banyak disinggahi oleh para pedagang yang sebelum mau menuju ke negara Singapura dan juga ke Semenanjung Malaysia.

 

 

Alamat lengkapnya pemakam Nong Isa ini berada pada Kampung Nongsa Pantai, di Kecamatan Nongsa.Jam operasional Makam Nong Isa – Nongsa ini buka setiap hari. Cara untuk menuju ke Makam Nong Isa – Nongsa bisa dengan menggunakan kendaraan-kendaraan pribadi apabila dari pusat kota Batam maka akan menghabiskan waktu hanya sekitar 40 menitan saja dalam perjalanan.

 

 

Jalan untuk bisa menuju ke area kawasan Makam Nong Isa – Nongsa
ini tidak ada lampu-lampu untuk penerangan, maka sebaiknya kamu datang Makam Nong Isa – Nongsa pada saat hari masih cukup terang seperti pagi hari atau juga bisa siang hari.
Makam ini juga tidak ada biaya masuk karena dibuka untuk umum.

 

 

 

 

 

Kampung Vietnam – Galang Batam

 

 

Tempat ini bekas tempat peninggalan para pengungsi Vietnam di Galang, terdapat sebuah kampung pengungsian, berisi foto-foto, kuburan, kapal serta ada juga benda-benda maupun peninggalan-peninggalan bersejarah yang lainnya. Untuk bisa mencapai ke kawasan Kamp Pengungsi Vietnam ini, kamu bisa menempuh perjalanan dengan memakai pribadi atau juga kendaraan cartereran seperti bis umum tetapi hanya bisa melewati jalur yang satu ini hanya 2 kali sehari.

 

 

 

 

Lokasi Kamp Vietnam – Galang kira sekitar 50 kilometer apabila dari pusat kota Batam, di Desa Sijantung, pada Pulau Galang Baru
Jam operasional ketika hari biasa, maka buka sekitar pukul.7:30 sampai  pukul16:30; apabila pada akhir pekan maka buka sekitar pukul7:30 sampai 17:00
Biaya masuk untuk masuk ke Kamp Vietnam – Galang sekitar Rp. 3.000 per-orang, sekitar Rp. 5.000 untuk 1 unit sepeda motor, sekitar Rp. 10.000 untuk satu unit mobil, sekitar Rp. 30.000 untuk 1 unit mini bus, sekitar Rp. 50.000 untuk 1 unit bus pariwisata

 

 

 

 

Fasilitas yang ada Kamp Vietnam – Galang ada mesjid, gereja, kantin, dan juga toilet umum.
Fasilitas umum berada paling dekat dengan Kamp Vietnam – Galang ada warung, dan juga toko-toko kecil.

 
Cara untuk biasa menuju ke tempat ini bisa dengan memakai kendaraan pribadi ataupun taksi yang akan menempuh waktu hanya sekitar 1 jam saja jika dari Batam Center. Apabila kamu memakai taksi ke Kamp Vietnam – Galang , pastikanlah kamu sudah memberitahukann pada sebelumnya bahwasanya kamu meminta agar ditunggu supaya perkiraan untuk biaya taksi tersebut.

 

 

 

 

Sebaiknya pada saat kamu mau menjelajahi kawasan sekitar kamp dengan memakai kendaraan bermotor, kamu harus berhati-hati dengan ada di tempat ini seperti monyet-monyet yang ada pada sepanjang jalan. Pada saat mengunjungi tempat ini kamu harus melepas sepatu ataupun sandal kamu sebelum kamu mau memasuki area vihara dan juga area masjid.

 

 

Dan juga dilarang untuk mengambil gambar pada saat berada di dalam vihara tersebut. Buat kunjungan-kunjungan kelompok ataupun mau menggunakan jasa seorang tour guide,maka kamu harus memberitahuan yang bersangkutan kurang lebih sekitar 1 minggu pada saat kedatangan kamu ke tempat ini.

 

 

 

 

 

 

 

Makam Temenggung Abdul Jamal – Pulau Bulang Lintang Batam

 

Pemakaman Temenggung Abdul Jamal ini berada pada Pulau Bulang Lintang yang merupakan salah satu tempat kekuasaan Temenggung pada zaman kerajaan Riau Lingga. Pada tempat ini juga terdapat sebua Museum Mini yang menggambarkan berbagai profil Temenggung Abdul Jamal pada masa hidupnya serta ada juga benda-benda bekas peninggalan-beliau, serta pada tempat ini juga terdapat beberapa makam-makam yang berasala dari keluarga Temenggung Abdul Jamal contohnya Raja Maimunah.

 

 

 

Untuk bisa menuju ke kawasan Makam Temenggung Abdul Jamal kamu harus melewati terlebih dahulu Pulau Bulang Lintang dengan memakai pancung yang berasal dari Pelabuhan Sagulung jika kamu hendak ke tempat ini kamu harus menempuhnya dengan memakai pancung dari kawsan Pelabuhan Sagulung dan jarak tempuhnya kurang lebih sekitar 20 menit saja.
Dan Tarif untuk sekali jalannya hanya sekitar Rp10.000 saja .

 

 

 

 

 

 

 

Rumah Limas Potong , Batu Besar Kecamatan Nongsa Batam

 

 

Rumah Limas Potong yang satu ini merupakan salah satu rumah tradisional khas Melayu klasik yang mempunyai bentuk seperti panggung yang digunakan untuk pondasinya. Dinding pada Rumah Limas Potong dibuat dari bahan papan kayu dengan warna kecoklatan, yang juga merupakan salah satu warna ciri khas masyarakat Melayu Riau.

 

 

Menurut informasinya, Rumah khas Melayu ini diberikan nama dengan Limas Potong karena memanglah pada bentuk bagian bangunannya seperti bentuk bangun Limas yang sudah terpotong. Jika kamu menelusuri ke area dalam rumah Rumah Limas Potong ini, maka pada bagian tengahnya Rumah Limas Potong ini kamu bisa menemukan satu pasang patung yang berada pada setiap sisi pada bagian depannya juga terdapat satu buah tempat tidur.

 

 

 

Limas Potong mempunyai tinggi hanya sekitar 1,5 meter jika dari bagian atas permukaan tanahnya. Pada dinding rumah ini tdibuat dari beberapa susunan-susunan papan yang berwarna coklan, sementara itu bagian atap Rumah Limas Potong berupa seng-seng yang warna merah. Kusen pada pintu, jendela, serta juga pilar-pilar anjungan bagian depan rumah ini dicat dengan menggunakan cat minyak dengan warna putih.

 

 

 

Lebih tepatnya letak Rumah Limas Potong ada pada RT 01/ RW 08 di Kampung Melayu Kecamatan Nongsa Kota Batam. Sangatlah mudah untuk bisa menggapai ke tempat ini, sebab hanya sekitar beberapa ratus meter saja jika dari Jalan utama atau arteri Batu Besar. Patokan jika ke tempat ini ialah keberadaan sebuah musala yang bernama Mushala Al Ikhlas. Bila kamu ke tempat ini dan juga sudah menemukan sebuah musala , maka kamu sudahlah sangat dekat ke lokasi yang kamu tuju, karena lokasi Rumah Limas Potong ini tepat berada pada bagian belakang musala ini.

 

 

 

Jembatan Barelang Batam

 

Jembatan Barelang ini merupakan salah satu nama yang sangat tidaklah asing lagi bagi masyarakat Kota Batam. Bukan cuma penduduk pada Pulau Batam, tetapi juga bagi para turis-turis lokal dan juga turis dari mancanegara. Lokasi tempat Jembatan Barelang ini hanya terletak kurang lebih sekitar 20 kilometer saja jika dari pusat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, di Indonesia.

 

 

 

 

Jembatan Barelang ini juga terdiri dari sekitar 6 buah jembatan yang saling menghubungkan buah pulau yang besar dan juga beberapa pulau-pulau yang berukuran kecil yang juga termasuk di Provinsi Kepulauan Riau. Nama Jembatan Barelang ini juga merupakan sebuah kepanjangan dari Batam Rempang dan juga Galang. Batam merupakan Kota, Rempang merupakan desa sedangkan Galang merupakan sebuah kecamatan.

 

 

Jembatan yang satu ini dibangun sekitar tahun 1992 dan juga selesai sekitar tahun 1998, pemrakarsa jembatan ini ialah Bapak B.J Habibie yang pada waktu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan juga Teknologi. Pembangunan jembatan yang satu ini menghabiskan biaya pembangunan sekitar Rp 400 miliar. Biaya yang digunakan memang tampak sangatlah sebanding apabila kita dilihat dari kemegahan dan juga sstruktur bangunan jembatan yang berdiri sangat kokoh hingga sampai sekarang ini.

 
Jembatan ini memilki panjang sekitar 2.264 meter. Jembatan ini juga terdiri dari sekitar enam rangkaian jembatan yang pada masing-masingnya juga diberikan nama dengan nama para raja yang pada saat itu pernah berkuasa ketika zaman Kerajaan Melayu Riau sekitar abad 15 hingga 18 Masehi.

 

 

 

 

 

 

Inilah beberapa tempat wisata sejarah yang bisa kamu kunjungi pada saat kamu jalan-jalan ke Kota Batam. Tempat-tempat sejarah ini mempunyai cerita sejarah masing-masing serta daya tarik dan juga keunikan tersendiri yang menjadikan tempat ini sangatlah unik. Pada tempat-tempat ini kamu juga bisa menambah wawasan sejarah kamu mengenai sejarah Kota Batam maka tidak ada salahnya jika kamu berkunjung kebeberapa tempat ini. Semoga informasi yang kami berikan bisa bermanfaat buat kamu.

 

Sumber : http://wisata-di-batam.blogspot.co.id/2013/08/tempat-tempat-wisata-sejarah-pulau-batam.html
Sumber : http://skpd.batamkota.go.id/pariwisata/objek-wisata-batam/wisata-sejarah/

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori