Wisata Sejarah Kesultanan Jogja, Pura Pakualaman

Wisata Jogja ada yang menawarkan sejarah mengenai Kesultanan Jogja. Nama tempat wisatanya adalah Pura Pakualaman. Simak ya ulasan mengenai tempat ini!
0
Wisata Sejarah Kesultanan Jogja, Pura Pakualaman
0 (0%) 0 votes
www.panoramio.com

Tempat wisata Pura Pakulaman tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kesultanan Jogja. Pendirian Pura Pakualaman berawal ketika Daendels diangkat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ini terjadi di tahun 1808—1811 M. Daendels di dalam mempertegas kekuasaannya mengangkat wakilnya di Kesultanan Jogja. Sultan Hamengku Buwono II menentangnya. Akibatnya, Daendels menurunkan Sultan HB II. Ia menjadikan putra mahkota sebagai raja baru. Gelarnya Sultan HB III. Sultan HB II yang turun tahta masih diperkenankan tinggal di keraton oleh Belanda.

 

Sejak 18 September 1811 M, kekuasaan Jawa jatuh ke tangan Inggris. Sultan HB II segera mengambil alih kembali kekuasaannya. Posisi Sultan HB III menjadi putra mahkota kembali. Gubernur Jenderal Inggris, Raffles, mengizinkan Sultan HB II kembali ke kekuasaannya. Dengan syarat pihak keraton mengakuinya. Persyaratan itu ditolak oleh Sultan HB II. Oleh karenanya, Keraton Yogyakarta diserbu tentara Inggris dan dikuasai. Sultan HB II diasingkan ke Ambon.

 

Putra mahkota menjadi Sultan HB III kembali. Pangeran Notokusumo dinobatkan sebagai Pangeran Merdika oleh Raffles karena jasa-jasanya terhadap Inggris. Dia pun mendapatkan gelar Kanjeng Paku Alaman. 17 Maret 1813, Kanjeng PA I dibantu pemerintah Inggris dalam membangun istana Pura Pakualaman. Tanah dan bantuan keuangan diberikan oleh pemerintah Inggris untuk keperluan Pakualaman.

 

 

Keistimewaan

 

Pura Pakualaman merupakan salah satu wisata budaya di Jogja. Istana Pakualaman berada di dalam satu kompleks. Luasnya 5,4 hektar. Area kompleks dikelilingi oleh pagar tembok yang tinggi. Pengunjung akan melewati Alun-alun Sewandana sebelum memasuki Istana Pakualaman. Di daerah ini banyak ditanami pohon beringin. Gerbang Alun-alun tempat ini disebut Wiworo Kusumo Winayang Reko. Artinya adalah keselamatan, keadilan, dan kebebasan. Setelah Alun-alun, ada fasad regol yang disebut dengan nama Regol Danawara.

 

Di bagian dalam Pura ada taman dan pendapa. Nama pendapanya Bangsal Utomo Sewotomo. Di teras pendapa ada gamelan yang bernama Kyai Kebogiro. Gamelan ini dimainkan setiap hari Minggu Pon. Di dalam pendapa ada Dalem Ageng Proboyekso. Tempat ini ada Bangsal Parangkarsa, kamar tidur, kamar pusaka, Bangsal Sewarengga, Gedung Maerakaca,dan Gedung Purwaretna.

 

Kompleks Pura Pakualaman terdapat perpustakaan dan juga museum. Kedua tempat ini memamerkan koleksi sejarah Pura Pakualaman. Ada koleksi kereta kuda juga di kompleks ini yang ditempatkan secara khusus.

 

 

Lokasi

 

Objek wisata Pura Pakualaman terletak di Jl. Sultan Agung. Jalan yang berada di Kecamatan Pakualaman.

 

Akses

 

Berkunjung ke tempat wisata Pura Pakualaman tidak terlalu sulit. Pura ini berada 2 km arah timur Kawasan Malioboro dan Keraton Jogja. Pura ini dekat dari Bandara Adisutjipto, Terminal Giwangan, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Tugu.

 

Dari Bandara Adisutjipto, wisatawan dapat menaiki Bus Trans-Jogja dengan trayek 1A atau 1B yang melewati daerah Kusumanegara dan Jalan Sultan Agung. Turun di Halte Bus Trans-Jogja yang berada di depan Pura Pakualaman. Anda tinggal jalan kaki 50 meter ke lokasi wisata Pura Pakualaman. Dari Terminal Giwangan dapat menaiki bus kota jalur 4 atau jalur 12 pun bisa yang trayeknya melewati Jalan Sultan Agung, dan lalu turun di depan Pura Pakualaman.

 

Dari Stasiun Lempuyangan, turis dapat menggunakan becak atau pun andong yang menuju Pura Pakualaman. Namun, bisa juga dengan menggunakan taksi. Dari Stasiun Tugu juga menggunakan becak atau pun andong.

 

 

Harga Tiket

Pelancong yang mengunjungi Pura Pakualaman tidak dikenai biaya. Tempat ini buka setiap hari, dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Museum Pakualaman buka pada Minggu, Selasa, dan Kamis, dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.30 WIB.

 

Fasilitas

 

Wisata di Pura Pakualaman akan membuat anda kagum karena tempat ini dilengkapi dengan stasiun Radio Star FM, alun-alun, masjid, kantor administrasi, pasar, istal (kandang kuda), kandang menjangan (rusa), dan kantor unit usaha keluarga besar Paku Alam.

 

 

 

Sumber : jogjatrip.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori