Arsitektur Wisata Religi Semarang yang Menawan

Wisata religi Semarang tidak hanya menawarkan kesegaran rohani saja. Namun, Anda bisa melihat keunikan arsitektur dari tempat-tempat wisata religinya.
0
Arsitektur Wisata Religi Semarang yang Menawan
0 (0%) 0 votes
http://birohumas.jatengprov.go.id/content/gereja-blenduk

Akhir pekan di ibukota Jawa Tengah bisa dijadikan saat refleksi diri, artinya Anda bisa melakukan wisata religi Semarang. Dengan melakukannya, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan kesegaran jiwa dan raga untuk memulai lagi hari yang sempurna.

Berwisata sambil berdoa, atau sekadar untuk melihat keindahan arsitekturnya. Anda bisa mendapatkan keduanya dengan sekali jalan. Mendekatkan diri kepada Tuhan dan menikmati suasana di sekitar lokasi wisata religi.

Berikut tempat wisata religi Semarang yang menawan dengan arsitektur-arsitekturnya:

 

Masjid Kauman Semarang

Siapa yang tidak kenal dengan Masjid Kauman Semarang. Masjid yang didirkan oleh Adipati Suradimanggala atau dikenal juga dengan Kiai Terboyo ini merupakan salah satu pesona wisata religi yang wajib Abda kunjungi saat berada di Semarang.

Dirancang oleh arsitek Belanda bernama Gakampiya, nilai arsitektur Masjid Besar Kauman dikenal memiliki konsep tektonika. Sebuah struktur bangunan berpenyangga dengan lima pilar yang menjadi ciri khas bangunan-bangunan pra Islam di tanah Jawa.

Rangkaian bangunan Masjid Kauman Semarang juga dikenal memiliki sistem dhingklik agar menopang pilar pilar balok kayu yang lebih kecil di bagian atas.

Baca juga: Tempat makan dengan pemandangan bagus di Semarang

 

 

 

 

Gereja Gereformeed

Salah satu tempat wisata religi yang wajib Anda perhatikan. Sebuah bangunan tua peninggalan zaman Belanda ini masih sangat terawat.

Sama seperti ciri khas gereja-gereja lainnya, Gereformeed memiliki desain yang tidak biasa. Terlihat kecil, namun bisa menampung hingga 4000 jemaat ketika beribadah. Atap dari Gereja ini juga unik, karena sangat bernuansa Jawa.

Saat pertama kali melihat Gereja ini, padangan mata akan mengarah pada bagian atapnya yang berbentuk berbentuk segitiga.  Selain itu, bentuk jendela dan ventilasinya terlihat  ramping, tinggi, tidak lebar dan besar seperti halnya Gereja lain.

Jika Anda memasuki  Gereja ini, maka interiornya pun terlihat klasik. Pada bagian dindingnya dilapisi dengan panil-panil kayu.

Selain untuk beribadah, gereja Gereformeed juga menjadi salah satu tempat wisata yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Semarang.

 

 

 

 

Masjid Agung Semarang

Satu lagi mesji keren yang ada di Semarang. Masjid Agung tidak hanya memiliki sentuhan rohani, namun juga nilai lebih pada sisi arsitekturnya. Melihat halaman depan, Anda deretan pilar yang melingkar yang berfungsi sebagai penyangga gerbang dan terlihat seperti Kolosseum Amfiteater yang ada di Roma Italia.

Gaya arsitektur Masjid Agung Jeteng merupakan campuran serasi antara Jawa, Islam, dan Yunani. Atap limasan mencerminkan gaya arsitektur khas Jawa. Sedangkan di bagian ujungnya berupa kubah berdiameter sekitar 20 meter, dikelilingi 4 menara masing masing setinggi 62 meter di setiap penjuru atapnya sebagai ciri khas bentuk bangunan masjid.

Selain itu di sebelah selatan masjid terdapat menara 99, yang bertinggi 99 meter, sebagai perwujudan  Asma Al-Husna atau 99 nama atau sifat Tuhan.

Baca juga: Tempat wisata yang wajib dikunjungi di Semarang

 

 

 

 

 

Klenteng Sampo Poo Kong

Secara umum, Klenteng ini hampir sama dengan klenteng lainnya yang didominasi warna merah. Begitu juga dengan Sam Poo Kong. Jadi, tentu saja  Anda akan melihat beberapa pohon yang berada di sekitar jalan masuknya juga berwarna merah.

Meskipun menjadi salah satu tempat wisata religi Semarang, Anda tidak bisa sembarangan mengunjunginya. Kini, Klenteng Samp Poo Kong dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah.

 

 

 

 

Gereja Katedral Semarang

Awalnya, Gereja Katedral Semarang merupakan kantor dinas kesehatan Belanda pada tahun 1927, atau dikenal juga dengan “Dienst voor Volkgezondheid”.

Secara arsitekturnya, gereja katedral ini agak berbeda dengan katedral yang mungkin sering Anda temukan. Tidak ada bangunan tinggi menjulang dengan gaya klasik Eropa, namun, sebuah bangunan sederhana yang bahkan terlihat bernuansa Jawa.

Pada bagian  puncak atapnya Gereja ini memiliki  menara lonceng berlapis logam. Seperti gereja pada umumnya terdapat sebuah lonceng yang akan dibunyikan pada jam-jam tertentu sebagai penanda bagi pemeluk iman Katolik untuk beribadah.
Saat Anda memasuki pelataran gereja, Anda akan menemukan tiga pintu masuk yang ada di sisi barat, selatan, dan utara. Tampak pintu daun berdaun ganda yang dilengkapi panel kayu tebal.

Meskipun terlihat kecil,namun  di dalam gereja ini terdapat komplek yang lengkap termasuk katedral inti, ruang pertemuan, dan sekolah yang terdiri dari SD Bernadus dan SMP Dominico Savio.

Khusus di malam hari Anda akan melihat keanggunan Gereja Katedral karena warna merah yang memancar dari salibnya.

Baca juga: Mengenal Jawa tengah dari Budaya dan Wisata

 

 

 

 

Pagoda Avalokitesvara

Tingginya menjulang hingga 45 meter dan pagoda ini dibangun hingga tujuh tingkat dan menjadikannya sebagai sebagai pagoda tertinggi di Indonesia.

Selain berlatar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya, terdapat juga dua gazebo besar yang terdapat di sisi kiri dan kanan.

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya menampilkan dekorasi yang menarik. Mulai dari aksesori, relief tangga dari batu (9 naga), kolam naga, hingga patung burung hong dan kilin.

Jika Anda masih belum mendapatkan jodoh, berkunjung ke Pagoda ini bisa menjadi salah satu pilihan solusi. Anda bisa berdo’a di patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan agar dimudahkan mendapatkan jodoh.

Sementara itu bagi yang sudah berkeluarga, namun belum dikaruniai keturunan, Anda bisa berdoa di patung Dewi yang membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan. Begitu pula dengan patung Dewi yang membawa anak laki-laki, Anda bisa berdo’a untuk memiliki anak laki-laki.

Selain untuk wisata religi Semarang yang menarik, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya juga cukup sering dijadikan tempat pelaksanaan foto pre wedding.

 

Vihara Mahavira Graha

Berkunjung ke Pantai Marina, tidak akan lengkap jika melihat keindahan Vihara Mahavira.

Selain sebagai tempat wisata religi di Semarang, Vihara ini memiliki arsitektur unik berupa enam lantai utama dan satu lantai bawah tanah. Semuanya menjadi satu filosofi dan fungsi bagi umat yang datang ke Vihara yaitu sebagai tempat ibadah, pendidikan, budaya, dan wisata.

Vihara ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan melakukan wisata religi seperti konsultasi rohani dengan para biksu dan mencari pencerahan jiwa.

Jika Anda ingin berkunjung ke Vihara, jangan lupa untuk menaati peraturan dan menjaga tata krama selama berada di dalam kompleknya ya!

Baca juga: Wisata kolam di Semarang

 

 

 

 

Klenteng Tay Kak Sie

Pengalaman berkunjung ke Semarang tidak akan lengkap tanpa mampir ke kawasan Pecinan. Di tempat ini terdapat sebuah klenteng yang bernama Tay Kak Sie.

Klenteng Tay Kak Sie juga kaya ornamen dan simbol-simbol yang berhubungan dengan Budha, Tao, dan Konfusianisme. Dari sisi arsitektur, Klenteng Tay Kak Sie merupakan klenteng yang menampilkan seni menarik dan memiliki ornamen maupun hiasan-hiasan unik.

Misalnya, atap klenteng berhiaskan sepasang naga sedang memperebutkan matahari. Naga ini dalam mitologi Tionghoa merupakan binatang yang melambangkan keadilan, kekuatan, dan penjaga barang-barang suci.
Jika Anda datang di saat yang tepat, klenteng ini biasanya mengadakan berbagai upacara keagamaan yang layak untuk diabadikan melalui jepretan kamera. Selain wisatawan dan masyarakat sekitar, upacara keagamaan yang dilangsungkan juga ikut menyita perhatian masyarakat dari luar kota Semarang hingga Mancanegara.

 

 

 

 

Gereja Blenduk

Jika Anda sedang berjalan-jalan di kota lama Semarang, maka terdapat sebuah bangunan yang berbeda dari bangunan yang ada di sekitarnya.

Ya! Gereja Blenduk yang bergaya neo-klasik ini bentuknya lebih mudah dikenali ketika Anda berkunjung ke sana. Hal ini dikarenakan secara vertikal, Gereja Blenduk akan terlihat tiga bagian.

Gereja  ini sangat kental dengan nuasan Belanda. Misalnya saja  nama awalnya adalah Nederlandsch Indische Kerk. Namun karena masyarakat Semarang saat itu sulit mengucapkannya, maka nama Gereja ini pun berubah menjadi Blenduk.

Ciri khas dari Gereja ini adalah karena atapnya menyerupai kubah berwarna merah. Hingga saat ini Gereja Blenduk  masih digunakan untuk ibadah pada Jemaat. Bagi Anda yang beragama Nasrani,  selain menikmati arsitekturnya yang unik, Anda juga bisa mengikuti ibadah di Gereja Blenduk.

Baca juga: Sehabis berwisata, jangan lupa bawa oleh-oleh khas Semarang

 

Sudah tahu sekarang akan mengunjungi wisata religi Semarang dengan siapa?

Hello Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori