Menyusuri 9 Lokasi Sejarah dan Wisata Religi Jakarta Utara

Wisata di Jakarta Utara tidak hanya Ancol. Masih banyak lagi tempat lain yang wajib dikunjungi. Salah satunya adalah tempat-tempat religi bersejarah.
0
Menyusuri 9 Lokasi Sejarah dan Wisata Religi Jakarta Utara
0 (0%) 0 votes
http://www.panoramio.com/photo/1637600

Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal yang berdiri berdampingan kerap menjadi simbol religi bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta. Namun, melangkah lebih jauh ke utara, Jakarta punya banyak tempat religi lainnya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya untuk beribadah, namun juga berwisata bahkan memberikabn banyak ilmu pengetahuan.

 

Kali ini Hello-Pet mengajak kamu untuk bergeser ke Jakarta Utara. Diantara penuh sesaknya aktifitas sehari-hari, hingga gedung-gedung pencakar langit yang terus bertambah, Jakarta Utara ternyata memiliki tempat wisata religi yang unik.

 

Baca juga: Tempat wisata yang tidak lekang oleh waktu di Jakarta

 

Apa saja wisata religi yang berlokasi di Jakarta Utara? Ikuti penelusuran Hello-Pet berikut ini:

 

Wisata Religi di Jakarta Islamic Centre

 

Awalnya kawasan ini merupakan salah satu tempat prostitusi yang dilegalkan pemerintah DKI Jakarta. Namun, di masa Gubernur Sutiyoso kawasan ini diubah menjadi tempat pusat kegamaan bagi umat muslim.

 

Namanya Jakarta Islamic Centre atau sering disingkat dengan sebutan JIC yang merupakan sebuah tempat pengembangan dan pembelajaran Islam. Terletak di Kramat Tunggak, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, JIC ini menjadi salah satu pilihan untuk berwisata religi di Jakarta Utara.

 

Tempatnya sangat luas dengan sebuah masjid yang terletak di tengah kawasan tersebut. Ditemani pohon-pohon yang berdiri tegak, tempat ini mememiliki kesejukan tersendiri.

 

Selain itu, kamu juga bisa menikmati berbagai macam pengetahuan tentang Islam di tempat ini. Karena di dalam JIC sendiri sudah dilengkapi dengan perpusatakaan untuk membaca sejarah-sejarah Islam.

 

Silakan datang ke  Jl. Kramat Jaya, Tugu, Koja, Jakarta Utara 14260

Telp. 021-441 3069

Fax. 021-4483 5349

Email: [email protected]

 

 

Wisata Ibadah Nasrani di Gereja Tugu Jakarta Utara

 

Di masa lalu, Portugal adalah salah satu bangsa yang lama menetap di Indonesia. Selain meninggalkan cerita sejarah, Portugal juga meninggalkan sebuah tempat yang layak dikunjungi sebagai wisata rohani, khususnya di Jakarta Utara. Tepat di Kampung Tugu, Jakarta Utara terdapat sebuah tempat wisata religi bernama Gereja Tugu.

 

Gereja ini dibangun pertama kali pada tahun 1740. Namun, bangunan dan Gereja Tugu mengalami kerusakan saat pemberontakan etnis Tionghoa. Akhirnya, pada tahun 1744, Gereja Tugu dibangun kembali dan selesai pada tahun 29 Juli 1747 dan diresmikan pada 27 Juli tahun 1748.

 

Di dalam Gereja masih terdapat beberapa peninggalan sejarah yang masih lengkap dan utuh sejak zaman Portugis. Beberapa di antaranya adalah piala yang digunakan untuk misa, mimbar hingga engsel pintu yang masih bertahan hingga kini.

 

Pemandangan lain yang bisa didapatkan dari Gereja Tugu adalah terdapatnya sebuah lonceng Gereja yang merupakan sisa-sisa peninggalan kaum Portugis dan masih tersimpan di samping Gereja.

 

Silakan berkunjung sekaligus beribadah ke Jalan Raya Tugu Semper Barat No.20, RT. 10/6, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Telepon: (021) 4403767

 

Baca juga: Begini serunya wisata di Jakarta

 

 

Wisata Sembahyang Di Vihara Bahtera Bakti Jakarta Utara

 

Wisata religi di Jakarta Utara tidak hanya didominiasi dengan kehadiran Masjid dan Gereja saja. Namun, terdapat pula sebuah vihara cantik yang bernama Bahtera Bakti.

 

Bertempat di Jalan Pantai Sanur 5 Ancol, vihara ini tampil dengan ciri khas warna merah dan pepohonan rindang di yang ada sekitar lingkungannya.

 

Sejarah mencatatkan bahwa Vihara ini ikut menjadi bagian dari cerita masuknya Islam ke Nusantara khususnya Pulau Jawa. Tepatnya pada abad ke 15, ketika kapal Laksamana Cheng Ho berlabuh di pelabuhan Sunda Kelapa.

 

Begitu memasuki bagian pintu gerbang kamu akan melihat sepasang naga berebut mustika di atas wuwungannya. Tepat dibawah patung naga terdapat lima lukisan dalam kotak segi empat yang menggambarkan lima elemen klasik Tionghoa, yaitu kayu, api, tanah, logam dan air.

 

Pada bagian kiri depan terdapat sebuah bangunan yang tampak masih baru berisi patung Buddha Empat Muka. Sementara itu di bagian sayap kiri terdapat Altar Buddha, dengan tiga patung serta relief Candi Borobudur.

Jika kamu berkunjung ke kawasan Ancol, tidak salah rasanya menyempatkan diri berkunjung ke Vihara Bahtera Bakti untuk menikmati nuansa religi yang ditawarkan oleh tempat Ibadah umat Buddha ini.

Silahkan berkunjung ke: Alamat: Jl. Pantai Sanur V, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

 

Baca juga: Tempat ngabuburit favorit di Jakarta

 

 

 

Wisata Religi Di Tanjung Priok Jakarta Utara

 

Jika kamu ingin mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, maka berkunjung ke Tanjung Priok adalah solusinya.  Satu Gereja bernama Masehi Injil Sangihe Talaud Mahanaim berdiri bersebelahan dengan sebuah Masjid bernama Al-Muqarrabien. Benar! Posisinya persis bersebelahan, dan hanya dibatasi satu tembok yang tidak terlalu tinggi.

 

Sejarah menceritakan dua tempat Ibadah ini dibangun oleh para pelaut yang singgah di Tanjung Priok. Gereja Masehi Injil Sangihe Talaud Mahanaim dibangun pada tahun 1957 oleh para pelaut-pelaut yang beragama Nasrani. Jelang satu tahun kemudian, pelaut-pelaut Muslim membangun Masjid Al-Muqarrabien.

 

Uniknya, Masjid Al-Muqarrabien bukan dibangun untuk menyangi Gereja yang sebelumnya sudah berdiri. Menurut cerita masyarakat di sekitar lokasi, Masjid Al-Muqarrabien dibangun sesuai dengan nama dan maknanya saling menghormati, dan bukan untuk saling bersaing tentang agama mana yang paling baik dan benar.

 

Hingga saat ini kedua tempat Ibadah ini sudah berdiri hingga 58 tahun, namun tidak pernah terjadi satu kalipun keributan yang membawa isu Agama. Begitu pun dengan masyarakatnya, tidak pernah terjadi perbedaan pendapat yang menjurus anarkis atau menghina satu sama lain dan cenderung hidup rukun dan damai.

 

Tentunya ini merupakan pilihan tepat bagi kamu yang ingin menikmati wisata religi dengan nuansa kedamaian dan memaparkan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas Indonesia.

 

Penasaran seperti apa? Berkunjung di akhir pekan rasanya layak untuk melihat kedamaian antara Gereja Masehi Injil Sangihe Talaud Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabien. Langsung saja menuju Jalan Enggano Tanjung Priok, Jakarta Utara ya!

 

 

 

Wisata Religi di Sekolah Buddha Tzu-Chi Jakarta UTara

 

Berjalan-jalan ke kawasan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, kamu akan bertemu dengan satu bangunan megah yang luar biasa.

 

Terlihat seperti kuil-kuil yang pernah terlihat di dalam film, ternyata bangunan megah tersebut adalah Tzu Chi School, sebuah sekolah Buddha. Meskipun bukan sebuah tempat Ibadah, namun kamu masih bisa menikmati suasana Buddha yang sangat kental di dalam sekolah ini.

 

Sekolah Tzu Chi sendiri terdiri dari dua bangunan utama yaitu Gedung TK yang terdiri dari 37 ruangan dan Gedung SD luas yang terdiri dari 115 ruangan.

 

Di dalamnya, Sekola Tzu-Chi menyediakan berbagai fasilitas belajar yang lengkap seperti kolam renang, ruang upacara minum teh, ruang merangkai bunga, ruang musik, Gym, Lab Komputer, Lab Science, Lab. Bahasa, perpustakaan, ruangan kelas yang dilengkapi dengan interactive white board, hingga internet gratis disediakan pihak sekolah.

 

Suasana sejuk juga santa terasa ketika kamu masuk ke dalam lingkungan sekolah. Disekelilingya terdapat banyak tanaman hijau untuk mendekatkan murid dengan alam serta memiliki open space bagi tempat bermain murid yang cukup luas.

 

Menariknya, siapa pun boleh bersekolah di tempat ini. Tidak ada batasan apakah kamu seorang Buddha atau pemeluk agama lainnya. Hal ini dikarenakan Sekolah Tzu-Chi mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan seperti sopan santun dan budi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu sekolah ini menjadikan empat sifat mulia yaitu “kasih sayang, belas kasih, sukacita, dan keikhlasan bersumbangsih” sebagai semboyan sekolah.

 

Jika ingin berkunjung ke Sekolah Buddha Tzu-Chi kamu bisa berkunjung ke alamat berikut ini

 

Jl. Kamal Raya No.20 Outer Ring Road, Cengkareng Timur, Jakarta Barat 11730. Indonesia.
Telpon : 021 – 543 97 565, 543 97 462, 543 65 972, 543 65 917
Fax : 021- 543 97 573
Website : www.sekolahtzuchi.com
e-mail : [email protected]

Baca juga: Wisata kuliner yang seru di Jakarta

 

 

 

Wisata Religi di Masjid Marunda Jakarta Utara

 

Berbagai macam kesimpulan sejarah mencatatkan, Masjid Marunda pertama kali dibangun Walisongo saat menempuh perjalanan dari Banten ke Jawa. Kisah lain mengungkapkan bahwa ternyata Masjid ini pertama kali bernama Al Alam.

 

Tidak hanya sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim, namun Masjid ini juga punya nilai sejarah yang tidak akan terlupakan.

 

Masjid Al Alam saat itu merupakan saksi bisu sebuah perang ketika prajurit Mataram pimpinan Bahurekso menyerang markas VOC yang kini menjadi gedung museum sejarah Jakarta. Tidak hanya itu, saat masa peperangan, banyak tokoh Betawi bersembunyi di Masjid ini untuk menghindar dari kejaran tentara Belanda.

 

Konon kabarnya, pasukan Belanda sangat kesulitan menangkap tokoh Betawi karena Masjid ini bisa menjadikan pejuang Indonesia untuk menghilang dalam sekejap.

 

Meski sejarah sudah berlalu, namun Masjid Marunda tetap menjaga ciri khasnya dari masa lalu. Arsitektur Masjid ini memiliki atap yang berbentuk joglo ditopang empat pilar bulat seperti kaki bidak catur.

 

Kemudian, di bagian kiri terdapat sebuah kolam yang digunakan untuk mencuci kaki sebelum masuk masjid. Begitu masuk ke dalamnya, kamu akan disuguhkan dengan sebuah tembok di ruang utama masjid dan hiasan jendela yang terdapat di ruang Imam. Sebuah desain yang masih tetap dijaga keasliannya.

 

Seiring perkembangan zaman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melindungi Masjid Marunda sebagai salah satu aset sejarah dan juga tempat sebagai wisata religi yang bisa dikunjungi masyarakat.

Kunjungi wisata religi Masjid Marunda di alamat Jl. Marunda RT.09 / RW.01, Cilincing, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

 

 

 

Wisata Religi Baru di Masjid Luar Batang Jakarta Utara

 

Mendengar kata Luar Batang, tentunya kita akan selalu membaca dan mendengar berita tentang polemik warga sekitar dengan Pemerintah Provinsi Jakarta.

 

Namun, terlepas dari polemik tersebut, Luar Batang menyimpan pesona wisata religi yang tidak kalah menarik. Di dalam lingkungannya terdapat sebuah Masjid yang bernama Luar Batang. Pemberian nama Masjid ini dikarenakan terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus yang wafat pada tanggal 24 Juni 1756.

 

Nah! Nama Masjid ini diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Berdasarkan cerita turun-temurun dari masyarakat sekitar, penamaan Luar Batang dikarenakan ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, jenazahnya tiba-tiba menghilang di “kurung batang”.

 

Akhirnya para jama’ah kala itu sepakat untuk memakamkan Habib Husein di sebuah Masjid yang kini bernama Luar Batang. Saat ini Masjid Luar Batang memang terlihat biasa-biasa saja, namun pada kenyataannya pemerintah DKI akan mmpercantik tempat ini dan menjadikannya sebagai salah satu lokasi wisata religi di Jakarta Utara.

 

Menarik untuk ditunggu apakah nantinya kawasan Luar Batang akan tampil cantik dan megah seperti halnya Jakarta Islamic Centre. Kunjungi Masajid Luar Batang di Jalan Luar Batang 5 No. 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

 

 

 

Wisata Ziarah di Evereld Ancol Jakarta Utara

 

Berwisata religi ke sebuah pemakaman? Kenapa tidak? Kamu bisa berkunjung ke salah satu pemakaman indah yang terletak di kawasan Ancol.

 

Evereld Ancol, sebuah tempat pemakaman bagi para pejuang Belanda dan Indonesia di masa lalu, kini menjadi salah satu tempat wisata religi yang wajib kamu kunjungi selama berada di Jakarta. Evereld artinya Pemakaman Tentara Perang Belanda.

 

Makam yang berada di Evereld Ancol tersusun rapi dan bersih, sejajar dengan permadani rumput hijau yang terbentang di sepanjangan pemakaman.

 

Uniknya, pemakaman ini tidak membeda-bedakan mana pejuang Belanda dan Indonesia. Semuanya menjadi satu bagian, cerita sejarah masa lalu peperangan.

 

Saat menelusuri pemakaman, kamu akan menemukan sebuah batang pohon tua yang sudah diawatkan dan terawat. Pada bagian batang tersebut, tertulis Hemelboom ”They shall not grow old as we that are left grow old, Age shall not weary them nor the years condemn, At the going down of the sun and in the morning, we shall remember them, we shall remember them.” (Antjol, 1942-1945)

 

Sebuah prasasti yang mengingatkan kita pada perjalanan para pejuang di masa lalu dan sebuah harapan baru untuk kebaikan di masa depan.

 

Pemakaman Evereld Ancol bisa kamu temukan di alamat Ancol, Pademangan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori