Mengunjungi 4 Wisata Religi Di Daerah Bogor

Mengunjungi tempat-tempat wisata, mungkin sudah menjadi hobi. Jika anda sedang mampir ke kota Bogor, jangan lupa untuk mengunjungi tempat wisata religi ini ya!
0
Mengunjungi 4 Wisata Religi Di Daerah Bogor
0 (0%) 0 votes
https://naskahkita.wordpress.com/eksotisme-klenteng-hok-tek-bio/

Bogor memang menjadi tujuan bagi sebagian orang Jakarta untuk melepas lelah. Selain lokasinya yang cukup dekat, Bogor juga memberikan suasana yang sejuk dan ramah untuk siapa pun yang mendatanginya. Tidak heran jika Bogor selalu menjadi tempat untuk berkunjung. Bukan hanya karena suasana yang sejuk, Bogor juga mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang sangat menggoda siapa saja untuk mendatanginya.

 

 

Kota yang mempunyai letak 60 km dari Jakarta ini selain mempunyai berbagai kuliner yang khas, ternyata kota Bogor ini juga mempunyai beberapa tempat ibadah yang sangat menarik untuk kita kunjungi. Berikut ini Hello-Pet akan membagikan beberapa tempat yang paling sering dijadikan untuk tujuan wisata religi di kota Bogor.

 

 

 

 

Masjid Raya Bogor

 

Untuk anda yang memang tinggal di Bogor atau sering mampir ke Bogor pasti sudah tidak asing dengan salah satu masjid yang paling terkenal di Bogor yaitu Masjid Raya Bogor. Lokasi masjid ini terletak pada jalan Raya Pajajaran No. 10, kota Bogor, hampir sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang dengan arah ke sebelah kiri dari pertigaan jika anda keluar dari tol Jagorawi. Lokasi ini juga sangat strategis, karena di samping dekat dengan pintu keluar di tol Jagorawi, masjid ini juga tepat berada di pinggir jalan serta pada pusat keramaian kota Bogor.

 

 

Menurut sejarah, masjid ini dibangun pada tahun 1970 serta selesai pada tahun 1979. Dan yang membuat masjid ini istimewa yakni dengan dilengkapi Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor yang terdapat pada depan samping kanan, dan juga terdapat perpustakaan umum yang berada pada serambi masjid. Walaupun kini perpustakaan yang terdapat di masjid ini terkesan kurang diperhatikan dengan baik, tetapi yang pasti masjid ini telah mempunyai inisiatif untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana yang paling penting untuk umatnya.

 

 

Dari catatan sejarah, yang membuat arsitektur gedung ini ialah FX Silaban, arsitek yang merupakan perancang Masjid Istiqlal Jakarta, dan juga Makam Raden Saleh yang terdapat pada kota Bogor. Tetapi, di tahun 2006, masjid ini mengalami perbaikan yang memakan waktu sangat lama hingga diresmikan kembali pada 16 Januari tahun 2013. Apabila anda ingin berkunjung ke sana pasti akan merasa puas sebab bisa menikmati kemewahan serta keindahan bagi sebuah rumah ibadah.

 

 

Desain di dalam masjid ini bisa dibilang cukup unik serta sangat menarik dengan menggunakan lampu-lampu kristal yang bergantung tepat di tengahnya. Dikarenakan juga total pembuatan masjid ini membutuhkan biaya kurang lebih 22 miliar, Masjid Raya Bogor kini telah mempunyai satu kubah yang besar serta dihimpit oleh dua kubah kecil, untuk menggantikan atap masjid tersebut yang dulunya hanya bergaya limasan dua tumpang.

 

 

Masjid Raya Bogor ini mempunyai luas sekitar 4.057 m2 boleh dikatakan ruang utamanya cukup luas, walaupun tidak dapat dibilang sangat besar. Tetapi di masjid ini mempunyai balkon pada sisi kiri dan kanan di atas ruang utama dengan sebuah penopang berwarna keemasan yang dapat menambah daya tampung masjid terbesar di kota Bogor ini. Langit-langit yang terdapat di bawah balkon ini dihiasi dengan ornamen-ornamen yang membentuk bintang segi delapan, serta juga lampu-lampu tanam. Selain itu, pada tembok dinding kiri serta kanan dan atas mihrab juga dilapisi dengan bahan semen fiber-glass yang sering disebut juga GRC Board, dengan hiasan kaligrafi huruf-huruf Arab yang diambil berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan juga ornamen-ornamen lengkung serta garis.

 

 

Pada atas lubang mihrab ada tulisan Arab yang berbunyi “Allah” dan juga “Muhammad” dengan terdapat dua baris kaligrafi mendatar pada atasnya, serta dihimpit oleh sepasang kaligrafi berbentuk melingkar pada kiri dan kanannya. Sedangkan tempat imam serta mimbar khatibnya menjadi satu yang dengan bagian atasnya berhias ukiran-ukiran yang menarik.

 

 

Dan satu hal yang dapat anda lihat yaitu pada keberadaan bangunan menaranya yang jaraknya terpisah cukup jauh dari bangunan utama masjid ini. Menara yang berdiri lumayan jauh dari bangunan utama masjid ini seperti terkesan sebuah bangunan mandiri, apabila tidak terdapat lorong yang menghubungkan antara kedua bangunan tersebut. Untuk bagian dasar menara sendiri berbentuk segi empat tiga tingkat, yakni dengan berukuran lebih kecil pada tingkat ketiga. Pada dasar tiang menara tersebut masih saja dengan bentuk segi empat, serta di atasnya baru menjadi segi enam dengan ukuran yang semakin ke atas maka semakin kecil serta berakhir kubah yang puncaknya tertancap tiang berhiaskan bulan bintang.

 

 

Selain  itu, masjid ini juga mempunyai Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor yang mempunyai bentuk sangat menarik. Dapat anda lihat pada majalah dinding yang terdapat di kanan dan kiri depan masjid yang merupakan berbagai aktivitas masjid, misalnya kajian Islam rutin serta temporer yang dapat diikuti oleh seluruh umat Islam di kota Bogor dan sekitarnya.

 

 

Untuk anda yang sedang berkunjung ke kota Bogor seharusnya bisa mampir sebentar di masjid yang mempunyai sejarah ini. Dan jangan lupa juga untuk dapat mengikuti shalat berjamaah pada saat waktu-waktu shalat serta tidak ada salahnya juga jika anda ingin mencoba berfoto pada tempat-tempat yang menarik di masjid ini dan sebagai bukti juga bahwa anda telah berkunjung di rumah ibadah kebanggaan masyarakat Bogor tersebut.

 

 

 

 

Gereja Zebaoth Bogor

 

 

Koningin Wilhelmina Kerk merupakan sebuah nama yang asing di telinga kita bahkan untuk masyarakat kota Bogor. Tetapi, jika anda menanyakan tentang Gereja Ayam maka anda akan dibawa ke suatu tempat. Dan jika anda mengikuti arahan yang telah diberikan tersebut, maka anda akan sampai di sebuah tempat ibadah yang bernama Gereja Zebaoth.

 

 

Pada awal abad yang ke 20, Indonesia memang sudah menjadi sebuah tujuan untuk berwisata dan juga untuk kunjungan dari bangsa-bangsa lain dari penjuru dunia.
Karena semakin meningkatnya orang-orang yang berkunjung ini, akhirnya membuat pemerintah kolonial Belanda pada saat itu, yang melihat kebutuhan terhadap sarana dan juga prasarana terus meningkat. Jadi salah satu kebutuhan yang dirasa perlu yakni masalah kebutuhan rohani.

 
Karena pada saat itu sarana untuk kebutuhan rohani hanya dapat dipenuhi dengan keberadaan beberapa kapel atau bisa dibilang gereja kecil yang tersebar. Dan pemakaiannya juga masih berbaur di antara pribumi serta juga kaum-kaum pendatang yang berkulit putih.
Dengan tujuan seperti itulah hingga pada tahun 1920, di bulan Januari, untuk meletakkan batu pertama pada sebuah gereja yang terdapat di dekat Istana Bogor pun dilakukan. Dan yang memulai pertama kali bangunan tempat ibadah ini yaitu J.P. Graaf Van Limburg Stirum, atau Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-61. Lokasinya pun sangat dekat dengan Istana Bogor, yang lebih tepatnya berada pada gerbang masuk istana yang terdapat di jalan juanda Bogor.

 
Setelah semua selesai pada tahun yang sama juga, akhirnya gereja ini diberi nama sebagai Koningin Wilhelmina Kerk atau bisa dibilang Gereja Ratu Wilhelmina. Yang merupakan ciri-ciri khas dari gereja ini yaitu sama halnya dengan gereja-gereja lain yang terdapat figuran ayam jantan bertengger pada atap menaranya.

 

 

 

 

Klenteng Hok Tek Bio Bogor

 

Klenteng Hok Tek Bio terletak di Jalan Suryakencana No.1, kota Bogor. Memang tempatnya tidak pas di pinggir jalan, oleh sebab itu tidak akan nampak oleh orang yang hanya melintas. Apabila jika mereka melihat ke samping kiri ketika akan melewati Jalan Suryakencana, pengunjung yang ingin masuk akan melalui sebuah gang yang lebar, khusus untuk menuju ke klenteng, yang hanya dapat dilintasi oleh dua kendaraan roda empat saja.

 

 

Ketika akan masuk sepasang patung batu singa akan menyambut kedatangan siapa pun yang berkunjung ke Klenteng Hok Tek Bio. Tepat pada kedua belah sisi patung tersebut terdapat dua bangunan kembar yang disediakan untuk membakar kertas. Sementara itu pada bagian plafonnya, ada dua buah lampion yang menggantung mengelilingi sisi-sisi papan yang beraksara mandarin.

 
Tidak hanya ornamen-ornamennya yang didominasi dengan warna merah dan juga emas tetapi di sekitar pintu masuk juga yang dapat menarik mata. Bila anda teliti dengan jeli, setiap yang berkunjung pasti akan melihat dekorasi-dekorasi atap yang sangat klasik dan juga khas. Akan nampak dua ekor naga hijau yang saling berhadapan serta mengarah pada sebuah mustika yang ada di tengah-tengahnya. Pada ujung bubungan terdapat hiasan yang berbentuk ikan dengan sulur-sulur bermotif teratai.

 
Tetapi kemeriahan ornamen yang berwarna-warni tersebut akan nampak sangat kontras dengan keadaan ruangan ibadah utama yang temaram. Serta arsitektur bangunan dan juga rumpun-rumpun bambu yang tertanam pada halaman membuat tidak banyak sinar matahari yang bisa masuk hingga ke dalam klenteng. Hasilnya, sumber penerangan yang utama hanya terdapat beberapa lampu redup serta cahaya lilin.

 

 
Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dapat menemukan klenteng ini. Letaknya juga cukup strategis, dari pintu tol jagorawi hanya memerlukan waktu kurang lebih sekitar hampir 10 sampai 15 menit saja. Apabila memakai mobil pribadi anda hanya tinggal belok ke kiri sebelum Tugu Kujang. Kemudian anda dapat lurus saja sampai memasuki lingkungan Pasar Bogor. Setelah itu beloklah ke kiri untuk memasuki jalan Suryakencana.

 

Apabila anda menaiki kendaraan umum maka pilihlah jurusan yang dapat melewati Pasar Bogor dan segera turunlah pada pintu utama Kebun Raya Bogor. Dan jika sudah sampai situ anda hanya tinggal menyeberang ke arah jalan Suryakencana, mungkin kira-kira 300 m, yang terdapat di sebelah kiri.

 

 

 

 

Masjid Al-Mustofa Bogor

 

Banyak dari kita yang tidak mengetahui jika di kota Bogor ini mempunyai bangunan-bangunan yang terdapat sejarah misalnya bangunan masjid yang telah berusia ratusan tahun.

 

 

Yaitu Masjid Al-Mustofa yang terdapat di sebuah gang kecil, yang berada di jalan ciremai ujung, di kampung bantar jati kaum, RT 04 RW 10 kelurahan bantarjati, kecamatan Bogor Utara. Masjid ini dapat dikatakan  tertua di kota Bogor sebab dibangun pada tahun 1728.

 

 

Awalnya masjid ini hanya seluas sekitar 11 x 35 meter, selain hanya terdapat kolam wudhu, pertama kali bangunan masjid ini masih memakai 5 kayu jati, tetapi pada saat ini sudah banyak yang mengalami perbaikan. Hingga luas bangunannya juga sudah diperbesar hingga menjadi sekitar 15 x 50 meter.

 

 

Selain bangunannya, ternyata mesjid ini juga menyimpan peninggalan sejaran lain, yakni Al Quran serta naskah khotbah salat Jumat yang ditulis tangan. Keduanya dibuat oleh Tubagus Al Mustofa Bakrie. Al Quran dan naskah khotbah salat Jumat ini kondisinya masih terawat dan disimpan di sebuah kotak kaca.

 

 

Masjid yang bisa dibilang tertua ini sudah banyak orang yang mengunjungi dari berbagai daerah maupun di luar daerah, baik itu dari dalam negeri hingga ke mancanegara. Masjid ini sudah diresmikan oleh pemerintah kota Bogor sebagai suatu cagar budaya pada tahun 2010. Berbagai kegiatan keagamaan pun masih selalu dilakukan, misalnya tadarus, pengajian serta kegiatan yang lainnya.

 

 

Sumber : http://bogor.tribunnews.com/ http://www.jalanjajanhemat.com/

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori