Pesona Wisata Malam di Kota Semarang

Berwisata malam hari di Semarang menawarkan pengalaman unik. Selain temaram lampu kota, Anda juga dapat nongkrong hingga keindahan gedung tua Semarang
0
Pesona Wisata Malam di Kota Semarang
0 (0%) 0 votes
https://olimpiadesosiologi.files.wordpress.com/2015/08/tugu-muda-21.jpg

Ingin menikmati wisata malam di kota Semarang? Tentu saja Anda bisa melakukannya. Beragam tempat wisata di kota Semarang kali ini akan ditampilkan tempat-tempat asik yang layak untuk dikunjungi.

Mulai dari berjalan-jalan, nongkrong, hingga mencicipi kuliner yang ada saat malam hari. Apa saja ya objek wisata malam di Semarang yang asyik dikunjungi? Berikut jawabannya:

 

 

Taman Tabanas

Ingin melihat gemerlap keindahan Semarang di malam hari? Anda bisa berkunjung ke taman Tabanas.

Masyarakat kota Semarang sering menyebutnya sebagai Semarang Atas. Karena letaknya yang lebih tinggi dari kota Semarang, maka waktu berkunjung yang tepat bisa dilakukan malam hari. Anda bisa melihat cahaya lampu kota Semarang di malam hari dari ketinggian.

Baca juga: Ini alasan kenapa Anda harus ke Semarang

 

 

 

 

simpang lima Semarang

Simpang lima merupakan salah satu tempat yang memberi ciri khas bagi kota Semarang. Letaknya di tengah-tengah persimpangan Jl. Pandanaran d Jl. A. Yani, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan.

 

Kini Simpang lima menjadi pusat keramaian di kota Semarang. Wisata malam di kota Semarang sembari melewati Simpang Lima akan membuat Anda menemukan tempat-tempat perbelanjaan hingga kuliner yang dijajakan penduduk.

Tidak hanya itu, Simpang lima juga sering menjadi tempat berlangsungnya acara musik maupun seni budaya, tempat rekreasi, bahkan sebagai pasar musiman.

 

 

 

Jembatan Mberok

Jembatan Mberok yang terletak di jalan pemuda Semarang konon merupakan pusat kota pada masa lalu. Kata Mberok sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, yaitu Burg (jembatan). Karena kebanyakan orang Jawa sulit untuk melafalkan bahasa Belanda maka kemudian lama-kelamaan kata Burg berubah menjadi Berok atau Mberok.

Lokasi Jembatan Mberok ini sangat strategis dan wisatawan dapat menuju ke mana saja dengan mudah dari jembatan mberok ini. Jembatan ini menjadi penghias sebuah sungai cukup bersih dan dapat memantulkan cahaya lampu kota di malam hari.

Di sekitarnya terdapat tugu nol kilometer, kantor pos dan Gedung Dipenda Jawa Tengah yang berada di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, Anda juga dapat melihat gedung-gedung tua peninggalam zaman Belanda yang masih terawat dengan baik.

Setelah selesai mengabiskan waktu berjalan-jalan di Jembatan Mberok, tidak salah ntuk mencicipi nasi goreng babat Pak Karmin yang selalu ramai dengan pengunjung.

 

 

Baca Juga: Ke Kolam Umbul Sodomukti Yuk!

 

 

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu adalah merupakan “kota tuanya” Semarang. Sebuah bangunan kuno dari zaman Belanda yang sudah berdiri pada tahun 1904.

 

Keunikan dari bangunan Lawang Sewu karena terdapat 429 buah pintu, dengan daun pintu lebih dari 1.200. Meskipun bangunannya terkesan menyeramkan, Lawang Sewu merupakan salah satu tujuan wisata malam yang seru di kota Semarang.

 

Ssstt, bagi Anda yang ingin uji nyali, Lawang Sewu pun kabarnya sering memberikan adrenalin dan sensasi berbeda saat dikunjungi.

Baca juga: Menjelajahi museum kereta api Ambawara, Semarang

 

 

 

 

Komplek Pecinan Semarang

Ingin berjalan-berjalan merasakan suasana Tiongkok di kota Semarang? Artinya Anda harus mengagendakan perjalanan liburan ke daerah Pecinan. Bahkan ketika waktu yang Anda miliki sangat terbatas di sini, sejenak pun sudah bisa membuat Anda terkesan.

 

Awal terbentuknya kawasan Pecinan ini disebabkan pemberontakan orang Tionghoa di daerah Batavia pada tahun 1740 kepada kompeni Belanda, namun berhasil digagalkan di tahun 1743. Akibatnya, Belanda merasa cemasdan takut terhadap kaum Tionghoa sehingga kemudian membuat Belanda memindahkan orang Tionghoa di Semarang yang dulunya tinggal di daerah Gedong Batu ke kawasan sekarang ini.

 

Warna dan nuansa Pecinan yang didominasi dengan warna merah, akan semakin Anda rasakan di malam hari, bercampur dengan lampu-lampu temaram kota Semarang. Selain dapat melihat 10 klenteng yang berdiri tegak di Pecinan, Anda dapat menikmati berbagai macam kuliner yang bisa disantap sembari melepas lelah setelah berjalan-jalan.

 

Kawasan ini masuk dalam daftar kawasan revitalisasi dan sudah dipertegas oleh Pemerintah kota Semarang melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota No 650/157 tanggal 28 Juni 2005 mengatur tentang Revitalisasi Kawasan Pecinan. Keputusan ini sekaligus sebagai penetapan pusat wisata budaya Tionghoa di kota Semarang.

 

 

Jalan Pahlawan Semarang

Menikmati wisata malam kota Semarang tidak lengkap tanpa melangkahkan kaki di jalan Pahlawan.

 

Salah satu jalan utama di kota Semarang ini tidak hanya padat di pagi hingga sore hari. Namun juga di malam hari. Mulai dari anak muda hingga dewasa berkumpul menikmati salah satu jalan terbesar di Semarang.

 

Jangan ragu menghabiskan waktu dengan berjalan kaki di sekitar Jalan Pahlawan, karena lebar trotoarnya sekitar satu meter. Selain berjalan-jalan Anda juga bisa “nongkrong” menggunakan pembatas taman sebagai tempat duduk.

 

Ketika sudah lelah menikmati wisata malam di jalan pahlawan, Anda dapat bersantai untuk menyantap beberapa kuliner Semarang yang tersedia di sana.

 

 

Baca Juga: Eloknya Budaya dan Sejarah Semarang

 

Tugu Muda Semarang

Sebuah kota akan selalu memiliki simbolnya sendiri. Begitu juga dengan Tugu Muda yang menjadi simbol dari kota Semarang. Lokasinya berdekatan dengan rumah dinas gubernur Jawa Tengah.

 

Pemerintah Kota Semarang pada 10 November 1950, membangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan. Monumen Tugu Muda ini diresmikan oleh Presiden Soekarno 20 Mei 1953. Tugu ini dibangun untuk mengenang perjuangan pemuda Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan melawan Jepang yang terkenal dengan peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang pada 14 hingga 18 Oktober 1945.

 

Bentuknya seperti lilin yang mengandung makna semangat juang ketika mempertahankan Indonesia dari serangan penjajah di masa lampau. Tugu ini dikelilingi taman yang indah dan bisa Anda nikmati keindahannya setiap saat.

 

Tentu saja ada air mancur, lampu-lampu warna putih dan kuning yang akan menambah kesan cantik simbol kota Semarang di malam hari.

 

Baca juga: Miniatur Jawa Tengah Bisa Ditemukan di tempat ini

 

 

 

 

Warung Soemawis Semarang

Cobalah berkunjung ke Pasar Semawis atau biasa disebut dengan Waroeng Semawis saat Anda ke Semarang. Lokasinya bearda di dekat kawasan Pecinan, Semarang.

 

Awalnya, warung semawis ini adalah Pasar Imlek Semawis yang digelar sebagai peringatan 600 tahun Laksamana Cheng Ho di Semarang pada tahun 2004. Setelah presiden RI saat itu, Abdurrahman Wahid, meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional, maka digelarlah acara di sana selama 3 hari jelang Hari Raya Imlek. Satu tahun kemudian, acara ini tak hanya digelar tahunan namun menjadi mingguan dengan sebutan Pasar Semawis, sebagai Pusat Jajan Semarangan.

 

Digelar di Gang Warung, Pecinan, Kota Semarang, setiap akhir pekan (hari Jumat – Minggu) dari pukul 18.00 – 23.00 WIB, tempat ini menjadi surga kuliner aneka menu dan menyajikan dengan konsep tenda. Aneka makanan dengan mudah kita jumpai di sini, termasuk menu masakan yang mengandung daging babi. Oleh sebab itu, sebelum membeli, tanyakanlah dahulu apakah menunya halal atau tidak.

 

Nah, sudahkah Anda merencanakan wisata malam di Semarang dalam waktu dekat?

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2016/06/15 04:28

Mau Punya Mobil / Rumah???
Silahkan Contact CS F-A-N-S*4D, CS Kami Memiliki Solusi Seputar Angka 4 Dimensi :D
Semua Masalah di Jamin Beresssss... !!!

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori