Wisata ke Jepang tapi Belum Pernah ke Wakayama? Jalan-Jalan ke Wakayama yuk!

Belum pernah dengar tentang Wakayama? Baca artikel ini dulu agar anda mengenal tentang prefektur yang satu ini sebelum pergi wisata ke Jepang
0
Wisata ke Jepang tapi Belum Pernah ke Wakayama? Jalan-Jalan ke Wakayama yuk!
0 (0%) 0 votes
http://travel.cnn.com/

Mungkin banyak yang akan bertanya-tanya di mana Wakayama itu berada dan mengapa harus merencanakan liburan ke daerah yang mungkin jarang terdengar di kalangan turis yang ingin wisata ke Jepang. Prefektur Wakayama terletak tidak jauh dari Osaka dan Kyoto, tetapi popularitasnya bisa dikatakan tertutupi oleh dua dari beberapa daerah yang terkenal sebagai tujuan wisata ke Jepang. Padahal Wakayama sesungguhnya mempunyai banyak kelebihan dan hal yang menarik untuk dijadikan sebagai tempat tujuan selama wisata ke Jepang. Contohnya seperti ramen terenak di Jepang, onsen  (pemandian air panas) di alam terbuka, festival api unggun yang sudah berumur lebih dari 1700 tahun, dan masih banyak lagi.

 

Penasaran dengan apa saja yang menarik di Wakayama? Berikut ini adalah 10 hal yang menjadi daya tarik dari prefektur Wakayama untuk dijadikan pilihan wisata ke Jepang.

 

1. Makan Ramen Terenak di Jepang

 

 

Seperti nasi goreng yang merupakan salah satu masakan kesukaan banyak orang di Indonesia, maka ramen bisa dikatakan sebagai salah satu makanan kesukaan banyak orang di Jepang. Bukan hal yang mengherankan kalau ada begitu banyak restoran khusus ramen di seluruh Jepang, bahkan ada salah satu restoran ramen di Tokyo yang mendapatkan penghargaan internasional. Tetapi restoran ramen terenak di seluruh Jepang sesungguhnya berada di Wakayama. Sejak ramen di toko Ide Shoten dinobatkan sebagai restoran ramen terenak di seluruh Jepang oleh sebuah acara televisi, toko ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para pencinta ramen lokal ataupun yang tengah wisata ke Jepang.

 

Apakah yang membuat ramen milik toko Ide Shoten ini terkenal? Jawabannya adalah rasa supnya yang cukup unik. Supnya sendiri terbuat dari kombinasi kaldu tulang babi dan shoyu seperti kebanyakan restoran ramen pada umumnya, tetapi diolah dengan metode yang sudah digunakan secara turun temurun selama lebih dari 30 tahun sehingga rasa supnya menjadi begitu kuat dan nikmat. Itu sebabnya paduan ramen dengan sup kaldu tulang babi dan shoyu ini membuat banyak orang ketagihan dan akan datang berkali-kali untuk menikmati ramen terenak di seluruh Jepang ini. Jadi tidak usah heran kalau melihat antrian panjang di toko yang tidak terlalu besar ini.

 

Alamat: 4-84 Tanaka Town, Wakayama City

Akses: Keluar dari stasiun JR Wakayama, lalu jalan terus sampai tiba di jalan Kokutai, lalu belok ke kiri. Lanjutkan perjalanan anda sampai tiba di jalan Sannen-zaka. Toko ramen Ide Shoten ada di daerah sebelah kiri dari jalan tersebut.

Jam Operasional: 11:30 AM -11:30 PM, tutup pada hari kamis.

Harga: 750 – 1000 yen

 

2. Belajar Cara Memotong Ikan Tuna

 

 

Bicara soal pasar ikan terkenal di Jepang, maka yang pertama teringat adalah pasar ikan Tsukiji di Tokyo. Walaupun tidak begitu dikenal di kalangan turis manca negara, tetapi Wakayama juga memiliki pasar ikan yang tidak kalah menarik dengan Tsukiji sebagai salah satu alternatif ketika wisata ke Jepang.

 

Pasar ikan Kuroshio-Ichiba setiap harinya mengadakan acara memotong ikan tuna secara langsung untuk para pengunjung yang datang. Tidak jauh dari Kuroshio-Ichiba, anda bisa mengunjungi Porto Europa, sebuah taman bermain dengan konsep khas benua Eropa. Sedangkan pasar ikan Katsuura yang terletak di daerah tenggara prefektur ini juga patut untuk dikunjungi karena lelang ikan tuna harian dan tempat ini juga terkenal karena pernah menjual ikan tuna terbesar di Jepang. Setelah menonton lelang tuna harian dari daerah pengunjung, anda bisa mencicipi beberapa sampel makanan seperti tuna tataki (daging ikan tuna yang dibakar sekilas agar bagian luarnya saja yang matang, tetapi bagian dalamnya tetap mentah), sushi atau sashimi di kota Katsuura.

 

Alamat: Pasar ikan Kuroshio-Ichiba berada di Marina City, 1527, Kemi, sedangkan Pasar ikan Katsuura berada di 7-8-2 Oaza Tsuikiji, Nachi-Katsuura Town, Higashimuro District.

Akses: Jika ingin ke pasar ikan Kuroshio-Ichiba, anda bisa naik shuttle bus dari stasiun JR Kainan dan langsung tiba di tujuan. Alternatif lainnya adalah menggunakan taksi dengan biaya sekitar 1300 yen. Jika ingin ke pasar ikan Katsuura, maka anda harus naik kereta jalur JR sampai ke stasiun Kii-Katsura, kemudian jalan kaki selama lima menit sampai ke tempat tujuan.

Jam Operasional: Pasar ikan Kuroshio-Ichiba buka setiap hari mulai 10 AM – 5 PM. Acara memotong tuna setiap harinya pada jam 11:00 AM, 12:30 PM dan 15:00 PM. Sedangkan pasar ikan Katsuura buka mulai jam 07:00 AM, dan libur pada hari sabtu atau sehari sebelum tanggal merah.

 

3. Berpetualang di Kumano Kodo

 

 

Kumano Kodo adalah rute pendakian gunung terbaik di Jepang, tetapi tidak diketahui oleh banyak orang, terutama turis mancanegara. Rute ini terdiri dari 7 buah rute perjalanan di daerah selatan prefektur Wakayama dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Pada awalnya, rute pendakian gunung ini merupakan rute untuk berziarah ke beberapa kuil terbesar di Jepang seperti Hongu Taisha, Nachi Taisha, Hayatama Taisha dan yang lainnya. Tetapi belakangan ini Kumano Kodo menjadi rute perjalanan yang mulai dikenal oleh para turis yang datang untuk wisata ke Jepang. Rute yang direkomendasikan bagi pemula biasanya dimulai dari stasiun JR Kii-Tanabe di kota Tanabe dan berakhir di Nachi Fall dekat stasiun JR Nachi. Rute ini dipenuhi dengan begitu banyak onsen, lembah dengan pemandangan yang cantic dan restoran yang menjual masakan Jepang yang tradisional.

 

Alamat: Tanabe city, Wakayama

Akses: Kota Tanabe bisa dicapai dengan menggunakan pesawat atau kereta. Di dekat kota Tanabe Nanki Shirahama Airport yang bisa menghubungkan anda dengan mudah ke Haneda Airport di Tokyo. Alternatif lain adalah menggunakan Tanabe kereta express Kuroshio dari Osaka atau dari kota Wakayama menuju stasiun JR Kii-Tanabe

 

(Baca juga: Liburan ke Jepang Dengan Pemandangan Yang Mencengangkan)

 

4. Memasak Telur Rebus di Dalam Onsen.

 

 

Makan telur rebus adalah hal yang biasa, tapi apakah anda pernah mencoba untuk merebus telur di dalam onsen? Di Jepang, merebus telur di dalam onsen adalah hal yang cukup umum. Bahkan ada yang menjadikan onsen tamago (sebutan untuk telur yang direbus di dalam onsen) sebagai oleh-oleh wisata ke Jepang. Jika kalian berkunjung ke prefektur Wakayama, maka kalian bisa mencoba untuk membuat onsen tamago sendiri di area Yunomine Onsen, sebuah onsen yang mendapatkan label sebagai cagar alam oleh UNESCO. Anda hanya perlu membeli telur atau sayuran di toko sekitar area tersebut, lalu merebusnya di dalam tempat yang sudah disediakan dengan gratis. Penduduk sekitar terkadang membeli air dari onsen untuk digunakan sebagai bahan masakan di rumah, sehingga anda tidak perlu khawatir dengan kebersihannya.

 

Akses: Untuk pergi ke Yunomine onsen, anda hanya perlu naik bus dari stasiun JR Kii-Tanabe atau stasiun JR Shingu

 

5. Menyaksikan Festival Nachi no Ogi

 

 

Tidak lengkap kalau wisata ke Jepang tanpa melihat fesival setempat. Festival Nachi no Ogi biasa diadakan pada bulan Juli dalam rangka menyambut kedatangan dewa yang katanya tinggal di dalam air terjun di gunung tersebut. Festival yang sudah berumur lebih dari 1700 tahun ini merupakan salah satu festival yang paling keramat di Jepang. Gunung Nachi merupakan rumah dari kuil Nachi Taisha dan air terjun dengan ketinggian sekitar 133 meter. Di sinilah tempat festival Nachi no Ogi itu diadakan. Selama prosesi berlangsung, banyak anak muda yang membawa 12 obor api raksasa dari kuil sampai ke air terjun sambil berteriak dengan penuh semangat. Setiap obor seberat 50 kilogram dan semua anak muda yang mengikuti prosesi tersebut harus membawa obor secara bergantian. Penduduk lokal biasanya duduk di dekat tangga untuk menyemangati para anak muda, sehingga turis yang ingin melihat festival dengan lebih jelas harus datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk melihatnya.

 

Alamat: Kumano Nachi Taisha Grand Shrine, Nachisan, Nachikatsuura Town, Wakayama Prefecture

Akses: Naik Kumano Kotsu bus dari stasiun JR Kii-Tanabe dengan lama perjalanan sekitar 20 menit.

 

6. Menginap di Dalam Kuil

 

 

Wakayama terkenal sebagai tempat untuk berziarah bagi para pemeluk agama Buddha karena begitu banyak kuil besar di daerah ini. Tahukah anda kalau sebagian dari kuil tersebut menyediakan jasa bagi para turis untuk menginap semalam di dalam kuil dan merasakan hidup seperti biksu? Gunung Koya yang merupakan daerah suci bagi pemeluk agama Buddha memiliki sekitar 52 kuil yang menyediakan jasa bagi para turis untuk menginap di dalam kuil. Fasilitas yang didapatkan adalah tempat untuk bermeditasi, merasakan masakan vegetarian khas para biksu, mengikuti ibadah di pagi hari dan mendapatkan pengalaman wisata ke Jepang yang tidak biasa. Tertarik? Langsung saja booking kuil tempat anda menginap dan jangan lupa pastikan jadwal kereta menuju gunung Koya ya.

 

Alamat: Koyasan, Wakayama

Akses: Gunakan kereta Koya Nankai Line dari stasiun Namba atau Shin-Imamiya, lalu turun di stasiun Gokurakubashi. Dari Gokurakubashi, ada kereta yang langsung menuju stasiun Koyasan (5 kereta sehari) atau anda bisa menggunakan kereta lainnya, tetapi harus turun di stasiun Hashimoto terlebih dahulu untuk berpindah ke kereta lain yang menuju stasiun Koyasan.

 

7. Mandi di Onsen di Alam Terbuka.

 

 

Prefektur Wakayama memiliki banyak onsen yang terletak di alam terbuka. Saki no Yu yang terletak di Shirahama, daerah selatan Wakayama ini merupakan onsen yang terletak di dekat tepi pantai. Sennin Buro yang terletak di Kawayu, daerah tenggara kota Wakayama merupakan onsen di alam terbuka yang paling besar di seluruh Jepang. Kota Katsuura juga memiliki onsen dengan pemandangan yang menarik seperti onsen yang menghadap langsung ke laut atau onsen di dalam sebuah gua, menjadikan wisata ke Jepang terasa lebih unik. Jika kalian merasa malu untuk mandi di dalam onsen, maka kalian bisa mencoba untuk menikmati makanan sambil merendam kaki dalam onsen mini di restoran Ashiyu-Yokocho di Shirahama

 

Akses: Dari Osaka, anda bisa naik kereta jalur JR dan turun di stasiun JR Kisei, lalu naik bus untuk tiba ke pusat kota Shirahama.

 

(Baca juga: Salah Satu Tempat Paling Romantis di Dunia Ada di Indonesia Lho!)

 

8. Bertemu Dengan Kucing Kepala Stasiun

 

 

Para pencinta kucing mungkin pernah mendengar cerita tentang kucing yang menjadi kepala suatu stasiun di Jepang. Kucing itu bernama Tama dan merupakan kepala stasiun Kishi di Wakayama. Berkat keberadaan Tama, stasiun Kishi menjadi ramai dengan turis yang ingin bertemu dengan sang kepala stasiun sehingga stasiun ini tidak jadi berhenti beroperasi. Sayangnya Tama sudah tiada dan kini posisi Tama sebagai kepala stasiun digantikan oleh penerusnya yang bernama Nitama, yang tentu saja juga seekor kucing manis dan menggemaskan seperti Tama lho.

 

Akses: Naik kereta dari stasiun Wakayama dan turun di stasiun Kishi dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

 

9. Mengunjungi Kastil Wakayama

 

 

Ingin menginap di sebuah hotel yang memiliki pemandangan menarik? Banyak hotel di sekitar kastil Wakayama yang menyediakan kamar khusus yang menghadap ke arah kastil tersebut sehingga anda bisa mengambil foto kastil Wakayama dengan tamannya yang luas dan indah kapanpun sesuka anda. Tentunya jangan lupa untuk memastikan dengan hotel tersebut agar tidak kehabisan kamar ketika ingin memesannya. Kastil Wakayama sendiri menyelenggarakan pameran tentang sejarah kota Wakayama. Biaya masuk untuk melihat pameran tersebut sekitar 150 yen, tetapi anda bisa berjalan-jalan di dalam taman kastil tanpa harus membayar uang masuk sedikitpun.

 

Alamat: Kastil Wakayama terletak di 3 Ichibancho, Wakayama

Akses: Dari stasiun Wakayama, naik bus selama 15 menit dan turun di halte Koen-Mae.

Jam Operasional: 09:00 AM – 17:30 PM

 

10. Makan Buah-Buahan yang Segar dan Enak.

 

 

Ingin makan buah-buahan yang enak langsung dari tempat penghasilnya sewaktu wisata ke Jepang, maka Wakayama punya banyak buah-buahan yang segar dan enak, baik itu membeli langsung di pertokoan atau mencoba untuk memetik buah langsung dari pohonnya. Prefektur yang menyebut dirinya sebagai kerajaan buah ini memiliki jenis jeruk mandarin terenak di seluruh dunia. Jeruk Arida yang namanya diambil dari daerah tempat jeruk ini dikembangkan memiliki keseimbangan rasa manis dan asam yang pas. Rasa jeruk ini begitu enak dan menyegarkan sehingga sering dijadikan sebagai hidangan pencuci mulut.

 

Selain jeruk, Wakayama juga terkenal akan stroberi, anggur dan kesemek. Jika anda berkunjung ke Minabe, maka anda bisa berkunjung ke ladang pohon ume (Aprikot khas Jepang) di Minabe Ume Grove yang memiliki pemandangan yang sangat indah ketika pohon ume dipenuhi dengan bunga yang mekar dengan sempurna pada musimnya. Jika anda suka dengan alkohol, maka anda bisa mencicipi alkohol yang terbuat dari buah ume juga lho.

 

Alamat: Minabe Ume Grove berada di Oshine, Minabe Town, Hidaka District

Akses: Dari stasiun JR Minabe, naik Kanbai bus dan turun di halte Minabe Bairin, lalu jalan kaki selama lima menit sampai tiba di Minabe Ume Grove

Jam Operasional: 08:00 AM – 17:00 PM selama akhir Januari sampai pertengahan Maret jika ingin melihat bunga yang sedang mekar.

 

Source: CNN

 

Hello Comment 1Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori