Wisata di Jakarta Nggak Lengkap Kalau Belum Makan Ini!

Banyak tempat untuk wisata di Jakarta, tapi jalan-jalan belum lengkap tanpa kuliner, dan Jakarta Pusat dapat menjadi pilihan buat merasakan sejarah kota Jakarta
0
Wisata di Jakarta Nggak Lengkap Kalau Belum Makan Ini!
0 (0%) 0 votes
Wisata di Jakarta-header

“Hmm, wisata di Jakarta, ngapain sih?” mungkin kamu suka bertanya-tanya. Walau Jakarta itu sumpek karena berperan sebagai pusat pemerintahan negara Republik Indonesia dan sentral ekonomi, Daerah Khusus Ibukota ini memiliki banyak objek wisata. Mulai dari berbagai museum seperti Museum Bahari yang bertema kelautan hingga Museum Bank Indonesia, tempat hiburan keluarga seperti Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, Dunia Fantasi, dan Kebun Binatang Ragunan, serta monumen-monumen bersejarah seperti Tugu Monas dan Taman Makan Pahlawan.

 

Selain monumen, ada pula lokasi lain yang juga telah menapakkan kakinya di sejarah kota Jakarta ini lho! Apaan sih memang? Ya apalagi selain roda penggerak utama penduduk kota metropolitan: rumah makan! Tempat-tempat makan berikut ini telah melihat asam-garam kehidupan ibukota Jakarta, dengan gaya penyajian jajanan yang klasik dan khas daerah, tentunya dapat menjadi menjadi pelengkap dalam kegiatanmu ketika berwisata di Jakarta.

 

 

 

Mie Ayam Gondangdia

 

Salah satu jajanan yang paling populer di Jakarta adalah mie ayam, dan rumah makan mie ayam paling legendaris adalah Mie Ayam Gondangia, yang didirikan oleh Toe Wah Seng sejak tahun 1968.

 

Terletak di salah satu kawasan elit Jakarta, tempat ini biasa disebut Godila atau Gondangdia Lama sesuai nama jalan sebelum berganti nama menjadi Jalan R.P. Soeroso. Namun belum lama ini, tepatnya Desember 2014 lalu, Mie Ayam Gondangdia terlahap si jago merah, dan akhirnya pindah ke Cikini.

 

Kedai legendaris ini menyajikan mie ayam lembut nan kenyal dengan kuah kaldu gurih. Menu populernya, seporsi mie ayam bakso dengan pangsit goreng, sudah bisa dinikmati dengan mengeluarkan Rp28.000. Kelezatan mie ayam ini juga menarik para pesohor Tanah Air, seperti Alyssa Soebandono, Limbad, Ruhut Sitompul, dan Tantri ‘Kotak’. Semenjak berdiri hingga saat ini tidak banyak yang berubah, mereka hanya menambahkan ruang ber-AC dengan kapasitas kurang lebih 36 orang untuk menampung para pengunjung yang menyerbu tiap kali jam makan setiap harinya.

 

Alamat: Jalan Cikini IV No.12A, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Nomor telepon: 021-31926765, @MieGondangdia (Twitter)

Jam operasional: Setiap hari, jam 9 pagi hingga 10:30 malam.

 

 

 

Gado-Gado Bonbin

 

 

Awalnya, warung gado-gado ini pertama kali hanya jualan es cendol dan gado-gado pada tahun 1960 di dekat kebun binatang di Cikini yang dibangun Belanda sejak 1864 tapi kemudian dipindah ke Ragunan pada pertengahan 1960. Tapi bukan karena itu jadi dinamai “Gado-Gado Bonbin”  lho, tapi karena nama jalan di depan tempat ini dulunya adalah Jalan Bonbin III. Sekarang nama jalan itu jadi Jalan Cikini IV Nomor 5.

 

Berumur panjang, tentunya banyak yang menjadi pelanggan setia gado-gado ini. Dan pastinya ada juga public figure yang doyan nongkrong di tempat bersejarah macam ini, salah satunya adalah bekas Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng; Abdurrahman Wahid alias Gus Dur; dan Taufik Kiemas, yang bahkan tidak dapat tempat duduk ketika mau merayakan terpilihnya beliau sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 2009.

 

Untuk menciptakan rasa masakan yang konsisten dari jaman ke jaman, pemiliknya, Hadi Lingga Wijaya sendiri lah yang meracik bumbu kacang, merebus sayuran, dan membuat lontong. Kacang tanah yang disangrai, bukan digoreng pun menghasilkan tekstur bumbu kacang yang lembut. Rahasia lainnya adalah paduan bumbu asinan dan sambal kacang sehingga ada rasa manis dan sebersit rasa asam di gado-gadonya. Sepiring gado-gado dijual dengan harga Rp23.000, dan tambah Rp2.000 lagi kalau pingin pakai nasi atau lontong. Walaupun terkenal karena gado-gadonya, tempat wisata kuliner ini juga punya asinan lokio dan lobak seharga Rp28.000 yang rasanya nggak kalah maknyus!

 

Alamat: Jl. Cikini IV No.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Nomor telepon: 021-3141539

Jam operasional: Setiap hari, jam 10 pagi hingga 5 sore.

 

 

 

Soto Betawi H. Ma’ruf

 

Bisnis soto Betawi ini dirintis oleh pria Betawi tulen bernama (siapa lagi tentunya) Haji Ma’ruf bin Said pada tahun 1940-an. Dulu beliau menjajakan soto dengan cara dipikul berkeliling kampung. Namun Ma’ruf sempat berhenti berdagang ketika tentara Jepang menduduki Indonesia dan perang berkecamuk. Bisnis sotonya baru kembali berjalan pada tahun 1946.

 

Tak lama, warung soto Betawi pertamanya pun berdiri dekat Kantor Imigrasi, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Sempat pindah beberapa kali, akhirnya tempat jajanan legendaris ini menetap di Taman Ismail Marzuki hingga sekarang. Sekarang, keluarga Haji Ma’ruf setiap harinya mampu menjual hingga 200 porsi soto, bahkan sempat diekspor ke Belanda dan Jerman. Orang-orang elit seperti keluarga Cendana, Gus Dur, Megawati pun menjadi jajaran pelanggannya. Jokowi dan Jusuf Kala pun sempat bersantap siang di rumah makan soto Betawi yang bersahaja itu.

 

Meski sudah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka, hingga kini rasa soto Betawi yang khas tersebut masih sama lezat. Salah satu pembedanya adalah mereka masih tetap memakai santan walau sekarang banyak yang memakai susu sebagai penggantinya. Kuahnya yang kental dan gurih itu pun selalu dilengkapi dengan isian daging dan jeroan yang digoreng garing. Kamu bisa menikmati soto Betawi ini dengan merogoh kocek sekitar Rp38.000.

 

Alamat: Komplek Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330

Nomor telepon: 021-3148817

Jam operasional: Setiap hari, jam 9 pagi hingga 8:30 malam.

 

 

 

Es Krim Ragusa

 

Nah kalau sudah puas makan berat, kamu bisa langsung melipir ke tempat yang satu ini buat nyicipin makanan penutup manis nan lembut: es krim! Memang bukan makanan tradisional Jakarta, tapi esensi rumah makan restoran sangat menggambarkan asimilasi berbagai budaya, dalam dan luar negeri, yang kental terjadi di ibukota negara. Lagipula, anak-anak pasti senang makan yang manis-manis dan dingin, sehingga cocok sekali buat destinasi kuliner liburan keluarga!

 

Sudah berdiri sejak tahun 1932, toko Es Krim Ragusa yang berlokasi dekat Masjid Istiqlal ini dibangun oleh dua orang berkebangsaan Itali bernama Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Mereka awalnya datang ke Indonesia hanya untuk belajar jahit menjahit, namun setelah lulus dan pergi ke Bandung, kedua Ragusa itu bertemu dengan seorang pemilik peternakan sapi dan dari situ lah mereka memutuskan untuk menjajakan es krim.

 

Harganya variatif dan cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 sampai Rp30.000, lengkap dengan berbagai varian rasa, mulai dari rasa vanila, coklat, stroberi, durian, coklat kacang, dan sebagainya. Hingga kini beberapa menu klasik seperti tutti frutti, banana split, dan spaghetti ice cream masih terus diburu oleh para pelanggannya.

 

Alamat: No.12, Jl. Veteran No.1A, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Nomor telepon: 021-3849123

Jam operasional: Setiap hari, jam 10 pagi hingga 10:30 malam.

 

 

 

Bakoel Koffie

 

 

Yang satu ini adalah pilihan tepat buat yang kurang suka makan berat atau mau duduk-duduk santai melepas penat sambil menyeruput segelas kopi saja!

 

Dikisahkan warung kopi ini bermula dari sebuah warung nasi di tahun 1870-an. Antik sekali ya! Pemilik warung tersebut, Liauw Tek Siong, diberikan biji kopi (yang pada masa Belanda merupakan komoditas kaum elit) diberikan biji kopi segar oleh penyedia bahan makanan warung tersebut. Setelah warung nasinya tutup, dia pun beralih profesi dan membuka kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Tek Sun Ho. Baru lah pada tahun 2001, generasi keempat keluarga ini menggganti nama kedainya menjadi “Bakoel Koffie.”

 

Kini, Bakoel Koffie yang berpusat di Bintaro Sektor 3, telah memiliki cabang di Jalan Cikini Raya, La Piazza Mall Kelapa Gading, Jalan Senopati Raya, dan Bintaro Sektor 7. Walau keaslian rasa kopi terus dijaga, Bakol Koffie mengikuti perkembangan dengan tidak hanya menjual kopi klasik original tetapi juga ragam kopi campuran seperti vocado frost dan mochamo, sehingga membuat pengunjungnya betah nongkrong berlama-lama. Kamu bisa menikmati seduhan kopi segar di kedai tersebut dengan menyiapkan kocek mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000.

 

Alamat : Jalan Cikini Raya No. 25, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Nomor telepon: 021-736 90051, www.bakoelkoffie.com (website)

Jam operasional: Setiap hari, jam 9 pagi hingga 10 malam.

 

 

Sedap sedap sekali ya, hmmm sangat menggugah selera makan! Tapi masih ada banyak lagi lho lokasi wisata kuliner Jakarta. Nggak cuma rumah makan bersejarah saja yang wajib dikunjungi, tapi ada banyak juga tempat-tempat nongkrong anak muda. Tungguin terus tulisan soal kuliner Jakarta dan Indonesia lain di Hello-Pet.com!

 

Sumber: detik.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori