8 Lokasi Wisata Alam Ubud, Damainya Merasuk Jiwa

Punya rencana wisata ke Ubud? Selain menikmati kulinernya, Ubud juga terkenal dengan keindahan alam yang membuatnya jadi destinasi wisata alam terbaik.
0
8 Lokasi Wisata Alam Ubud, Damainya Merasuk Jiwa
0 (0%) 0 votes
Campuhan Ridge Walk

Di Ubud memang kamu nggak bakal bisa berjemur di pantai atau surfing, tapi tempat wisata ini sama sekali nggak boleh dilewatin kalo kamu lagi mampir wisata ke Pulau Dewata. Turis mancanegara pun dibuat kagum sama keindahan alam ubud dengan persawahannya yang luas, pemandangan alam yang apik, juga ketenangan dari asrinya  lingkungan Ubud yang masih terjaga kelestariannya.

 

 

Pun, tempat ini makin kondang loh sejak dibuat shooting salah satu film Hollywood. Banyak juga turis yang jatuh cinta dengan Ubud sampai nggak mau balik lagi dan menetap di sana. Bahkan beberapa galeri museum pelukis ternama juga bisa kamu temukan di Ubud. Jadi, kamu mau alasan apa lagi sampai ngelewatin Ubud waktu di Bali? Duh, jangan sampai deh, rugi besar tuh namanya!

 

 

Nah buat kamu yang demen banget sama wisata alam, Hello-pet udah ngerangkumin pilihan wisata alam yang mesti kamu kunjungin. Cek satu-satu nih yang ada di bawah ini.

 

 

 

Monkey Forest Ubud

 

 

Monkey Forest Ubudvia: http://wandering.world/how-to-survive-monkey-forest-in-ubud/

 

 

Objek wisata pertama yanga ada di daftar ini ialah Monkey Forest yang termasuk di hutan lindung. Termasuk salah satu yang paling terkenal dibandingkan objek wisata lain. Meski banyak monyet, tempat ini sangat disakralkan oleh masyarakat di sana karena di dalamnya terdapat pura.

 

 

Pokoknya waktu kamu liburan ke Ubud, kamu harus mampir deh ke sini. Di sini kamu bakalan ngerasain oleh udara sejuk bebas polusi di area yang asri dan banyak ditumbuhi pepohonan hijau nan tinggi. Adapun waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung ke sini ialah pada pukul 14.00, saat di mana monyet-monyet  sudah cukup kenyang dan tidak  terlalu agresif waktu melihat makanan.

 

 

Alamat/Akses:  Jl. Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, Bali 80571 (0361) 971304

 

Ada beberapa akses pintu yang bisa digunakan untuk mencapai Monkey Forest, selain gerbang utama, para turis dapat melalui pintu belakang atau Gate 3. Pintu satu ini ialah jalan buntu dari Desa Nyuh Kuning, pedesaan yang terkanal sangat cantik dan menjadi daya tarik wisata lainnya di Ubud. Bagi pengguna kendaraan motor roda dua, kamu bisa mencapai Monkey Forest lewat jalan kecil yang menghubungkan Nyuh Kuning ke jalan utama Monkey Forest di mana kamu bisa menemukan pintu masuk utamanya.

 

Jam buka: 08- 30 -18.00, tutup hari Kamis.

 

Tiket:

  • Dewasa : Rp40.000 per orang.
  • Anak (3 – 12 tahun) : Rp30.000 per anak.
  • Parkir tersedia tanpa dikenakan biaya.

 

 

Baca juga: 7 Wisata Alam Manado Ini Menjamin Bikin Bapermu Hilang

 

 

 

 

Ubud Rice Field Trekking Authentic Bali

 

 

 

 

Wisata satu ini cocok buat kamu yang suka kegiatan menantang, berjiwa petualang, dan kepengen wisata di Bali yang nggak mainstream. Tur ini bakal jadi primadona buat kamu.

 

 

Trekkin Authentic Bali menawarkan 8 trek yang berbeda untuk semua level mulai dari yang pemula sampai yang ekstrim. Area trek ini ada di kawasan Ubud dengan lama waktu tempuh 30 menit hingga 2,5 jam perjalanan darat berjalan kaki atau berkendara mobil.

 

 

Para peserta tur akan diajak menyusuri tepian sawah, sungai, saluran irigasi desa, hutan, dan desa-desa di Ubud. Mereka juga bisa menikmati persona budaya Bali dari sudut yang tidak biasa. Dan nggak usah takut kecapekan, soalnya tur ini bakal nyesuaiin sama kemampuan fisik pesertanya.

 

 

Kontak : http://authentikbali.com/ atau Bali Trekking

 

 

 

Ayung River Rafting Ubud

 

 

 

 

Demen berarung jeram? Kalau begitu kamu harus nyoba rafting di sini! Sungai Ayung yang terletak di Ubud, Bali, ini cocok banget buat rafter pemula atau rafter lain yang ingin merasakan sensasi arung jeram sambil menikmati pemandangan indah di seklilingnya tanpa harus menghadapi bahaya.

 

 

Di arena arung jeram ini para rafter akan dimanjakan panorama pepohonan hijau yang asri, hamparan persawahan, juga daerah perbukitan yang menyejukkan mata. Selain itu, di tengah-tengah jalur para wisatawan bisa mengamati mahakarya seniman Bali yang mengukir relief Ramayana pada tebingan batu.

 

 

Alamat/Akses:

 

Untuk menjangkau lokasi wisata sungai Ayung diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan darat menggunakan mobil/motor dari Bandara International Ngurah Rai Bali. Lokasinya sendiri sangat mudah di akses oleh wisatawan baik jika mereka tengah mengikuti tour Bali utara maupun dari tempat wisata lain seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, atau Legian.

 

 

 

Teras Sawah Tegalalang Ubud

 

 

 

 

Jika kamu ingin menikmati hijaunya persawahan Bali yang bertingkat-tingkat, kamu harus datang ke sini. Pemandangan di Teras Sawah Tegalalang membuat tempat ini termasuk ke salah satu daya tarik wisata Ubud yang nggak boleh dilewatkan begitu saja oleh para wisatawan.

 

 

Desa yang masih terjaga keasriannya ini juga merupakan salah satu obyek wisata Ubud yang sangat digemari traveler yang punya hobi fotografi karena keindahan bentang alamnya. Komplek persawahan ini juga jadi daya tarik banyak wisatan mancanegara. Dan yang membuatnya berbeda dari sawah lainnya ialah karena sawah di Desa Tegalalang tersebut berbentuk terasering yang ditata dan disusun dengan apik.

 

 

Buat menikmati suasana dan pemandangan sawah terasering ini pun mudah saja, kamu cuma perlu singgah di salah satu warung atau restoran yang banyak terdapat di sekitar sana.

 

 

Alamat/Akses:

 

Lokasi wisata ini dapat dicapai dengan motor maupun mobil selama kurang lebih 1 sampai 1.5 jam perjalanan dari Kota Denpasar atau 15 sampai 20 menit saja dari Ubud. Disarankan bagi para wisatawan untuk bermalam di Hotel atau Villa yang berada disekitar Ubud agar bisa lebih leluasa menikmati pesona suasana desa dan persawahan Tegallalang.

 

 

 

Air Terjun Tegenungan Kemenuh Bali

 

 

 

 

Air terjun Tegenungan ini punya air yang jernih kecuali saat musim hujan. Tapi, misalkan kalian main ke sana waktu musim hujan pun kamu nggak usah khawatir selain karena di Bali terdapat banyak air terjun lain, kamu bisa melakukan kegiatan lain di Air Terjun Tegenungan. Kamu bisa duduk santai di atas batu buat menikmati suasana air terjun sambil melihat dan mendengarkan bunyi gemuruh air, kamu bisa mandi, main air, atau foto-foto  buat dokumentasi pengalaman wisata kamu di sana. Nah buat kamu yang pede dan punya selera wisata yang memacu adrenalin, kamu bisa coba terjun dari puncak air mancur. Tapi, karen kegiatan itu bisa membahayakan dan karena tidak adanya lifeguard di area itu, kegiatan itu tidak disarankan.

 

 

Alamat/Akses:

 

Dengan jarak tempuh sekitar 30 km dari Denpasar, kamu butuh kira-kira 50 menit perjalanan jalur darat menggunakan kendaraan bermotor.

 

 

Untuk patokan, kalau kamu datang dari Sukawati atau Batuan, ambil arah kanan (arah pusat kota Gianyar) sampai kamu menemukan Patung Bayi Sakah. Setelah patung itu kamu bisa menemukan traffic light (TL) pertama.

 

 

Setelahnya ke arah kanan, di situ kamu akan menjumpai penanda jalan yang menunjukkan arah Air Terjun Tegunungan. Kemudian tak jauh dari situ (1.5 km) kiri jalan akan terlihat gapura menuju lokasi air terjun. Masuklah ke dalam gapura, sekitar 500 meter dari sana kamu sudah bisa melihat langsung Air Terjun Tegunungan.

 

 

Tiket Masuk:

 

Dewasa: Rp4.000,- dan anak-anak: Rp2.000,,-

 

 

 

 

 

Bukit Campuhan Ubud

 

 

 

 

Datanglah ke sini dan kamu akan disuguhi pemandangan bukit ilalang yang indah. Tempat wisata ini juga diapit oleh 2 anak sungai yang menciptakan panorama bentang alam lembah dan rimbun pepohonan tropis, terlihat pula sekumpulan pohon nyiur dan hamparan persawahan yang menyejukkan mata.

 

 

Tempat ini jauh dari hiruk pikuk tempat wisata yang ramai, cocok buat para turis yang ingin melewatkan waktunya dengan santai dan tenang sembari menikmati panorama alam. Kamu bisa ngelihat langsung pedalaman Bali yang belum terlalu terjamah, butik-butik kontemporer, dan juga kediaman tradisional penduduk Bali. Total rute ini berjarak 9 km, menyusuri lembah subur dari Sungai Wos, dan sawah hijau yang menyajikan panorama pemandangan Gunung Agung dengan jelas.

 

 

 

Bukit Campuhan Ubud sendiri terletak di daerah suci Pura Gunung Lebah, hal itu membuat siapapun yang berkunjung ke daerah tersebut, terutama pasangan muda-mudi, untuk tetep menjaga etika dan kesantunan karena mereka memasuki daerah suci yang disakralkan oleh warga sekitar. Jangan lupa juga kalau menjaga kebersihan serta buang sampah pada tempat yang sudah disediakan itu wajib di sini, soalnya di Bukit Campuhan nggak ada petugas kebersihan yang selalu menjaga tempat tersebut.

 

 

Selain dikenal dengan nama Bukit Campuhan Ubud, bukit tersebut juga disebut Bukit Gunung Lebah, Bukit Cinta dan oleh wisatawan asing lebih termahsyur dengan nama Campuhan Ridge Walk. Banyaknya nama untuk menyebut objek wisata ini mungkin karena sampai saat artikel ini ditulis tidak ada papan nama resmi yang dipasang di salah satu objek wisata andalan Ubud ini. Tidak ada biaya yang wajib dibayar jika turis mau menikmati suasana bukit. Tapi kalo kamu kepengen tracking pake sepeda kayuh, kamu bisa menyewanya dengan mudah di Ubud, dengan biaya sewa kurang lebih Rp20.000,-.

 

 

Alamat/Akses:

Jalan Raya Ubud No. 35, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

 

 

Cukup mudah dan terhitung masih dekat jika memulai perjalanan dari Ubud Central. Jalur yang tersedia menuju lokasi tempat wisata alam Campuhan Ridge Walk Ubud Bali bisa dijangkau melalui Jalan Raya Ubud atau dari Jalan Raya Sebali.

 

 

Turis yang berangkat dari Kuta membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, pergilah menuju pusat kota Ubud, sesampainya di sana kalian cuma perlu 5 menit sampai ke jalan utama di arah Barat. Setelahnya carilah Hotel Ibah yang terletak di kanan jalan (sebelum jembatan sungai Campuhan), lalu arahkan kendaraan kalian menuju Hotel Ibah (tanya satpam Hotel kalau bingung) setelahnya berbeloklah ke arah kiri ke jalan turunan yang akan mengantar turis ke lahan parkir di halaman sekolah SMK.

 

 

Parkirkan kendaraanmu di lahan yang sudah disediakan, dari tempat parkir kalian sudah bisa melihart pura Gunung Lebah yang dibangun di atas sungai Campuhan, kira-kira 10 meter sebelah kanan pura tersebut kamu bisa menjumpai akses masuk menuju ke objek wisata Bukit Campuhan Ubud. Akses ini merupakan satu-satunya akses menuju ke tempat wisata alam itu, kamu bisa memilih mau jalan-jalan di sana dengan kakimu sendiri atau menggunakan sepeda kayuh.

 

 

Baca juga: Wow! Wisata Pantai Bali Ini Bikin Mata Tak Berkedip!

 

 

 

Desa Petulu Ubud

 

 

 

 

Desa Petulu di Ubud ini terkenal sebagai desa dimana burung kokokan (semacam bangau putih) bersarang. Karena desa ini entah bagaimana menjadi habitat burung kokokan, desa tersebut juga sering dikenal dengan sebutan Desa Kokoan. Di Desa Petulu terdapat ratusan burung kokokan yang berterbangan atas desa dan selalu bertengger di reranting pepohonan yang terdapat di sepanjang jalan desa.

 

 

Setiap harinya ratusan burung itu datang ke kawasan wisata Desa Petulu pada bulan November hingga Maret untuk membangun sarang, bertelur, serta mengerami telur dan ditetaskan di sana. Di bulan April, anak-anak burung kokokan sudah bisa terbang dari sarangnya maisng-masing untuk mencari makan sendiri pada siang hari. Secara rutin juga mereka bakal kembali ke sarang setiap pukul 6 sore.

 

 

Keelokan alam serta pemandangan ratusan burung Kokoan di wisata Desa Petulu bisa kamu nikmati sejak masuk ke kawasan Desa Petulu. Jangan khawatir kelaparan karena sekarang di desa itu sudah terdapat warung di daerah persawahan. Jadi kalau kamu makan di sana, nggak cuma bisa lihat burung kokoan juga tapi kamu juga bisa melihat hamparan sawah yang menawan.

 

 

Alamat/Akses:

 

Akses paling mudah untuk bisa menjangkau Desa Petulu ialah lewat Kota Ubud. Dari Ubud ke lokasi desa ini hanya berjarak sekitar 6 km. Dari Jalan Raya Ubud, setelah kantor Bank BCA, kamu akan menjumpai pertigaaan. Ambil arah kanan (kalau kamu dari arah timur) dan kamu cuma perlu ikuti saja jalan tersebut. Jalan itu akan membuatmu melewati Desa Junjungan dengan lahan sawahnya yang luas. Banyak dibangun hotel dan villa di sekitar sawah Desa Junjungan. Setelah melewati Desa Junjungan, kamu bakal menjumpai pertigaan lagi.  Nah di pertigaan itu ikuti saja rambu-rambu yang ditulisi “Welcome to Petulu Village, Place & Nested of Herons.” Terakhir, belok kanan sejauh 600 meter dan kamu sudah sampai di Desa Petulu.

 

 

 

 

Nyuh Kuning Village Ubud

 

 

 

 

Nyuh Kuning Village ialah salah satu desa wisata di daerah Ubud, Bali. Di sini para turis akan melihat kehidupan asli masyarakat lokal Bali. Walau desa ini agak susah dijangkau, tempat ini punya lokasi yang cukup strategis karena terletak tepat di belakang spot wisata Monkey Forest. Di sekitar desa ini juga bisa ditemui beberapa hotel & resort yang didesain dengan kearifan lokal setempat sehingga tak merusak ciri khas keunikan desa wisata satu ini. Contohnya Alam Shanti, Villa Sonia, dan Ubud Wana Resort.

 

 

Banyak dari wisatawan yang berkunjung atau menginap akan memakai sepeda dan juga motor untuk bisa menikmati keindahan alam di kawasan desa wisata Nyuh Kuning. Tiap jalan dan gang yang dilewati akan memberikan atmosfer Bali yang kental dengan hiasan umbul-umbul serta desain bangunan yang khas. Penduduk setempat yang tinggal di sekitar lokasi wisata di Ubud ini juga sangat ramah ke para wisatawan sekaligus menjunjung tinggi budaya mereka. Pula karena Nyuh Kuning terletak tepat di belakang Monkey Forest Ubud, di sana kadang para wisatawan akan mendapati monyet yang berkeliaran di jalan desa. Hal itu turut memberi keunikan dan warna tersendiri di desa Nyuh Kuning.

 

 

Alamat/Akses:

 

Jl. Raya Nyuh Kuning No.6, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571, Indonesia.

 

Sekitar 1.5 jam perlajanan darat dengan mobil dari Bandara Ngurah Rai. Dari bandara juga kamu bisa menyewa mobil dengan biaya Rp250.000,- atau menyewa sepeda motor dengan tarif sewa mulai dari harga Rp45.000,- / hari.

 

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori