Warga Palangkaraya Sudah 2 Bulan Tak Lihat Matahari

0
Warga Palangkaraya Sudah 2 Bulan Tak Lihat Matahari
0 (0%) 0 votes
Kabut asap berwarna kuning di Palangkaraya

Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah di Kalimantan yang paling banyak terkena dampak bencana kabut asap yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kualitas udara di daerah tersebut sudah sangat jauh menurun dan menjadi berbahaya untuk dihirup. Bahkan, jarak pandang pun sempat hanya 10 meter saja.

 

Warga Palangkaraya pun sangat mengeluhkan kabut asap yang tak kunjung hilang itu. Bahkan, mereka mengaku sudah hampir dua bulan tidak bisa melihat matahari, karena pekatnya kabut asap di daerah tersebut. Kondisi paling parah terjadi pada Sabtu (26/9/2015) lalu, di mana kabut asap pun sudah tak putih lagi, melainkan berwarna kuning, dan jarak pandang hanya 10 meter.

 

“Kita dikepung asap dari kanan kiri, karena posisinya di tengah. Asap begitu pekat, bahkan sudah hampir dua bulan ini gak lihat matahari. Kemarin (Sabtu) parah banget, terus sempat mati lampu. Gelap sekali, sampai bernapas pun susah. Asap itu sudah sampai masuk rumah. Lampu memang bisa nyala, tapi kayak berkabut. Pohon-pohon warnanya jadi hijau kekuning-kuningan, karena asap,” ungkap salah seorang warga Palangkaraya, Wulan, dilansir Detik.com, Minggu (27/9/2015).

 

Akibat bencana kabut asap sejak dua bulan terakhir itu, aktivitas dan kesehatan semua warga pun terganggu. Bahkan, suplai makanan juga sempat berkurang, karena distribusinya terhambat oleh kabut asap. Meski begitu, menurut Wulan kabut asap sudah mulai berkurang. Dari sebelumnya jarak pandang hanya 10 meter, sekarang sudah mencapai 30 meter. Meski begitu, tetap saja polusi udara yang terjadi itu sangat mengganggu.Apalagi, indikator Partikulat Matter di Palangkaraya masih menunjukkan angka 1452,98. “Hari ini asap berkurang, tapi masih tebal,” kata Wulan lagi.

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori