TNI AU Medan Tak Bisa Berkelit Dari Bukti Kekerasan di CCTV

Terlihat, seorang lelaki paruh baya yang mengenakan celana hitam dan peci putih yang diduga tukang adzan ditarik keluar dari halaman masjid layaknya kucing.
0
TNI AU Medan Tak Bisa Berkelit Dari Bukti Kekerasan di CCTV
0 (0%) 0 votes
aksi-oknum-tni-au-di-sari-rejo-medan

Kebohongan tak bisa ditutupi, begitulah istilah yang pantas diberikan kepada anggota personel TNI AU. Usai Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo, Mayor Sus Jhoni Tarigan mengatakan bahwa personel TNI AU tidak melakukan pemukulan terhadap warga yang berdemo. Kini muncul rekaman CCTV yang membantah pernyataan Tarigan.

 

“Tidak ada pemukulan. Anggota kami tidak ada memukul apa pun,” kata Jhoni.

Source: nasional.republika.co.id

 

Dalam rekaman CCTV berdurasi 1 jam 24 menit 54 detik itu, puluhan anggota TNI AU tertangkap kamera tengah melakukan pemukulan secara sadis kepada warga. Terlihat, seorang lelaki paruh baya yang mengenakan celana hitam dan peci putih yang diduga tukang adzan ditarik keluar dari halaman masjid layaknya seekor kucing.

 

 

Dimenit berikutnya, dari video terlihat sekelompok anggota TNI AU dengan tongkat panjang beramai-ramai mengepung dan memukul tubuh seorang warga secara membabi buta. Tak hanya pukulan, tendangan di beberapa tubuh hingga kepala pun menghujani lelaki nahas itu. Beruntung pria itu pun selamat setelah berusaha masuk ke dalam area masjid.

 

Selain warga yang berdemo, aksi anarkis personel TNI AU juga menimpa beberapa wartawan yang sedang meliput jalannya demo. Salah satu wartawan yang dianiaya, Array Argus mengatakan dirinya dianiaya saat ia sedang mewawancarai seorang ibu yang anaknya disekap oleh oknum TNI AU.

 

“Sekitar pukul 4 sore tadi (kemarin), aku lagi wawancara dengan ibu-ibu warga Jalan Pipa Dua. Anaknya Yogi umur 12 tahun disekap. Tiba-tiba kutengok ada 3 truk TNI masuk, mereka bawa tameng, pentungan dan besi-besi,” ujar Array

Source: regional.kompas.com

 

Menurut Array, peristiwa itu terjadi tiba-tiba, saat itu ratusan TNI AU yang turun dari truk langsung mendatangi dan bertanya.

 

“‘Kau siapa?’ Aku wartawan. ‘Mana ID kau?’ Ini, Bang. Tapi yang lain langsung menarik saya, ini yang tadi ini, ambil aja,” ujar Array.

Source: regional.kompas.com

 

Tanpa pikir banyak, personel itu pun menginjak-injak dan memukulinya.

“Ada satu orang tentara yang nyelamatkan. Aku pun lari ke samping dinding seng. Tapi ada lagi satu tentara datang, kulitnya hitam. Ia langsung menerjangku. Di situ aku kembali dipukuli dan diinjak-injak mereka,” kata Array.

Source: regional.kompas.com

 

 

Tak pelak, sejumlah eleman masyarakat seperti Kontras, LBH Pers, dan YLBHI pun turut mengecam tindakan sewenang-wenang yang dilakukan anggota TNIA AU , terhadap sejumlah warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,

 

“TNI AU telah sewenang-wenang melakukan tindakan kekerasan kepada warga. Banyak yang jadi korban. Mulai dari ibu-ibu sampai anak di bawah umur. TNI bahkan telah secara membabibuta mengejar dan memukuli warga,” ujar Ronal, Staf Advokasi KontraS Sumut, Senin (15/8/2016) malam.

Source: www.arrahmah.com

 

Sebagaimana diketahui, Aksi unjukrasa ini dilakukan warga Karangsari, Medan Polonia, lantaran mereka menolak pembangunan Rusunawa TNI AU yang berada di lahan milik warga yang sebelumnya telah malakukan pematokan dilahan tersebut.

 

 

Aksi yang awalnya berjalan damai itu tiba-tiba berakhir bentrok pada pukul 16.00 WIB setelah anggota TNI AU membubarkan demostran secara brutal.

 

Sumber : Republika

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori