Tiru Strategi Kabut Republika, TV One Malah Diolok-olok!

0
Tiru Strategi Kabut Republika, TV One Malah Diolok-olok!
0 (0%) 0 votes
tv one

Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah di wilayah Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya membuat banyak pihak bersimpatik. Tidak hanya negara, para aktivis hingga media massa pun turut bersimpatik akan peristiwa menyedihkan ini.

 

Harian Republika menjadi pelopor media yang membuat design dengan menampilkan berita ‘berasap’ pada halaman depannya sebagai bentuk simpati kepada para korban kabut asap di Tanah Air.

 

Dikutip laman Republika, Edisi hari ini, Republika ingin memberi sedikit pengalaman kepada pembaca betapa sulitnya melihat berita di tengah kepungan asap. Juga betapa sulitnya melihat kehidupan di sekitar kita saat asap tak kunjung reda.

 

Langkah kreatif Republika dalam mendukung penuntasan kabut asap pun mendapat apresiasi dari banyak pihak. Bahkan menjadi viral di media sosial dan menjadi satu-satunya media cetak yang tampil dengan gaya yang berbeda.

 

Seolah ingin meniru kesuksesan Republika, baru-baru ini TV One juga turut menghadirkan program dengan memakai asap, hal ini terlihat pada salah satu program acara berita Kabar Petang yang tampil dengan kabut asap yang memenuhi layar kaca.

 

Alih-alih ingin mendapatkan pujian dari jutaan pemirsa, stasiun TV Milik Aburizal Bakrie ini justru ramai hujatan dari netizen.

 

ruang siar tv one kabar petangSource:http://2.bp.blogspot.com/-Av-EdQkW2xk/VhjrxSsHQfI/AAAAAAAAzkk/APgNzdKqU-o/s640/kabut%2Basap%2Btv%2Bone.jpg

 

“Itu sih niru-niru Republika kemarin” tutur seorang facebooker.

 

“Ketika koran Republika menutup halaman depannya dengan asap tebal, yang dituai adalah salut atas kreativitas dan keberaniannya. Ketika TV One memenuhi ruangan siarannya dengan asap, yang dituai adalah segudang tanya, “Mengapa tidak memenuhi ruang siarnya dengan lumpur?” tutur seorang facebooker.

 

Sebagaimana diketahui, Republika sengaja membuat buram tampilan halaman depannya seolah sedang diselimuti asap sebagai bentuk simpati kepada para korban kabut asap yang tak kunjung hilang.

 

 

Nampaknya ungkapan ini sangatlah pas untuk TV One. “kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.”

 

 

Perlukah menarik pemirsa dengan cara demikian? Tak harus meniru! Masih banyak kok cara-cara kreatif yang lain. Jangan mengambil untung dari bencana yang dialami orang lain.

 

 

Bagaiman menurutmu? Jangan lupa bagikan dan ajak temanmu untuk berkomentar!

 

 

Sumber : islamtoleran

Hello Comment 14Sort by


user Anonim
2015/10/26 09:19

Hahahahahahaha,.....iya yaa, knp TV ONE g menuhin layar kacanya dengan lumpur yakk,...sebagai bukti simpatik atas bencana yg di sebabkannya

user Anonim
2015/10/25 23:16

sekalian aja penuh dengan Lumpur ya
Tv One memang Bangsat

user Anonim
2015/10/25 13:46

LUMPUR GIMANA ?
SUDAH HILANG ?
YANG BIKIN BENCANA LUMPUR SAPA ?
YANG GANTI RUGI LUMPUR SAPA ?
KOK GA D BAHAS SIH ?

user Anonim
2015/10/24 16:23

ya elah... kalian yg komentar ada peduli ga? kalau ga peduli ga usah komentar... masih mending TVone menunjukkan rasa peduli ma itu plagiat ide lah atau apa lah.. lah yang komentar bisa apa? komentar doank.. sama kaya komentator bola.. gak sejago pemain bola.. tapi ngomentarin kehebatan pemain bola... memang.. ga heran malaysia senang hina dengan sebutan indon

user Anonim
2015/10/22 16:21

hello-pet media anjing kontol pendukung jokowi



Load more comment...
Load more all comment...

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori