9 Tempat Wisata Menarik di Berastagi Sumatra Utara

Berastagi adalah kota yang berjarak kurang lebih 63 KM dari Kota Medan dan mempunyai segudang tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Mau tahu? Simak yuk!
0
9 Tempat Wisata Menarik di Berastagi Sumatra Utara
0 (0%) 0 votes
Air terjun dua warna

Kali ini Hello-pet.com akan mengulas beberapa tempat wisata di Berastagi, Sumatera Utara. Berastagi adalah kota kecil di sekitar Medan yang terletak di dataran tinggi. Untuk menuju ke sana dari kota Medan, sangatlah mudah. Kita bisa menggunakan bus umum. Salah satu alternatif yang paling mudah adalah, cukup menuju ke terminal bis Sutra di daerah Simpang Pos (Padang Bulan). Dari sana kita bisa naik bis yang menuju Berastagi. Perjalanan akan memakan waktu kira-kira 2 – 2,5 jam.

 

Perjalanan menggunakan bis umum, mungkin akan sedikit tidak nyaman. Namun bila ingin mengutamakan kenyamanan, wisatawan dapat menaiki minibus khusus wisatawan (kapasitas 7 orang). Tentunya dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan bus umum.

 

Terdapat cukup banyak penginapan di Berastagi. Salah satunya adalah Wisma Sibayak, yang mempunyai fasilitas air panas, dan WiFi, dan mempunyai akses yang cukup dekat dengan ATM. Atau jika ingin menginap di lokasi yang tidak jauh dari wilayah Penatapan, kita bisa menginap di Hotel Deli River, Semarak International Hotel atau Grand Swiss-Belhotel Medan. Sementara untuk kuliner di Berastagi, cukup mudah didapatkan di hampir sepanjang jalan Bukit Penatapan.

 

Berastagi dan sekitarnya memang gudangnya tempat wisata. Banyak sekali tempat wisata yang bisa kita kunjungi di sini. Baik wisata yang bernuansa alam, maupun wisata yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Lalu, apa saja sih tempat wisata di Berastagi Sumatra Utara yang bisa kita kunjungi? Mari kita simak.

 

Objek Wisata Alam Air Terjun Dua Warna Berastagi

 

Dari namanya saja, kita sudah bisa membayangkan jika air terjun dua warna mempunyai dua warna yaitu hijau dan biru yang menjadikannya terlihat sangat eksotis. Wisatawan yang belum pernah ke air terjun dua warna tentunya akan terhipnotis ketika pertama kali datang ke tempat ini.

 

Air terjun ini terletak di kawasan perkemahan Sibolangit, dan memiliki tinggi sekitar 75 meter. Letak air terjun ini terpisah oleh beberapa batuan yang berada di sekitarnya. Yang satu berwarna biru cerah dan berhawa dingin, yang lainnya berwarna hijau dengan hawa yang hangat. Air terjun ini berasal dari sungai bekas letusan Gunung SIbayak, sehingga mengandung unsur belerang. Namun menariknya, meski mempunyai unsur belerang, di air terjun ini bahkan tidak tercium aroma belerang dan airnya tidak lengket.

 

Bagi yang ingin mengunjungi tempat ini, sangat disarankan untuk mempersiapkan fisik terlebih dahulu, karena untuk menuju ke sini, harus trekking menerobos hutan di areal Bumi Perkemahan Sibolangit, dengan lama perjalanan sekitar 3 jam bagi yang tidak terbiasa melakukan aktifitas trekking. Untuk menuju ke sini, dari penginapan bisa menggunakan bus Antar Kota Antar Daerah, atau menggunakan Angkot menuju ke Bumi Perkemahan Sibolangit selama kurang lebih sejam perjalanan. Atau jika ingin berangkat dari kota Medan, bisa menggunakan angkutan yang sama dengan lama tempuh sekitar sejam perjalanan.

 

Biaya karcis masuk ke Air Terjun Dua Warna adalah Rp25,000,- (mungkin sudah naik), yang digunakan untuk biaya perawatan Cagar Alam Sibolangit. Sangat disarankan menggunakan jasa pemandu wisata (guide) bagi yang belum pernah ke sini sebelumnya agar tidak tersasar. Dikarenakan rute yang ditempuh harus membelah hutan yang cukup lebat. Biasanya untuk jasa pemandu wisata (guide) akan dikenakan Rp100.000,- sampai Rp300.000,- Oh iya, bagi penggemar kegiatan alam bebas, kamu bisa camping di areal Bumi Perkemahan Sibolangit ini, lho. Sehingga selain dapat menikmati suasana alam bebas, juga menghemat biaya untuk penginapan.

 

Wisata Alam Air Terjun Batu Belah Sibolangit Berastagi

 

 

Masih di areal yang sama, kita juga bisa menemukan air terjun batu belah. Di dalam areal Bumi Perkemahan Sibolangit, tak jauh dari pos registrasi, akan ada jalan bercabang. Bila ke arah kiri akan menuju air terjun dua warna, bila mengambil arah kanan, kita akan menuju ke air terjun batu belah.

Tidak seperti air terjun dua warna, air terjun ini tidak begitu dikenal. Padahal air terjun ini tidak kalah menariknya dibanding air terjun dua warna. Karena meskipun tidak tinggi, pengunjung dapat mandi dan berendam merasakan sejuknya air pegunungan di air terjun ini.

 

Untuk menuju ke air terjun batu belah pun jalannya tidak sesulit menuju ke air terjun dua warna. Bahkan bisa ditempuh dengan motor selama 5 menit perjalanan, kemudian melanjutkan sedikit perjalanan menerobos hutan hingga bertemu “batu belah”. Disebut batu belah karena terdapat dua tebing besar yang membentuk dinding alami, dengan jalan setapak di antara keduanya.

 

Bagi para backpacker atau penggemar kegiatan alam bebas, kamu juga bisa mendirikan tenda di sekitar air terjun ini.

 

Objek Wisata Air Terjun Sikulikap Berastagi

 

Air terjun Sikulikap terdapat di kawasan kabupaten Karo, tepatnya di Jalan Jamin Ginting Km.54, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, di bawah daerah Penatapan. Air terjun yang menurut warga sekitar merupakan air terjun yang cantik dan eksotis ini mempunyai ketinggian sekitar 30 meter, dengan hutan cemara yang harum di sekitarnya. Dulunya pernah menjadi objek wisata favorit di kawasan Penatapan, Berastagi. Sayangnya, banyak wisatawan yang mulai melupakan air terjun ini.

 

Sumber air terjun Sikulikap berasal dari Taman Hutan Rakyat Bukit Barisan, yang merupakan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Taman Nasional Gunung Leuser yang berada dikawasan Taman Wisata Lau Debuk. Di sekitar air terjun ini, selain kita disuguhkan pemandangan hutan pinus yang eksotis, kita juga bisa dengan bebasnya melihat dan mengamati monyet Gibon yang hidup berkeliaran dengan bebas.

 

Untuk menuju ke sini dari Medan, memerlukan waktu tempuh sekitar 2 sampai 2,5 jam menggunakan Angkutan Kota Antar Daerah (AKAD) arah Berastagi, dan turun di Penatapan. Atau dari Berastagi yang berjarak sekitar 11 km, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan angkot ke arah Penatapan. Bila membawa kendaraan pribadi, bisa memarkirkan kendaraan di warung-warung yang ada di kawasan Penatapan. Sebaiknya tidak hanya sekedar parkir, namun nikmati juga sajian yang dijajakan warung sambil menikmati indahnya alam pegunungan Sumatera Utara. Pintu masuk ke kawasan ini terletak di dekat gerbang gapura perbatasan kabupaten Deli Serdang dengan Karo. Bisa diraih dengan berjalan kaki dari area Penatapan.

 

Bagaimana dengan biaya masuk/retribusi? Terakhir kali tim Hello-Pet berkunjung ke sana, kebetulan tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Cukup trekking sekitar 15 menit di jalan yang sudah dibeton, kamu bisa menikmati keindahan air terjun Sikulikap.

 

Wisata Keluarga Ke Bukit Gundaling Berastagi

 

Lokasi Bukit Gundaling terletak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Berastagi. Terletak di ketinggian 1.575 dari permukaan laut dan menjadi salah satu tujuan wisata di daerah Berastagi. Dari pusat kota Berastagi, bukit ini terlihat indah dengan hutan pinus yang tumbuh di lereng-lerengnya. Begitu juga jika kita sudah sampai di atasnya. Kita bisa melihat indahnya kota Berastagi dari ketinggian. Tak hanya pemandangan kota, kita juga disuguhkan pemandangan dua gunung yaitu Sinabung dan Sibayak.

 

Sayangnya, untuk menuju ke sini, tidak banyak angkutan yang dapat mengantar sampai ke puncak bukit. Untuk mensiasatinya, wisatawan dapat menyewa angkutan umum dari Berastagi. Sebelum mencapai puncak bukit, pengunjung juga akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp4.000,- per orang. Bila menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya berhati-hati dengan tarif parkir yang “seenaknya saja.” Sebaiknya parkir tidak berpindah-pindah jika tidak ingin uang habis hanya untuk biaya parkir.

 

Kamu bisa berkeliling menikmati keindahan alam di bukit Gundaling, dengan cara berjalan kaki, berkuda, ataupun naik sado. Tarif menyewa kuda, wisatawan akan dikenakan sekitar Rp25.000,-. Sedangkan untuk menyewa sado, wisatawan akan dikenakan harga sekitar Rp50.000,-. Malas berkeliling? Kamu juga bisa sekedar duduk dan berkumpul bersama rekan-rekan atau keluarga. Baiknya membawa tikar atau alas duduk dari rumah. Karena bila menyewa tikar di bukit Gundaling, kamu harus merogoh kocek sekitar Rp50.000,- sampai Rp75.000,-. Bila ingin membeli souvenir atau oleh-oleh, jangan khawatir. Di kawasan wisata bukit Gulindang ini banyak sekali terdapat kios-kios yang menjajakan suvenir dan oleh-oleh dengan harga cukup murah. Asal pintar menawar saja.

 

Minum Susu Segar di Gundaling Farm Berastagi

 

Tak jauh dari kawasan Bukit Gundaling, kamu juga bisa mengunjungi Gundaling Farm Berastagi untuk sekadar mencicipi susu segar yang memang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan susu sapi perah di Sumatera Utara yang dikelola secara modern ini. Selain sebagai produsen susu sapi perah, Gundaling Farm ini memang tempat wisata peternakan sapi. Pengunjung dapat sekedar singgah membeli susu segar maupun melihat proses pemerahan susu sapi. Eh, bukan hanya susu segar saja lho yang diproduksi di sini, tapi yoghurt dengan aneka rasa bisa dinikmati selagi kamu datang ke Gundaling Farm.

 

Untuk menuju ke Gundaling Farm, pengunjung bisa melalui dua cara. Yang pertama adalah melalui gerbang Objek Wisata Gundaling, dan dikenakan retribusi Rp4.000,- Bila melewati gerbang objek wisata, kamu bisa berjalan terus melewati Hotel Sibayak menuju desa Jaranguda. Di sana nanti kita akan bertemu persimpangan. Kiri adalah arah gunung Sibayak, dan kanan menuju Gundaling Farm. Cara ke dua adalah melalui jalan simpang yang hanya berjarak beberapa meter dari Tugu Buah Berastagi. Dari simpang ini, jarak yang perlu ditempuh untuk sampai ke Gundaling Farm sekitar 4 kilometer.

 

Objek Wisata Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Berastagi

 

Pemandian air panas Sidebuk-debuk terletak tak jauh dari Penatapan. Tepatnya di Desa Lau Sidebuk-debuk, yang mempunyai mata air panas alami dengan kandungan belerang yang berasal dari retakan dan aliran lava gunung Sibayak. Banyak wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ketempat ini untuk sekedar relaksasi merasakan hangatnya air belerang di tengah sejuknya udara pegunungan.

 

Pemandian air panas Sidebuk-debuk dikelola oleh Pemerintah daerah dan masyarakat desa Lau Sidebuk-debuk. Pemandian air panas ini terdiri dari kolam-kolam dengan suhu air rata-rata 40-45 oC. Tempat ini cukup ramai dikunjungi wisatawan pada hari-hari libur. Untuk karcis masuknya pengunjung hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp5.000,- sampai dengan Rp10.000,- / orang.

 

Wisata Keluarga Mickey Holiday Resort Berastagi

Adalagi tempat wisata untuk keluarga di daerah Berastagi yang menjadi favorit para wisatawan. Mickey (ditulis Mikie pada official website ) Holiday Funland Berastagi adalah taman bermain (theme park) yang berada di dataran tinggi di kawasan kota Berastagi. Mickey Holiday memiliki sekitar 40-an wahana permainan untuk dewasa dan anak-anak.

 

Wahana-wahana yang disediakan pun bermacam-macam. Dari mulai yang santai sampai yang memacu adrenalin. Dari yang bisa dimainkan bersama keluarga sampai wahana yang terbatas pada umur. Ada juga wahana yang khusus untuk pengunjung yang ingin main basah-basahan.

 

Dengan mengeluarkan kocek Rp90.000,- per orang, kita bisa menjajal setiap wahana yang ada pada Mickey Holiday, bahkan sampai berulang-ulang. Bagaimana? Menarik bukan? Silakan jadwalkan kunjunganmu dan keluarga ke Mickey Holiday Resort. Lokasinya sekitar 60 kilometer dari Medan, terletak di jalan utama Medan Brastagi.

 

Wisata Ke Taman Alam Lumbini Berastagi

 

Siapa yang menyangka di Sumatera Utara terdapat sebuah pagoda yang begitu megah, besar dan merupakan pagoda tertinggi di Indonesia? Dan tebak, pagoda emas ini berada di dalam Taman Alam Lumbini. Salah satu objek wisata favorit di kawasan Berastagi. Lokasinya ada di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Tanah Karo, di daerah lereng Gunung Sibayak.

 

Pagoda yang berada di Taman Alam Lumbini ini merupakan replika dari Pagoda Shwedago di Myanmar. Pagoda ini berukuran sekitar 69 meter persegi dengan tinggi sekitar 46,8 meter, berdiri di areal seluas 3 hektare. Selain itu, di kawasan pagoda ini terdapat 2500 patung Budha.

 

Selain kuil atau pagoda, kamu juga bisa berkeliling dan menikmati taman-taman di areal ini yang cukup indah dan asri. Terdapat juga jembatan gantung berwarna emas yang panjangnya sekitar 20 meter di areal taman. Kolam-kolam ikan dan berbagai jenis bunga serta pepohonan yang tumbuh di lingkungan pagoda ini juga menambah kesejukan dan menimbulkan ketenangan.

 

Untuk menuju ke Taman Alam Lumbini, dari kota Medan berjarak sekitar 55 Km, dan sekitar 8 Km dari pusat kota Berastagi. Bila dari Medan, bisa menggunakan bis AKAD jurusan Kabanjahe dan turun di Tugu Buah Berastagi. Begitupula jika dari pusat kota Berastagi, kamu bisa naik angkutan yang menuju ke arah Medan. Dari Tugu Buah Berastagi, kita tinggal lanjut berjalan kaki karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari situ.

 

Untuk masuk ke dalam Taman Alam Lumbini, kita tidak dikenakan biaya sepeser pun, alias gratis. Hanya perlu mengisi buku tamu yang disediakan dan menaati peraturan yang ada. Meski gratis, jangan lupa, karena Pagoda merupakan rumah ibadah, sebaiknya kita yang ingin berkunjung tetap menjaga adab dan kesopanan. Seperti tidak bersuara keras-keras apalagi berteriak. Agar suasana nyaman, damai, dan tenteram tetap terjaga di kawasan Taman Alam Lumbini.

 

Menikmati Alam Di Penatapan Berastagi

 

Bila berkunjung ke Berastagi, belum lengkap rasanya jika tidak mampir ke Penatapan Berastagi untuk sekadar menikmati kuliner di warung-warung yang ada di sana sambil meminum kopi, jahe hangat, makan jagung bakar, dan menikmati pemandangan dari ketinggian. Penatapan memang menarik untuk dikunjungi siang maupun malam. Pemandangan hamparan alam dapat terlihat indah di waktu siang dengan monyet-monyet liar yang asik bermain di bawah sana, dan pemandangan lampu kota juga akan memanjakan mata di waktu malam.

 

Tempat ini berada di Kalan Jamin Ginting Km.54 Berastagi dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan menggunakan angkutan umum dari pusat kota Berastagi, atau sekitar 2 jam dari kota Medan menggunakan bis AKAD maupun kendaraan pribadi.

 

Cukup banyak variasi jajanan yang disajikan para penjual di sini. dari mulai jagung bakar, mie instan, nasi goreng, kopi, susu, jahe, dan aneka menu lainnya. Yang pasti, menyantap makanan di sini meskipun dengan menu yang sederhana, menimbulkan suasana tersendiri. Apalagi jika kita bersama pasangan. Romantis bukan?

 

Sebenarnya masih banyak objek wisata yang bisa dikunjungi di Berastagi dan sekitarnya. Beberapa di antaranya adalah Desa Budaya Peceran, Desa Budaya Lingga, Desa Budaya Dokan, Museum Pusaka Karo, Danau Lau Kawar, dan Air Terjun Sipiso-piso.

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2018/03/13 16:26

cukup bagus

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori