Menelisik Waktu, Mengenal 7 Tempat Bersejarah Papua

Siapa sangka ternyata Papua Barat menyimpan harta karun sejarah yang tak bernilai! Nah, sempetin deh baca artikel ini, dijamin kamu pengen ke sana loh.
0
Menelisik Waktu, Mengenal 7 Tempat Bersejarah Papua
0 (0%) 0 votes
Goa Jepang

Dengan bentang alam geografisnya yang luas dan beragam, Indonesia punya banyak sekali tempat wisata yang bisa kamu kunjungin sewaktu-waktu. Hebatnya pula, turisme di sini nggak cuma itu-itu aja. Mulai dari wisata alam sampai wisata belanja, tempatnya pun dari Sabang sampai Merauke!

 

 

Nah, buat kamu yang pengen mencoba wisata ke Papua dengan tema yang sedikit berbeda kenapa nggak mencoba wisata sejarah di Papua? Banyak juga loh, tujuan wisata sejarah Papua yang pastinya rugi buat dilewatin kalo kamu lagi main ke Bumi Cendrawasih itu.

 

 

Wisata Sejarah Pulau Owi Papua Pada Perang Dunia II

 

 

Buat kamu yang belum tahu, Pulau Owi berperan krusial saat Perang Dunia II untuk tentara Sekutu agar dapat mengalahkan pertempuran melawan Jepang di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara. Dengan nilai sejarah yang demikian tinggi, tidak heran jika nantinya pulau tersebut akan menjadi titik utama pariwisata Papua di masa mendatang.

 

 

Pulau Owi juga punya keindahan laut yang sangat menawan. Pulau ini dikelilingi dengan 3 buah taman laut yakni taman laut Padaido, Pulau Rani-Mapia dan Pulau Meos Indi. Jadi, Pulau Owi nggak cuma tempat wisata sejarah tapi juga tempat wisata budaya yang ada di daerah Papua.

 

Untuk ke Pulau Owi, harap diingat bahwa lokasinya memang lumayan jauh. Kota terdekat dari pulau Owi adalah Biak. Jarak tempuh pulau Owi dari Biak adalah 30 menit bila kamu menggunakan perahu motor.

 

 

 

Wisata Sejarah Raja Ampat Papua

 

Nama destinasi wisata ini ternyata berasal dari Raja Ampat atau “Empat Raja”, julukan dari abad ke 15 saat salah satu Sultan Islam Tidore menunjuk 4 raja lokal yang berasal dari Waigeo, Batanta, Salawan, dan Misool. Kemudian  kini 4 pulau itu jadi wilayah administratif Provinsi Papua Barat dengan Waigeo sebagai ibukota kabupaten. Peradaban kuno di Raja Ampat sendiri bisa dilihat di beberapa peninggalan sejarah seperti lukisan dinding batu yang ditemukan dalam beberapa gua di Pulau Misool. Diperkirakan lukisan itu dibuat 2000 tahun lalu.

 

 

Selain itu, di gugusan /Pulau Misool juga ada peninggalan prasejarah berupa cap tangan di pada dinding batu karang.  Cap-cap tangan ini terletak sangat dekat dengan permukaan laut alih-alih dilukiskan di dalam gua. Diperkirakan bila usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi petunjuk jalur migrasi manusia dari wilayah barat Indonesia menuju Papua lalu Melanesia.

 

 

Kabupaten Raja Ampat yang memperingati Hari Ulang Tahun setiap 9 Mei sekarang ialah sebuah Kabupaten yang terletak dalam Propinsi Papua Barat yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Sorong tahun 2003. Jika dilihat di peta, kabupaten ini berlokasi di kepulauan sisi barat paruh burung pulau papua. Kabupaten ini terdiri dari sekitar 610 pulau serta panjang total tepi pantai 753 km.

 

 

Baca juga: 7 Lokasi Wisata Bali Ini Hits Banget di Instagram

 

 

 

 

Wisata Sejarah Kota Tua Pulau Dum / Doom Papua

 

 

Pulau Dum atau yang juga disebut dengan Pulau Doom ialah salah satu pulau yang letaknya tak jauh dari Sorong, Papua Barat. Pulau satu ini punya riwayat sejarah yang panjang dalam peradaban manusia modern sehingga nggak heran kalau kawasan ini masuk ke peta Kolonial Belanda di abad ke 19. Pulau Dum juga dikategorikan ke destinasi wisata sejarah yang ada di wilayah Papua dengan pesona alam yang luar biasa menawan.

 

 

Di Pulau Doom, ada sebuah pasar besar berlokasi tepat di belakang gerbang pulau. Menurut tutur warga, dulunya pasar inilah satu-satunya yang tersedia di sini. Justru, para penduduk Sorong yang harus ke sini untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kebayang kan, betapa sudah modern dan maju pulau Doom kala itu.

 

 

Sebagai tempat wisata sejarah, jejak peninggalan Kolonial Belanda dan Tentara Jepang menjadi daya tarik turisme pulau tersebut. Wisatawan penggemar sejarah akan sangat menikmati waktunya di Pulau Doom ini.

 

 

 

 

Wisata Sejarah Pulau Mansinam Papua

 

Tempat yang bernama Pulau Mansinam ini memang terdengar asing buat banyak orang.  Tapi jangan salah loh, soalnya tempat ini malah tempat yang sudah terlebih dulu dikenal mendunia. Pulau Mansinam terkenal bukan hanya karena keindahannya bentang alamnya, tapi juga latar sejarah yang menjadikan Mansinam tujuan wisata religi bagi mereka yang beragama Kristen Protestan di seluruh dunia. Pulau tersebut terletak di Papua Barat. Berjarak sekitar 6 km dari Kota Manokwari. Pun tidak sulit menjangkau pulau tersebut karena hanya butuh waktu 10 sampai 15 menit dengan speed boat.

 

 

Yang perlu dicatat ialah, setiap tanggal 5 Februari ribuan orang akan datang berbondong-bondong dari berbagai penjuru Papua untuk merayakan kedatangan Ottow dan Geissler. Mereka ialah dua orang berkebangsaan Jerman yang dulunya datang di Pulau Mansinam untuk menyebarkan ajaran injil. Hanya saja waktu itu suku asli Pulau Mansinam tertutup terhadap orang asing Tidak menyerah, kedua orang Jerman itu tetap bertekad menyebarkan agama Kristen ke Suku Numfor, suku yang mendiami Pulau Mansinam.

 

 

Untuk mempermudah penyebaran injil, kedua orang tersebut juga mempelajari bahasa suku setempat untuk menerjemahkan doa-doa. “Dua rasul” Papua ini juga nggak cuma menyebarkan injil, tapi juga mengajarkan Suku Numfor agar dapat membaca dan menulis. Mulanya mereka bahkan sangat sulit untuk sekedar memegang pensil. Namun, lambat laut pun Suku Numfor mulai bisa membaca dan menulis di bawah bimbingan kedua juru penyebar injil tersebut. Lantas untuk makin memuluskan sosialisasi ajaran Kristen, mereka menerjemahkan injil ke  bahasa Melayu. Injil yang diterjemahkan inilah yang menyebar ke wilayah Papua lain dan jadi cikal bakal masyarakat Papua mengenal ilmu pengetahuan.

 

 

 

 

Wisata Sejarah Merauke Papua

 

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten atau kota yang berada di Provinsi Papua.
Jika di sebelah timur, Merauke berbatasan dengan Papua New Guinea (PNG), maka di wilayah utara kawasan itu berhadapan langsung dengan Kabupaten Boven Digul serta Kabupaten Mappi. Selain itu, di sisi barat berbatasan dengan Kabupaten Asmat sedangkan di sisi selatan berhadapan langsung dengan Laut Arafura.

 

 

Memiliki bentang wilayah seluas 45.071 kilometer persegi, Kabupaten Merauke punya potensi sumber daya alam luar biasa. Sektor pariwisata dan budaya ialah potensi wilayah yang mendukung kekayaan Merauke.

 

 

Di Merauke terdapat beberapa tugu yang berdiri dan rumah pengasingan Soekarno-Hatta. Dan tidak hanya itu saja. Di sana terdapat beberapa monumen yang memperingati suatu kejadian bersejarah dan beberapa tugu lain seperti:

 
Tugu Merauke: tugu yang dibangun untuk mengenang datangnya rombongan bangsa asing ke kota tersebut.

 

Tugu Pepera: dibangun pada tanggal 17 September 1969 untuk memperingati bergabungnya wilayah Irian Barat ke Indonesia.

 

Tugu Kembaran:  tugu kembaran ialah Tugu Sabang-Merauke, tugu kembaran yang cuma bisa didapati di Sabang dan Merauke. Bangunannya yang serupa memberi gambaran akan luas wilayah Indonesia yang melintang dari Sabang hingga Merauke.

 

 
Dan ingat ya, nggak cuma tugu saja yang jadi saksi sejarah di sini, tapi juga penjara bawah tanah tempat Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia diasingkan oleh kaum muda demi Kemerdekaan Indonesia. Penjara itu berada di Kabupaten Boven Digoel, sekitar 600 km dari Kabupaten Merauke.

 

 

Baca Juga: Tempat Wisata Berbau Religi Di Dekapan Himalaya

 

 

 

 

Situs Purbakala Kokas Fakfak Papua

 

Tapurarangvia: http://eloratour.wordpress.com

 

Situs sejarah yang tergolong ke situ purbakala satu ini bertempat di desa Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Di sana kalian bisa melihat banyak cap tangan yang dicap dengan pewarna kelir merah pada dinding-dinding batu di tebing serta gua yang terdapat di kawasan pantai. Kawasan itu kini dikenal dengan sebutan Situs Purbakala Kokas atau Purbakala Tapurarang.

 

 

Adapun penduduk lokal sering menyebutnya sebagai lukisan cap tangan darah karena warna capnya yang mirip dengan darah manusia.

 

 

Kalau kamu berencana pergi ke Situs Purbakala Kokas, berangkatlah dari terminal Fakfak. Kamu harus menempuh 50 km perjalanan darat menuju Kokas yang biasanya ditempuh dalam sekitar 2 jam. Biaya perjalanan tersebut dipatok denga harga Rp25.000,- untuk sekali trip. Sesampainya pun perjalanan kalian masih belum selesai dan harus disambung dengan satu jam menaiki longboat. Saat air naik (pasang) kamu bisa naik ke tebing untuk menyaksikan lukisan tersebut dari jarak dekat. Namun, jika tidak kamu cuma bisa melihat dari atas longboat.

 

 

 

Wisata Sejarah Goa Jepang Biak Papua

 

Di Kabupaten Biak Numfor terdapat situs sejarah Perang Dunia II yang terkenal sangat angker. Situs sejarah itu ialah dua buah gua alami yang dikenal dengan nama Gua Binsari dan Gua Jepang Lima Kamar. Kedua gua alami itu dimanfaatkan untuk perlindungan tentara Jepang saat bertempur dengan tentara sekutu.

 

 

Gua Binsari punya lorong yang menembus sampai Gua Jepang Lima Kamar yang terletak di tepian pantai dan langsung menghadap Samudera Pasifik.

 

 

Penduduk setempat bercerita jika nama Gua Binsari diambil dari nama seorang nenek yang dulunya tinggal di gua tersebut. Tempat itu pun menjadi tempat yang punya reputasi mistis karena ratusan serdadu Jepang terperangkap hidup-hidup ketika pasukan sekutu membombardir pertahanan gua. Hingga saat ini banyak cerita yang beredar jika di tempat itu masih terdengar suara serdadu yang baris-berbaris atau teriakan-teriakan dalam bahasa Jepang.

 

 

Untuk bisa memasuki gua kalian akan dikenai tarif sebesar Rp 25.000,- per orang.

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori