Tangis Haru Iringi Khatamnya Hafalan Alquran Bocah Ini

Yasin sedang tasmi menghadap kiblat, menghadap Musyrif. ia tidak tau kedatangan kami. Suasana masjid begitu syahdu sehingga kamipun larut didalamnya.
0
Tangis Haru Iringi Khatamnya Hafalan Alquran Bocah Ini
0 (0%) 0 votes
thumb-juzz

Berbahagialah para orang tua yang anak-anaknya bisa menjadi penghafal Alquran, Orang tua mana yang tidak bangga memiliki anak yang mampu mengahafal Al-Qur’an. Seperti yang tengah dirasakan pasangan Rahmat Kartolo dan Nuri Wasisaningsih menangis karena┬ábangga dengan anaknya yang mampu mengahafal Qur’an diusianya yang masih kecil.

 

 

Ahmad Yasin setoran hafalan Qur’an

 

 

ahmadyasinSource: Penjagawahyu

 

 

Kisah yang disadur dari akun Facebook One Day One Juz ini mengisahkan tentang perjuangan seorang anak bernama Muhammad Yasin yang berhasil menghadiahkan bacaan Qur’an untuk kedua orang tuannya. Didepan puluhan pasang mata lantunan ayat-ayat Al-Qur’an keluar dari mulut Yasin dengan sangat merdu.┬áKisah sederhana syarat makna ini semoga mampu memotivasi para orang tua untuk lebih memikirkan bekal untuk anaknya kelak. Berikut kisahnya.

 

 

Muhammad Yasin menangis usai hafalan

 

 

anak hafal quranSource: Muslimcorner

 

 

 

SEPERTI APA RASANYA SAAT ANAK KITA KHATAM HAFALAN QUR’AN

 

Di Alhikmah dan Mafaza ini waktu berjalan terasa sangat cepatnya. kami seakan dipaksa untuk berjalan dengan langkah yang sangat cepat. hampir nyaris setiap pekan “harus” menghadiri anak-anak yang khatam hafalan Qur’an. padahal diri ini belum sempat mengenal mereka lebih dekat sehingga tak bisa leluasa menuliskan kisahnya.

 

Menghadiri dan menyaksikan setiap anak yang berhasil khatam 30 juz itu rasanya gimanaaa gitu ya. gak bisa digambarkan dengan kata-kata. banyak perasaan bercampur baur, menyatu jadi satu. haru…bangga…senang..sedih…bahagia..padahal mereka semua yang saya hadiri khatamannya itu adalah anak orang lain. bagaimana jika anak sendiri?

 

Saya lihat para orangtua di Al-Hikmah maupun mafaza yang menghadiri khataman anaknya tersedu sedan, menangis sampai sesenggukan. mungkin karena tak menyangka anaknya bisa selesai 30 juz secepat kilat. dimudahkan oleh Alloh.

 

Namun tetap saya tak bisa menyelami 100% apa yang sesungguhnya dirasakan para umi abi itu. Kemarin sore ( jum’at 27 maret 2015) kami sangat ingin menghadiri khataman tahfidz santri kecil kami, Ahmad Yasin. Putra dari Bu Nuri Wasisaningsih dan pak Rahmat Kartolo yg baru masuk ke usia 9 thn ini wajib mentasmikan juz terakhirnya didepan para musyrif, para santri dan sebagian peserta SUPERMANZIL.

 

Saya akan menuliskan kisahnya nanti, anak ini saya kenal dengan sangat baik. karena sudah nyantri lebih dari setahun di alhikmah Bogor. namun sekarang biar ibunya saja yang cerita. selama ini saya menulis kisah para santri dari sudut pandang saya.

 

Tulisannya ini saya ambil dari grup WA orang tua santri Al-Hikmah Bogor yang di share shubuh tadi. mungkin sejak menghadiri khataman putranya kemarin sore di lokasi super manzil beiau menangis terus atau masih terbang dengan kebahagiaan sehingga baru sempat merespon ucapan selamat para orangtua santri A-hikmah bogor. ini yang nulis bu Nuri, ibunda Ahmad Yasin.

 

“Hari ini, Jum’at 27 Maret 2015. Saat kami mendapat info untuk ke Lokasi SuperManzil, kami sudah ditempat kerja. Jakrta dan Depok. Tapi, Alhamdulillaah…kerinduan kami mempermudah untuk ke tempat dimana Yasin sedang menjalani Program menghafal cepat. kami tiba dilokasi Villa sekitar jam 4 sore. rupanya acara sudah dimulai.

 

Yasin sedang tasmi menghadap kiblat, menghadap Musyrif. ia tidak tau kedatangan kami. Suasana masjid begitu syahdu sehingga kamipun larut didalamnya. tak terfikir sama sekali untuk rekam atau foto-foto. Begitu selesai tasmi, yasin lansung sujud syukur dua kali dan pecah tangisnya.

 

Apalagi saat diminta balik badan, ternyata kami sudah berada dibelakangnya. Subhanallooh..Wal Hamdulillah..Allohu Akbar…rasanya begitu meledak-ledak dada ini saat memeluknya. terbayang lintasan torehan kisah saat kelas satu SD semester dua harus kami lepas. nyantri di pesantren DQ-DT bandung.

 

Saat ia baru bisa Iqro 3, namun 3 bulan berseang sdh bisa baca Qur’an dan hafal juz 30. Saat dia juga harus beajar berkomunikasi dgn ustadznya yang berbahasa arab. dan terbayang juga saat-saat menemukan rumah barunya di All-hikmah bogor. dan di situlah muncul cerita heroiknya. goresan kenangan tersebut membuat hati kami mengharu biru tak terbendung. begitupun saat kami diminta berbicara bergantian sebagai orangtua Yasin.

 

Suasana tsb juga membuat peserta Super manzil lain ikut mengucurkan air mata haru bahagia. Yasin tak mampu berkata-kata saat diminta bicara, hanya air mata yang terus berurai hingga acara ditutup. Subhanalloh..begitu luar biasa yang kami rasakan saat itu, tak terlukiskan dengan kata-kata…. ust Irfan…ustadzah Astri..Ust Zaki..kak Hanif..kak Rahmat…Kak Faiz…Kak Rifki..kak Amin..para karyawan

 

Alhikmah bogor..rekan-rekan yasin..kakak abang adik di alhikmah bogor..di mafaza..seluruh peserta super manzil..juga seluruh orangtua santri alhikmah.. mbah, nenek, ncing, ust Agus Sudjatmiko..pakde, bude, uwa, om, amah dan sepupu-sepupu yasin. jazakumulloh khairon katsiir atas segala support, dukungan dan do’a pada kami c.q yasin.

 

Semoga Alloh memberikan balasan terbaik untuk semuanya. mohon do’a agar Alloh memberikan kekuatan, kemampuan dan kecerdasan pada yasin untuk ISTIQOMAH. menjaga hafalan Qur’an, mempelajari dan mengajarkannya. serta mengaplikasikan nilai-nilai Qur’an tsb dalam kehidupannya.

 

Mohon do’a juga agar kami bisa menjadi hafidz qur’an, agar kami menjadi orangtua terbaik yang membawa anak-anak kami berkumpul disyurga firdaus. teriring do’a kami untuk ananda yang sedang berjihad tahfidz agar dimudahkan dan dilancarkan oleh Alloh.

 

Sehingga semua orangtua bisa merasakan RASA LUAR BIASA tsb saat ananda menghadiahkan lantunan terbaik khataman Al-Qur’an. salam ta’zhim kami, Rahmat & Nuri. orangtua dari ananda Ahmad yasin. Astri Hamidah

Source: www.facebook.com

 

 

Muhammad Yasin mendapat nilai sempurna

 

 

ahmadyasinSource: Penjagawahyu

 

 

Kebanyakan orang tua memang lebih memikirkan bekal anaknya untuk kesuksesan dan kebahagiaan di dunia. Tak banyak orang tua muslim yang mempunyai cita-cita anaknya bisa menjadi penghapal Al-quran. Semoga kita bisa meniru perilaku kedua orang tua Yasin ini. Amien…

 

Bagaimana menurutmu? Mari share kisah ini semoga kamu mendapatkan berkah.

 

 

Source : Facebook

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori