Sate Ayam Gajah Mada Semarang, Rasa Kaki Lima, Harga Bintang Lima!

Dalam akun Facebooknya Esther mengingatkan kepada netizen lain agar tidak mencoba untuk makan di sebuah warung sate yang berada di Jl. Gajah Mada Semarang.
0
Sate Ayam Gajah Mada Semarang, Rasa Kaki Lima, Harga Bintang Lima!
0 (0%) 0 votes
Sate Ayam Gajah Mada

Mahalnya harga kuliner sate ayam gajah mada Semarang baru baru ini menjadi bahan gunjingan netizen di media sosial, Facebook. Bukan karena rasanya yang enak, tapi melainkan karena sate yang dijual Pedagang Kaki Lima (PKL) ini memiliki harga bintang lima.

 

Awalnya, seperti dikutip dari semarangpos, pengguna akun Facebook Esther Sonia Sutedjo yang merasa terkejut saat harus membayar Rp 180.000 untuk 30 tusuk sate ayam plus lontong dan tiga minuman teh botol di sebuah warung PKL di kawasan Gajah Mada Kota Semarang berkeluh kesah di media jejaring Facebook.

 

 

 

Warung sate 30 tusuk 180.000

 

 

 

Sate Ayam Gajah MadaSource: Semarangpos

 

 

Dalam akun Facebooknya Esther mengingatkan kepada netizen lain agar tidak mencoba untuk makan di sebuah warung sate yang berada di Jl. Gajah Mada Semarang.

 

“Jangan pernah makan di sini ya guys! Be ware banget sumpah! Makan sate 30 tusuk, satu lontong, dan teh botol tiga, 180.000 pak! Cari mati sungguh. Kampret,” tulis pengguna akun Facebook Esther Sonia Sutedjo menyertai foto warung sate pedagang kaki lima (PKL) di Jl. Gajahmada, Semarang yang dibagikan pengguna akun Facebook Bunda Rania Noor di Group Facebook MIK Semar, Senin (28/3/2016) malam.

Source: www.semarangpos.com

 

Postingan tulisan Esther pun langsung memancing beragam tanggapan netizen. Akun Bunda Rania Noor misalnya, yang mengomentari tulisan Esther Sonia Sutedjo tersebut dengan meminta pihak terkait untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang nakal tersebut.

 

“Tolong dong dinas terkait bisa bantu menertibkan PKL-PKL nakal kayak gini. Keluhan-keluhan kayak gini juga udah sering terdengar,” tulisnya

Source: www.semarangpos.com

 

Lebih lanjut pengguna akun Facebook Bunda Rania Noor dan sejumlah netizen menilai harga yang tak wajar yang dipatok warung sate ayam gajah mada itu dapat merusak citra Kota Semarang.

 

 

 

Sate Ayam Gajah Mada Semarang

 

 

 

sate ayam jagah mada semarang mahalSource: Solomediapromo

 

 

”Coba contoh Malioboro Jogja dulu sering dapat komplain, tapi di respon pemda/pemkot setempat. Sekarang semua PKL-nya wajib memberikan menu + harganya. Jadi mahal murah sudah diketahui sebelum makan. Kalo tidak kasih harga, bila – konsumen komplain karena harga yang tidak wajar maka PKL tersebut mendapat sangsi/denda. Hal tersebut justru sangat efektif menaikkan pendapatan PKL dan menurunkan tingkat komplain konsumen. Wisata kulinernya pun juga ikut terangkat.”

Source: www.semarangpos.com

 

 

”Weleh kui regane sate ayam satu porsi berapa duit? Amit amit deh. Di Pak Amat Jl. Thamrin sate kambing satu porsi 10 tusuk Rp 50.000, itu sudah istimewa tidak jauh beda dengan yang di depan Gereja Blenduk [kawasan Kota Lama Semarang],” tulis pemilik akun Facebook Kanjeng Mami Cinta.

Source: www.semarangpos.com

 

 

“Merusak citra PKL Semarang aja. Bikin malu aja kalau ada orang luar Semarang yang berkunjung,” tulis pengguna akun Facebook Anjar Putune Mbah Fatimah.

Source: www.semarangpos.com

 

 

”Pedagang yang kayak gini bikin kapok pembeli, paling cukup sekali saja,” tulis pemilik akun Facebook Lucky Lee.

Source: www.semarangpos.com

 

Bercermin dari pengalaman buruk Esther terkait wisata kuliner di Jl. Gajah Mada Semarang, pengguna akun Facebook Aris Susanto mengaku jika harga sate ayam Gajah Mada Semarang memang mahal.

 

”Wah kalo sate ayam Gajah mada memang begitu harganya, semakin malam semakin gila ngentelnya (harga tidak wajar). Biasakan tanya dulu jika di menu tidak ada harga,” sarannya.

Source: www.semarangpos.com

 

 

”Kebiasaanku yen tuku neng (kalau beli di) Jl. Gajahmada takon sek regane [tanya dulu harganya], kalau satene di atas Rp15.000 ora tak tuku [tidak saya beli]. Haha, untung di sebelah sate Padang harganya Rp15.000. Rp20.000 dengan lontong, es teh, plus parkir,” tulis pemilik akun Facebook Ronny Luigi Buffon berbagi pengalaman.

Source: www.semarangpos.com

 

 

Source : Semarang pos

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2016/04/27 11:21

ngono iku dadi rejeki sing gak barokah......nggarai dadi penyakit.

 

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori