Putri Cantik Bupati Ini Lebih Memilih Usaha Angkringan

Entah apa yang ada di benak gadis cantik yang satu ini. Walau bapaknya adalah bupati, ia malah lebih memilih menjadi penjual angkringan.
0
Putri Cantik Bupati Ini Lebih Memilih Usaha Angkringan
0 (0%) 0 votes
sumber: okezone.com

Biasanya anak bupati lebih memilih bekerja di kantor atau menjadi seorang pengusaha besar. Namun, Yune Prana Elzuhriya ini malah memilih membuka angkringan sederhana.

 

Bersama suaminya, Iwan Surya Purnawan yang berusia 44 tahun, Yune pun mencoba peruntungan dengan membuka angkringan yang diberi nama Angkringan Batik di halaman rumahnya, Jalan Pangarsan, Purbosari, Wonosari, Gunungkidul. Bermodal lima juta rupiah, anak kedua bupati Gunungkidul, Badingah ini menggunakan gerobak yang dibuat oleh suaminya itu untuk menopang kehidupan mereka.

 

Satu buah gerobak yang dipasang ornamen batik lengkap dengan kursi ia taruh begitu saja di halaman. Selain itu, Yune yang berusia 38 tahun ini juga menyediakan dua meja kursi.

 

“Sebagai anak bupati membuka angkringan, kenapa harus malu, Ibu (Badingah) malah mendukung,” kata Yune.

 

Menu angkringan yang disajikan olehh Yune sama dengan angkringan lainnya, mulai dari oseng tempe, babat gongso, sambel teri, hingga rendam ayam. Bahkan Angkringan Batik yang dibuka pada 26 Mei lalu, juga menyediakan nasi kucing sambel belut. Gorengan spesial yang masih panas dan berbagai jenis sate khas angkringan pun tampak meramaikan menu Angkringan Batik. Pembeli juga bisa memesan minuman khas angkringan.

 

“Semua masak sendiri, tidak ada yang kulakan (dipasok),” ujarnya.

 

Yune pun memutuskan membuka angkringan dikarenakan ia memiliki hobi wedangan. Sebelumnya ia juga pernah membuka usaha batik namun harus ditutup karena kelahiran anak pertamanya.

 

Lalu suaminya pun mencoba membuat sendiri gerobak angkringannya dengan modal Rp. 850ribu. Iwan pun sempat dirawat di RSUD Wonosari karena kelelahan saat proses pembuatan gerobak angkringan tersebut.

 

“Saya milih bikin sendiri, karena kalau beli sama ornag bisa Rp3 juta,” kata Iwan.

 

Jika pada umumnya angkringan berlomba-lomba memasang fitur canggih, Yune malah sengaja tidak memasang Wifi. Ia berharap dengan begitu angkringannya tersebut bisa digunakan untuk media berkomunikasi sehingga pengunjung bisa berbincang-bincang santai mengenai berbagai hal dan menambah kenalan.

 

“Kalau orang ke sini memegang handphone maka akan autis dan tidak akan berbicara, mereka akan asyik dengan kesibukannya masing-masing,” ulasnya

 

Iwan mengakui membuka angkringan tidak terlalu banyak resikonya. Dengan modal yang kecil, hasilnya cukup lumayan untuk menopang kehidupan keluarganya. Ke depan ia bermimpi untuk membuka cabang.

 

“Itungannya kalau saya dulu jasa rental modal mobil hasilnya besar tetapi modalnya besar, kalau ini modal kecil hasilnya lumayan. Jika dihitung persentase antara modal dan hasil maka ketemunya lumayan,” ungkapnya.

 

sumber: okezone

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori