Ahn Jung Hwan

Index / Profil / Berita
_wp_attached_file

Source Image: sport.detik.com


Ahn Jung Hwan, lahir di Paju, Gyeonggi, pada tanggal 27 Januari 1976. Ahn Jung Hwan adalah seorang pemain sepak bola Korea Selatan yang saat ini telah pensiun. Ia bermain sebagai penyerang. Ahn menjadi terkenal di seluruh dunia saat mencetak gol bagi timnas sepak bola Korea Selatan saat mengalahkan Italia pada babak kedua Piala Dunia 2002 dan membawa Korea Selatan ke babak perempat final. Setelah Piala Dunia tersebut, Ahn didepak dari tim Seri A, Perugia karena dianggap "telah merusak persepak bolaan Italia" oleh pemilik Perugia. Meskipun Perugia kemudian menarik pernyataannya, Ahn menolak untuk kembali ke Perugia dan memutuskan untuk hijrah ke Jepang, bermain untuk Shimizu S-Pulse.


Ia kembali ke Eropa pada tahun 2005 setelah dikontrak klub Perancis, FC Metz. Pada Februari 2006 ia pindah ke MSV Duisburgdi Jerman, namun Duisburg terdegradasi pada akhir musim ke Divisi Dua. Ia didepak Duisburg pada Agustus 2006 karena dinilai gagal. Pada Januari 2007, ia menandatangani kontrak satu tahun dengan Suwon Samsung Bluewings.


Prestasi Korea Selatan memang mengejutkan saat menjadi tuan rumah bersama Jepang dalam Piala Dunia 2002. Wakil Asia ini mampu melaju hingga ke semifinal sebelum tersungkur 0-1 dari Jerman dan kalah 2-3 saat perebutan tempat ketiga melawan Turki. Salah satu korban keganasan Korsel adalah Italia. Dalam perdelapan final, Korsel bertemu empat kali juara dunia ini. Korsel yang banyak diuntungkan oleh keputusan wasit terlihat mampu mengimbangi penampilan Italia.


Angka pun bertahan 1-1 sehingga harus diadakan perpanjangan waktu dengan sistem gol emas. Saat pertarungan memasuki menit ke-105, Francesco Totti yang menjadi andalan Italia mendapat kartu merah dari wasit. Para pemain Italia sempat memprotes lantaran pemberian kartu merah untuk Totti dianggap berlebihan. Wasit tak menghiraukan protes armada Italia, pertandingan pun berlanjut. Tak sampai dua menit kemudian, malapetaka buat ItaliA datang juga. Setelah mendapat umpan lambung di depan gawang Italia, penyerang Ahn Jung-hwan langsung menanduk si kulit bundar. Bola pun merobek gawang Italia dan skor berubah 2-1 untuk Korsel.


Gol itu membuat Italia langsung tersingkir dan pertandingan pun dihentikan. Korsel tak tertahankan dan melaju ke perempat final. Anehnya, masyarakat Italia tak bisa menerima kekalahan itu. Ahn yang kala itu merumput di klub Serie A Italia (Perugia) pun tak luput dari kecaman itu. Pemilik klub Perugia menganggap Ahn yang kelahiran 27 Januari 1976 di Paju, Gyeonggi, Korsel itu sebagai ‘perusak persepakbolaan Italia’.


Ahn kemudian dicoret dari daftar pemain Perugia. Tak lama berselang, setelah dikecam dunia karena dianggap diskriminatif dan rasialis, manajemen Perugia meralat pencoretan Ahn. Namun, Ahn sudah patah arang dan tak mau lagi kembali ke klubnya. Ahn yang di Korsel dianggap sebagai pahlawan lalu memilih bergabung dengan klub Shimizu S-Pulse dari Jepang. Penyerang timnas Korsel itu berturut-turut pindah ke klub Yokohama Marinos (Jepang), FC Metz (Prancis), MSV Duisburg (Jerman), dan Suwon Samsung Bluewings (Korsel).


13 tahun yang lalu, Korea Selatan memastikan diri melangkah ke babak perempat-final Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Italia 2-1 lewat sistem golden goal. Di pertandingan itu, sosok yang mencuri perhatian adalah penyerang Ahn Jung Hwan. Bermain di Daejeon World Cup Stadium, Korea yang dilatih pelatih Guus Hiddink mendapatkan kesempatan mencetak gol di menit awal setelah Christian Panucci melanggar Seol Ki-Hyeon di kotak terlarang. Akan tetapi, eksekusi yang diambil Ahn bisa ditepis oleh kiper Gianluigi Buffon.


Italia mengejutkan publik tuan rumah tak lama berselang melalui gol yang dicetak penyerang Christian Vieri. Dalam hal ini, pemain bernomor punggung 21 itu mampu menanduk bola hasil kiriman sepak pojok Francesco Totti untuk kemudian membawa Azzurri memimpin 1-0 hingga babak pertama berakhir.


Tampak akan melangkah ke babak berikutnya, Italia justru dikejutkan oleh penyerang Seol Ki-Hyeon yang sukses memperdaya Buffon di menit ke-88 menyusul kelengahan Panucci dalam melakukan clearance. Pertandingan pun dilanjut ke babak tambahan waktu yang kala itu memakai sistem golden goal, di mana tim pertama yang mencetak gol setelah waktu normal dinyatakan sebagai pemenang.


Di waktu tambahan, tepatnya menit ke-103, wasit Byron Moreno asal Ekuador menghadirkan kontroversi ketika ia memberi Totti kartu kuning keduanya di hari tersebut setelah pemain AS Roma itu dianggap melakukan diving guna memenangkan penalti.


Dengan sepuluh pemain tersisa di lapangan, Italia sejatinya bisa mengimbangi tuan rumah dan melakukan gempuran. Akan tetapi, Ahn, yang waktu itu merupakan pemain di Perugia, menghadirkan drama tak terkira dengan ia yang mencetak gol kemenangan di menit ke-117 melalui sundulan kepala.


Korea lantas dinyatakan sebagai pemenang dan lolos ke putaran berikutnya sampai melaju ke semi-final sebelum langkah mereka dijegal Jerman dan akhirnya mengakhiri turnamen sebagai tim terbaik keempat. Setelah keberhasilan tersebut, Ahn, yang dianggap sebagai pahlawan di negaranya, justru mendapati dirinya didepak oleh Perugia karena dianggap sebagai perusak persepakbolaan Italia.


Setelah mendapat perlakuan seperti demikian, Ahn yang didepak jajaran manajemen Perugia memutuskan untuk kembali berkarier di Asia dengan memperkuat Shimizu S-Pulse dan Yokohama F. Marinos. Ahn yang kini berusia 39 tahun mengakhiri kariernya pada 2011 silam bersama klub Tiongkok, Dalian Shide.