Meski Tanpa Lengan, Pria Ini Tak Menyerah dan Terus Berusaha

Ia tak mau menyerah apalagi meratapi nasib sebagai orang dengan kebutuhan khusus. Sudah 12 tahun lamanya ia menjalani profesi sebagai penjual tape keliling.
0
Meski Tanpa Lengan, Pria Ini Tak Menyerah dan Terus Berusaha
0 (0%) 0 votes
penjual tape tanpa tangan

Seorang pedagang tape keliling bernama Sugeng (37) yakni seorang warga Ladang Bambu, Jalan Bunga Kardiol, Simpang Tuntungan, Kota Medan, dengan suara khasnya, ia menjajakan tape ubi dan pulut hitam (ketan hitam) dengan dibungkus daun pisang keliling perumahan.

 

Sugeng yang tak memiliki kedua tangan ini berjuang bertahan hidup dengan menjual tape keliling. Ia tak mau menyerah apalagi meratapi nasib sebagai orang dengan kebutuhan khusus. Sudah 12 tahun lamanya ia menjalani profesi sebagai penjual tape keliling.

 

“Daripada jadi pengemis yang menjual kecacatan dan mengharapkan belas kasihan orang, malu lah. Orang kita masih bisa kerja, kok. Dulu, aku masih naik sepeda, delapan tahun juga itu. Sekarang sudah bisa naik kereta (sepeda motor). Ini orang bengkel yang buatin gerobakku, stangnya dibuat khusus,” kata Sugeng.

Source: ramadhan.kompas.com

 

Tape

 

tape-singkong
Source: kiat-sehat.com

 

Adapun harga tape yang ia jual cukup murah. Hanya Rp 1.000/buah. Paling mahal pun hanya Rp 2.000/bungkus yakni untuk sebungkus tape ubi.

 

Tape ini dibuat oleh ibunya. Rasanya sangat manis sehingga banyak yang menyukainya. Apalagi kalau Sugeng sudah datang ke kompleks ini, ibu-ibu pasti langsung memborong habis dagangan Sugeng.

 

“Manis tapenya, suka anak-anak. ditaruh di kulkas buat berbuka nanti pasti tambah enak. Sudah langganan aku, tapi baru hari ini aku tahu namanya Sugeng, biasanya panggil bang atau tape aja,” kata Boru Nasution.

Source: ramadhan.kompas.com

 

Tape

 

tape
Source: rezaraharjadmpntb.blogspot.co.id

 

“Kalau udah datang dia, langsung kuborong tapenya. Buat stok di kulkas, karena tak tiap hari dia datang ke kompleks ini. Udah itu, harganya pun murah, harga mahasiswa,” sambung ibu Yani.

Source: ramadhan.kompas.com

 

Setiap harinya, Sugeng membawa 300 bungkus tape ubi dan ketan. Apabila rezekinya bagus, semua dagangannya akan ludes terjual. Namun, pernah ia pulang dengan membawa tape-tape yang hanya laku beberapa bungkus. Saat-saat seperti itu adalah saat yang amat menyedihkan.

 

Para pembeli tape juga memaklumi keterbatasan fisik Sugeng. Apabila dalam transaksi, para pembeli akan mengambil sendiri, menghitung sendiri lalu uang pembayaran mereka akan dimasukkan ke kantong kemeja Sugeng. Sugeng pun hanya memperhatikan.

 

Sugeng

 

sugeng
Source: kompas.com

 

“Sampai saat ini langgananku baik-baik, jujur-jujur semua. Kalo pun mereka tak jujur, aku bisa apa? Mukul tak bisa aku. Tinggal orangnya lah,” ucapnya.

Source: ramadhan.kompas.com

 

Meski sedang berpuasa, ia tetap semangat berjualan. Saat ditanya apa harapannya saat Lebaran kali ini. Sugeng pun terdiam dengan raut wajah yang sedih.

 

“Ya, mudah-mudahan habis Lebaran ini jodohku datang. Apalagi lah hidup ini, kita kan ingin ada keturunan, punya keluarga. Ada teman hidup kita di hari tua nanti,” kata Sugeng pelan.

Source: ramadhan.kompas.com

 

Saat mengemudikan motor, Sugeng sengaja memasang lengan buatan dari kayu dan besi untuk diikatkan ke stang agar mempermudahnya.

 

Duh, hebat ya Sugeng ini. Bagaimana menurutmu?

 

Source: kompas.com

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2016/06/21 14:39

Sosok pirabadi yg tangguh, Memiliki semangat yg Membaja... Kekurangan mu adalah kelibihan yg di Anugrahkan Tuhan...

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori