Polda & NET Berbeda Pandangan di Kasus Taksi vs Polisi

Polda Metro Jaya memberikan tanggapan perihal tindakan polisi menilang sopir taksi. Ini reaksi NET 86.
0
Polda & NET Berbeda Pandangan di Kasus Taksi vs Polisi
0 (0%) 0 votes
26012016 NET 86 & POLDA

Komisaris Besar Mohammad Iqbal selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya memberikan tanggapannya perihal kejadian penilangan sopir taksi yang berhenti di dekat rambu dilarang parkir. Menurut Iqbal, tindakan yang telah diambil polisi itu benar untuk kepentingan umum.

 

Iqbal juga menjelaskan, masyarakat harus mencermati arti tanda dilarang parkir dan berhenti. Karena pada dasarnya, kedua tanda itu dibuat untuk menghindari kemaceran dan kecelakaan karena apa yang dilakukan polisi itu untuk kepentingan umum.

 

Iqbal pun tidak menampik adanya perdebatan yang terjadi. Tapi, meskipun demikian, Iqbal memina perdebatan yang terjadi antara polisi dan sopir taksi ini tidak berlarut-larut.

 

Polda

 

polda

 

Source: metro.tempo.co

 

“Jika beranggapan tindakannya benar, ada ruang untuk berargumentasi di pengadilan,”

 

Video seorang sopir taksi yang terekam tengah ditilang polisi lalu lintas saat sang sopir taksi berhenti di bawah rambu yang menunjukan dilarang parkir turut menjadi viral karena terlihat sang sopir yang paruh baya serta dua orang polisi lalu lintas beradu argument terkait dengan arti rambu berhenti dan parkir.

 

Sopir Taksi

 

sopir

Peristiwa yang dalam tayangan itu diunggah ke YouTube dengan judul “Polisi Tegas Masuk TV VS Supir Mengerti Undang-Undang, Berhenti Atau Parkir?”. Polisi menilang sopir tersebut karena dianggap melanggar rambu dilarang parkir. Sedangkan sopir beranggapan ada perbedaan antara arti berhenti dan parkir.

 

Instagram NET 86

 

net

 

Source: www.instagram.com

 

Namun, tayangan yang berasal dari acara NET 86 ini pun berhasil mendapat tanggapan dari sang pemilik acara. Lewat akun instagram 86netmedia mengatakan,

 

“Disitu memang hanya larangan lambu dilarang parkir, tidak ada rambu larangan stop/berhenti,kenapa disitu ngga ada rambu larangan stop/berhenti karena disitu ada pasar dan aktifitas ekonomi, sudah pasti akan banyak aktifitas masyarakat disana, dan taksi tersebut berhenti dan tidak merintangi kendaraan yg lain sesuai pasal 105 ayat B. Harusnya cukup polisi tersebut hanya dengan memerintahkan taksi tersebut untuk jalan tidak berhenti disitu tanpa harus ditilang, memang terjadinya kesalahan pada proses tilang oleh polisi waktu itu. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya.”

 

Weleh.. jadi berbeda pandangan gini ya. Bagaimana menurutmu?

 

Source: metro.tempo.co

Hello Comment 8Sort by


user Anonim
2016/01/27 10:05

Namanya aja POLISI....Pol-pole yo di apusi.......ya namanya juga namanya yg komentar atasanya POLISI yg pasti lah doi ngebeka instasinya....sekali lagi hukum di Indonesia ini masih khusus buat yg punya pangkat jabatan,pebisnis ato konglomerat aj....kalo buat kita2 yg orang sipil apalagi yg miskin ya tetep aja buntut2nya kita sndri yg babak belur....dan pasti kasusnya cepet bgt diselesaikan (sipil)....makanya buat saya polisi dari masa ke masa mah sami mawon....DAMN I LOVE INDONESIA

user Anonim
2016/01/27 10:04

polisi juga banyak melanggar lalu lintas...pejabat juga banyak dan sering melanggar lalulintas..kenapa tidak di tilang

user Anonim
2016/01/27 10:00

Eelehhh....polisi ngga mau kalah...dasar kepala batu...

user Anonim
2016/01/27 04:44

Polisi yg gk mengerti undang-undang wkwkwkwk

user Anonim
2016/01/27 03:13

Polisi polisi
Indonesia oh indonesia

Masih segen ke TNI MARINIR gua mah ketimbang POLISI



Load more comment...
Load more all comment...

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori