Petani Asal Bantul Ini Jadi Tamu Kehormatan di Italia

Siapa sangka karena pisang, petani asal bantul ini akan berangkat ke Italia pada bulan September ini!? Penasaran, ayo simak pisang—eh—berita berikut!
0
Petani Asal Bantul Ini Jadi Tamu Kehormatan di Italia
0 (0%) 0 votes
pisang_dhvddg_20160801_233153

Pisang, merupakan jenis buah yang tergolong sederhana namun kaya akan vitamin dan mineral. Banyak para ahli kesehatan mengatakan, mengkonsumsi buah pisang dapat membantu melancarkan pencernaan.

 

Namun pernahkah anda mengetahui bagaimana buah kuning nan manis tersebut ditanam. Dan percayakah anda jika varietas tanaman pisang di Indonesia akan menjadi terkenal di seluruh dunia.

 

Adalah Lasiyo Syaifudin, seorang petani pisang asal Bantul, ia mendapat sebuah kesempatan untuk memperkenalkan pisang serta teknik budidaya kehadapan dunia internasional.

 

Sekitar bulan September mendatang Lasiyo akan berangkat ke Italia untuk mengikuti sebuah pertemuan yang bernama SGTM (Salone del Gustro Terra Madre). Dirinya akan diberangkatkan oleh kelompok Slow Food Yogyakarta yang memang sedang fokus terhadap keberagaman tanaman yang bernama latin Musa Paradisiaca yang ada di Indonesia.

 

Kelompok tersebut tertarik pada Lasiyo beserta rekan tani lainnya di Dusun Ponggok yang telah lama menggeluti bidang pertanian sejak tahun 1997. Diakui pula oleh Lasiyo, dirinya merasa sangat bangga bisa mewakili petani Indonesia untuk mengikuti sebuah pertemuan yang sangat bergengsi.

 

Ia juga mengatakan, “Disana, saya akan mempresentasikan budidaya pisang lokal, selain itu juga mengenai cara bercocok tanam, hingga pembuatan pupuk organik. Ada empat video yang akan saya bawa, semuanya tentang pisang.”

 

Dalam pertemuan tersebut SGTM 2016 akan mempertemukan orang-orang dari seluruh dunia yang memang sangat mencintai bumi (Loving Earth), dan selalu ingin bersahabat dengan alam. Agar bisa tercipta sebuah keharmonisan tersendiri.

 

Anggota Slow Food dan Koordinator Ark of Taste dan Presidia Pisang, Amaliah mengatakan, Lasiyo adalah orang yang terpilih menjadi wakil petani dari Yogya untuk mengikuti acara pertemuan yang diadakan di Italia, hal tersebut dikarenakan sejumlah jenis pisang yang ia kembangkan.

 

Dijelaskan juga oleh Amaliah, hingga saat ini telah ada sekitar 300 jenis pisang di wilayah kebun Plasma Nutfah yang terletak di bagian Selatan kota Yogyakarta. Disamping itu, adanya desa pisang di wilayah Kabupaten Bantul, lebih tepatnya di Dusun Ponggok, Sidomulyo, Bambanglipuro dari tahun 1997. Kelompok petani pisang Dusun Ponggok yang beranggotakan tujuh orang aktif dan luas lahan mencapai 0,5 hektar tersebut berupaya melestarikan sekitar 12 jenis pisang yang berbeda.

 

Dalam usaha taninya, kelompok ini menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dengan menggunakan agen hayati untuk melindungi serta memperkuat tanaman pisang.

 

sumber: tribun

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori