Petani Diajari Bercocok Tanam Yang Benar Oleh Polisi

Menurut Brigadir Sukmawadi, menjadi petani merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat setempat di wilayah ia bertugas.
0
Petani Diajari Bercocok Tanam Yang Benar Oleh Polisi
0 (0%) 0 votes
sukmawadi

Meski pimpinan polisi di Jakarta sedang bereuforia dengan beberapa proses pelantikan. Brigadir Sukmawadi (31) sedang bertugas sebagai anggota Kepolisian Sektro Adonara Timur. Brigadir Sukmawadi malah sedang fokus dalam mengolah lahan pertanian bersama dengan warga di pelosok Flores Timur.

 

Menurut Brigadir Sukmawadi, menjadi petani merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat setempat di wilayah ia bertugas. Khususnya bagi para petani. Tak hanya itu, jauh sebelum bergabung menjadi anggota Kors Bhayangkara, ia sudah tau banyak mengenai cara becocok tanam dengan baik dan benar.

 

Karena, saat masih duduk di bangku SMA, Sukmawadi yang berasal dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sudah tergabung dalam kelompok tani bersama dengan warga setempat.

 

Sudah sejak tahun 2010 Brigadir Sukmawadi mengaku mulai merintis usaha pertaniannya. Ia mulai menanam beberapa jenis tanaman seperti cabai, kol, buncis, tomat dan bawang-bawangan di lahan yang disewa bersama warga setempat dengan luas 60 meter kali 40 meter persegi.

 

“Awalnya saya sewa tanah milik warga di tempat yang namanya got hitam. Harga sewa per tahunnya Rp 600.000. Di lahan itu saya mulai tanam cabai 1.000 batang, sayur kol 5.000 batang dan tomat serta buncis. Setelah panen dan saya pasarkan, alhamdulillah saya memperoleh keuntungan hingga puluhan juta rupiah,” kata Sukmawadi.

Source: regional.kompas.com

 

Brigadir Sukmawadi

 

sukmawadi

 

Meski keuntungan yang ia terima lumayan besar, Brigadir Sukmawadi tak ingin menikmati hasil jerih parahnya sendiri. Lewat jabatanna itulah di institusi tempatnya bekera sebagai Kepala Unit Bimbingan Masyarakat, ia pun mulai melakukan sosialisasi serta testimonial kepada masyarakat setempat tentang bagaimana keuntungannya apabila berhasil mengolah lahan pertanian dengan baik dan benar.

 

Akhirnya, lewat sosialisasi itulah Brigadir Sukmawadi membentuk kelompok tani di daerah Bronjong, Adonara Timur. Kini, jumlah anggotanya sebanyak 35 orang. Ia bahkan tak tanggung-tanggung dengan membentuk dua kelompok tani di Kecamatan Ile Boleng yang dipusatkan di pemukiman Lewokeda.

 

Karena jabatannya melakukan pembinaan kepada masyarakat, ia pun beranggapan dengan dibentuknya kelompok tani ini, bersama dengan masyarakat ia bisa menikmati hasil yang positif. Baik secara ekonomi ataupun hubungan sosial.

 

Wah, semangat ya Brigadir Sukmawadi!

 

Source: kompas

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori