Ini Yang Terjadi Pada Penjahat Narkoba Sejak Dutarte Jadi Presiden Filipina

Adanya peningkatan jumlah korban narkoba ini muncul usai Duterte berjanji pada hari Senin, 5 September 2016 untuk terus melawan kecaman internasional.
0
Ini Yang Terjadi Pada Penjahat Narkoba Sejak Dutarte Jadi Presiden Filipina
0 (0%) 0 votes
filipina

Negara Filipina bisa dibilang sebagai negara yang cukup keras dalam perang melawan narkoba. Setiap harinya disana, bisa sampai 44 orang dibunuh demi memerangi narkoba. Adapun data tersebut disiarkan oleh apparat kepolisian di Manila.

 

Lalu, menurut polisi negara tersebut, adanya jumlah korban tewas terus melonjak hingga mencapai angka 3.000 orang sejak kali pertama Presiden Rodrigo duterte dilantik pada 30 Juni 2016 kemarin.

 

Sebelum-sebelumnya telah dilaporkan sebanyak 2.400 orang tewas. Lalu 900 orang diantaranya tewas sewaktu operasi polisi sedangkan sisanya yakni sebanyak 1.500 orang, tewas di luar operasi polisi.

 

Adanya peningkatan jumlah korban narkoba ini muncul usai Duterte berjanji pada hari Senin, 5 September 2016 untuk terus melawan kecaman internasional. Ia juga nantinya akan membunuh lebih banyak lagi penjahat yang ada sangkut-pautnya dalam narkoba.

 

Meninggal

 

 

Di hari itu, Duterte mengungkapkan bahwa masih ada banyak orang yang nantinya akan ia bunuh mengenai kasus narkoba di negaranya. Menurut laporan Reuters, kampanye Duterte yang mengklaim melakukan perlawanan terhadap peredaran narkoba dan juga operasi tersebut tidak akan berhenti selagi para pelaku kejahatan narkoba itu masih terus ada.

 

Sejak Duterte dilantik bulan Juni lalu hingga hari Senin kemarin, sudah 2.400 orang yang tewas terkait dalam perang melawan para bandit narkoba.

 

“Banyak yang akan dibunuh sampai bandar terakhir keluar dari jalanan. Sampai pembuat narkoba terakhir terbunuh, kami akan melanjutkannya,” kata Duterte sebelum bertolak ke Laos, Senin.

Source: internasional.kompas.com

 

Baru-baru ini, polisi Filipina sendiri mengaku sudah menewaskan 1.033 orang selama operasi anti-narkoba sejak Duterte dilantik sebagai presiden dua bulan lalu. Lalu, ada 1.894 orang tewas dalam kematian yang tak dapat dijelaskan. Setidaknya, seperti itulah menurut kepolisian.

 

Hingga hari Selasa, 6 September 2016 kemarin totalnya menjadi 2.927 orang yang tewas. Berdasarkan jumlah tersebut, ada penambahan 500 kasus apabila dibandingkan dengan data yang dirilis oleh polisi pada hari Minggu, 4 September 2016 atau rata-rata sebanyak 44 orang yang tewas setiap harinya sejak 30 Juni, hari dimana Duterte melakukan pelantikan.

 

Wah, tegas sekali ya! Bagaimana menurutmu?

 

Source: kompas

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori