Inilah Pendapatan Fantastis Dari Bos Pemilik Game Pokemon Go!

Siapa sangka bahwa berawal dari cita-cita dan impiannya sejak kecil, Hanke berhasil membuat game Pokémon Go dan mengantongi miliaran rupiah setiap harinya!
0
Inilah Pendapatan Fantastis Dari Bos Pemilik Game Pokemon Go!
0 (0%) 0 votes
john-hanke_20160722_225040

Kesuksesan game Pokémon Go memang tampaknya begitu instan dan terburu-buru. Dalam dua pekan, game besutan Nintendo itu pun mampu meraup pendapatan rata-rata Rp. 26 milar per hari dari fitur in-app purchase.

 

Hal yang lebih fenomenal, game Pokémon Go ini bahkan mampu menciptakan suatu kebiasaan baru di kalangan netizen. Selain selfie, kini banyak netizen doyan berkeliaran di jalanan untuk berburu Pokémon liar di dalam game ini.

 

Penyatuan dunia nyata dengan games virtual Pokémon Go ini dimungkinkan oleh teknologi augmented reality serta GPS. Konsep ini pun dicetuskan oleh John Hanke, pendiri sekaligus CEO Niatic Labs. Niantic Labs sendiri merupakan kerja sama antara studio game dengan Nintendo dan Pokémon Company.

“Saya selalu berpikir bisa membuat game keren dengan data GPS. Kita bisa bertualang di dunia nyata dalam basis game,” kata Hanke.

 

 

Butuh proses 20 tahun

 

 

Namun siapa sangka game ini jatuh bangun selama lebih kurang 20 tahun? Semuanya bermula pada tahun 1996, di mana Hanke masih duduk di bangku sekolah. Kala itu ia pun berhasil membuat sebuah game berjenis MMO (Massively Multiplayer Online) yang bernama Meridien 59. Hanke pun menjual game tersebut ke sebuah perusahaan konsol game 3D). Dana hasil penjualan tersebut pun lalu ia gunakan untuk mewujudkan ambisi utamanya yakni mengembangkan peta digital.

 

Tahun 2000, Hanke pun akhirnya mendirikan sebuah perusahaan pemetaan digital 3d dengan nama Keyhole. Pada tahun 2004, Google pun mencaplok perusahaannya karena melihat potensi besar dari teknologi yang dikembangkan Keyhole tersebut. Teknologi inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Google Earth. Hanke lalu diposisikan sebagai nakhoda dalam divisi Google Geo yang mencakup tiga layanan, yakni Google Earth, Google Maps, dan Google Street View.

 

Startup sendiri

 

Hanke lalu memutuskan keluar dari Google dan membuat startupnya sendiri yang dinamai Niantic Labs yang didanai oleh Google. Startup besutannya pun mulai memfokuskan diri menciptakan game berbasis peta sesuai dengan impiannya.

 

“Saya selalu berpikir bisa membuat game keren dengan menggunakan data geolokasi. Kita bisa merasakan petualangan nyata pada basis game,” kata Hanke.

 

Niantic lalu meluncurkan game perdananya yakni Ingress, yang terinspirasi dari khayalan Hanke untuk pulang dan pergi dari rumah ke kantor Google. Sayangnya game tersebut gagal merebut hati pasar.

 

Tak patah arang, Hanke pun melihat ada peluang besar dari guyonan April mop yang dibuat Google pada tahun 2014. Ia pun yakin bahwa lelucon tersebut bakal sukses jika dibuat game sungguhan.

 

Dekati investor

 

Hanke pun sadar untuk menciptakan impiannya itu, ia pun butuh dukungan investor. Ia pun mendekati Pokémon Company dan Nintento pada tahun 2015. Kedua perusahaan tersebut setuju untuk mengucurkan dana dalam pembuatan Pokémon Go.

 

Untuk mendekati Pokémon Company, latar belakang Hanke yang dulunya bekerja di Google serta CEO Pokémon Company Tsunekazu Ishihara adalah gamer sejati Ingress. Keduanya pun berkomunikasi dengan santai.

 

Sementara untuk mendekati Nintendo dilakukan dengan menyamakan visi. CEO Nintendo pada saat itu, Alm. Satoru Iwata memiliki cita-cita yang serupa yakni menjadikan masyarakat beranjak dari kursinya dan berpindah tempat saat bermain game.

 

“Mereka (Iwata dan Hanke) sama-sama setuju bahwa game harus menjadi sesuatu yang membuat keluarga bermain bersama, serta mengoneksikan orang-orang. Ini meninggalkan kesan yang kuat pada saya,” kata neuroscientic Jepang, Ryu Kawashima yang dikenal atas kemunculannya di serial video Brain Age untuk Nintendo DS dan Nintendo 3DS.

 

Nintento pun mempercayakan pembuatan game Pokémon Go ini kepada Niantic walau perusahaan mereka tengah menghadapi krisis karena penurunan penjualan konsol game. Hanke pun berhasil mengumpulkan dana 25 juta dollar AS atau sekitar Rp. 328 miliar dari Google, Nintendo, Pokémon Company, dan investor lain yang membentuk tim Pokémon Go. Ada sekitar 40 orang yang tergabung dalam tim ini.

 

 

Hanke pun lalu berhasil mewujudkan cita-citanya bersama Iwata untuk bergerak ke sana kemari ketika bermain game. Dengan ketelatenan dan fokusnya, Hanke pun berhasil mewujudkan impiannya yang kemudian menjadi trend global. Entah ide gila apa lagi yang akan dibuat Hanke!

 

sumber: tribun

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori