Pemuda Ini Jadi Jutawan Karena Salah Ambil Jurusan Kuliah

Berawal dari salah jurusan, pemuda satu ini pun memutuskan untuk DO lalu mencoba memulai bisnisnya. Siapa sangka kini ia jadi jutawan dari usaha kebabnya!
0
Pemuda Ini Jadi Jutawan Karena Salah Ambil Jurusan Kuliah
0 (0%) 0 votes
hs-1-0ab9fd868ef136c63ad96a9d758b2440

Yang namanya nasib dan rezeki siapa sih yang bisa menebak? Ya karena semua itu kan bagian dari misteri kehidupan. Manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan-lah yang menentukan, itulah kata kata yang diajarkan oleh para orang tua terdahulu.

 

Handy Setiono

 

Adalah Hendy Setiono, pria kelahiran 30 Maret 1983 Surabaya, dia tak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi pengusaha muda yang sukses dengan bisnis makanan yang dijajakannya.

 

Kebab Baba Rafi makanan yang telah membumi di Tanah Air ini adalah bisnis makanan yang dijalani oleh Hendy. Kesuksesan ini pun tidak datang dengan begitu mudah, Hendy Setiono harus merasakan pahit getir serta asam garam kehidupan dalam merintis usaha ini

 

Handy Setiono pengusaha sukses yang putus sekolah

 

 

Bakat dalam bidang bisnis memang telah dimiliki oleh Hendy semenjak ia masih duduk di sekolah dasar, dirinya memang tergolong orang yang produktif, ia mampu mencari celah dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Berbeda dengan rekan sepantarannya, baginya apapun yang menguntungkan akan ia lakoni termasuk aksesoris motor yang pada waktu itu memang sedang naik daun.

 

Hendy pun mengisahkan saat itu dirinya tidak terlalu serius menggeluti bisnis dagang aksesoris, pekerjaan itu dilakoni lantaran hanya sebatas hobinya berdagang dan usaha itu pun tak berlangsung lama.

 

Ketika memasuki masa-masa kuliah Hendy pun mulai serius dalam berbisnis, pertama-tama ia mencoba mengadu peruntungan dengan membuka outlet burger yang diberi nama Yummi Burger, usaha ini dijalaninya sambil kuliah.

 

 

Dengan susah payah Hendy membangun bisnis ini, dan pada akhirnya keberhasilan pun datang namun kesuksesan itu ternyata hanya sesaat dan bertahan tidak lebih dari satu tahun yang dikarenakan munculnya brand burger baru di Surabaya. Keadaan itu pun terpaksa membuat Hendy harus berlapang dada menerimanya.

 

Kepahitan ini pun tak lantas membuat ia menyerah, di saat teman sebayanya tengah sibuk mengerjakan tugas kuliah, nongkrong dan happy-happy ia justru mengambil dua keputusan besar. Yang pertama fokus dan konsisten menekuni bisnis makanan pasca pailitnya usaha burger dan beralih ke bisnis makanan yang belum dikenal yaitu kebab, dan pilihan kedua tergolong nekat, ia memutuskan untuk OD (Out Dewe/keluar sendiri) dari kuliahnya. Baginya Pendidikan bukanlah jaminan untuk sukses, memang pandangan yang berbeda dengan orang lain.

 

Hendy mengakui bahwa dirinya memang salah jurusan. Dalam dirinya terdapat jiwa seorang entreprenuer namun ia malah memilih kuliah di jurusan teknik. Ia bercerita bahwa ia memutuskan kuliah karena ingin memenuhi keinginan orang tua. Ia pun memilih melanjutkan ke ITS.

 

Utang gerobak

 

Pada awalnya, Hendy mencoba peruntungannya berjualan kebab dengan gerobak kecil bermodal 4 juta rupiah. Modal ini pun ia pinjam dari adik perempuannya pada tahun 2003 silam. Hendy bercerita inspirasi berjualan kebab didapat ketika ia mengunjungi Qatar. Ada banyak sekali outlet kebab di sana dan ia merasa hal ini merupakan peluang yang baik untuk pasar Indonesia, hanya saja Hendy perlu mencocokkan dengan lidah nusantara.

 

Tak lama, gerobak kecil Hendi pun menjadi besar. Ia pun sukses dengan brand Kebab Baba Rafi yang terkenal di kalangan warga Surabaya. Ia lalu menjadikan kebab besutannya menjadi franchise di tahun 2005.

 

Karena kegigihannya itulah, Hendy pun diganjar dengan penghargaan The World’s Biggest Kebab Chain. Setelahnya beragam penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri berdatangan menambah deretan prestasinya.

 

Enam depot di kota besar lalu luar negeri

 

Usaha Hendy pun berbuah manis di tahun 2015. Setelah jatuh bangun bahkan sampai mengorbankan kuliahnya, ia pun kini berhasil memiliki enam depot di kota besar seperti Bogor, Serang, Indramayu, Mojokerto, Sidoarjo, dan Bali. Hendy pun mencoba mengekspansi bisnis kebabnya ke kancah internasional hingga Malaysia, Filipina, Cina, Sri Lanka, dan ia berencana ingin menjangkau Singapura, Brunei Darussalam, dan Belanda.

 

Wah hebat bener ya si Hendy ini! Hello-pet salut sama dia nih! Kalo kamu punya ide bisnis, coba aja, mana tahu kamu bisa jadi Hendy yang kedua. Eits, ingat loh, kesusksesan tersebut juga gak bisa didapat dengan instan. Alon alon asal kelakon!

sumber: idntimes

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori