Pelaku Penipuan Online Bahkan Sudah Berani Jaminkan KTP!

0
Pelaku Penipuan Online Bahkan Sudah Berani Jaminkan KTP!
0 (0%) 0 votes
penipuan online dengan ktp

Penipuan melalui situs jual beli di internet marak terjadi di Indonesia.  Dengan berbagai cara, pelaku berupaya meyakinkan calon korban dengan sejuta muslihat.  Entah sudah berapa kali, tidak terhitung jumlah orang yang pernah jadi korban tipu jahat tersebut.  Kali ini, penipuan melibatkan salah satu situs terkenal di Indonesia.

 

Beberapa hari yang lalu penipuan kembali terjadi.  Kali ini yang menjadi korban adalah Md (32).  Md sempat terperdaya saat melihat iklan di situs OLX.co.id pada hari Jumat (28/8) alalu.  Sat itu pelaku yang mengaku bernama Hendrk Witarsa memasang iklan menjual velg mobil Honda Jazz tahun 2013 sekaligus ban dengan harga Rp 3 juta.  Di situs, pelaku mencantumkan pin BBM dan nomor telepon.  Keduanya berkomunikasi melalui chatting BBM.  Ketika melakukan nego harga, keduanya sepakat velg itu dibeli dengan harga Rp 2.750.000.  Saat itu pelaku berjanji harga termasuk ongkos kirim melalui jasa pengiriman JNE.

 

Pelaku meminta korban membayar lunas dengan cara mentransfer.  Tapi korban menolak.  Pelaku kemudian mengatakan, “Saya kalau nggak butuh uang untuk biaya nikah juga nggak bakal jual, Mas.  Namanya jual beli lewat online ya modalnya kepercayaan, Mas.  Saya nggak bakal tipu Mas.  Jadi transfer saja, saya langsung kirim kok siang ini.”

 

Tetapi korban bersikukuh tidak mau bayar.  Lalu pelaku meminta DP sebesar Rp 200 ribu.  Pelaku juga menjaminkan KTP-nya yang berinisial Hendrik Witarsa dengan alamat Kebon Jati No 122, RT 008 RW 04 Kebon Jeruk, Bandung, Jawa Barat.  Pelaku juga memberikan nomor telepon dan dua nomor rekening bank untuk pembayaran DP. Dua nomor rekening itu adalah Rekening BRI atas nama Hendrik Witarsa dan Rekening BNI atas nama Listianawati.  Md kemudian menyetujui dan mengirim dana sebesar Rp 200 ribu pada Hendrik.

 

penipuan online

source: merdeka.com

 

 

Pelaku pun kemudian mengirim pesan, mengabarkan bahwa barang telah dikirim dan akan sampai hari Senin (31/8).  Dia juga mengirimkan nomor resi.  Namun hari Minggu pelaku meminta kepada korban untuk membayar setengah dari total nilai yang harus dilunasi.  Korban sempat menolak, hingga akhirnya pelaku mengancam akan minta JNE untuk cancel kirim barang.  Pelaku sempat mengeluh sedang kesulitan karena mau menikah, yang membuat korban akhirnya luluh dari mengirim Rp 1 juta.

 

Pelaku menghubungi lagi melalui BBM pada hari Senin, mendesak korban untuk membayar pelunasan.  Alasannya barang yang dikirim ditahan pihak JNE karena tidak ada bukti pelunasan antara penjual dan pembeli.  Korban yang merasa curiga kemudian menelepon pelayanan konsumen JNE dan menanyakan status pengiriman barang.  Merasa ditipu, korban sempat debat panas dengan pelaku selama 4-5 jam.  Pelaku juga menantang korban yang mau lapor polisi.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal kemudian meminta korban untuk segera melapor pada polisi agar kasus ini bisa segera ditindaklanjuti.

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori