Miris! Pasangan Jompo Ini Hidup Telantar Setelah Ditinggal Anak-anaknya

Sementara sanak saudara mereka tak bisa lagi diharapkan untuk membantu karena sudah terpisah-pisah dan merantau ke berbagai daerah demi mencari kehidupan baru.
0
Miris! Pasangan Jompo Ini Hidup Telantar Setelah Ditinggal Anak-anaknya
0 (0%) 0 votes
pasangan jompo

Di masa tua, pasangan Zawi dan Selah harus hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Tanpa adanya anak dan harta benda, pasangan 70 tahun ini harus bertahan hidup dengan menggantungkan hidupnya kepada bantuan warga sekitar.

 

Warga Desa Batu Kereta Atas, Kabupaten Bangka Tengah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dulunya bekerja serabutan sebagai tukang bangunan dan buruh tani. Karena itulah mereka tak memiliki cukup bekal di usia senja.

 

Mereka pun terpaksa bergantung pada belas kasih dermawan. Sementara sanak saudara mereka tak bisa lagi diharapkan untuk membantu karena sudah terpisah-pisah dan merantau ke berbagai daerah demi mencari kehidupan baru.

 

Kondisi memprihatinkan juga terlihat dari dalam rumah. Bau busuk pun menyengat. Beberapa warga pun kerap membantu dalam membersihkan rumah. Namun tetap saja kembali kotor dengan menimbulkan bau tak sedap.

 

Pengelola Pusat Kesehatan Desa pun merasa iba melihatnya. Lalu, dibawa lah Zawi untuk menjalai perawatan medis. Sementara Selah sering terlihat depresi dan tak mau didekati orang lain. karena itulah Selah harus bertahan untuk tinggal di rumah semi permanen yang merupakan bantuan dari pemerintah tanpa ada yang menemani. Menurut dugaan warga, Saleh menderita depresi dan gangguan kejiwaan.

 

Kunjungan warga

 

pasangan jompo

 

Rencananya, perawatan pasangan lanjut usia ini akan diserahkan ke panti jompo dan rumah sakit jiwa.

 

“Dari pemeriksaan kami, kedua pasangan ini tampaknya tertekan karena kondisi kehidupan yang tidak baik. Mereka juga mengalami dehidrasi dan kurang nutrisi,” ujar bidan Desa Kereta, Juita.

Source: regional.kompas.com

 

Berbagai bantuan mulai dari perawatan medis dan juga makanan pun sudah diberikan. Adapun kebijakan dari petugas kesehatan adalah menentukan salah satu warga yang bisa mendampingi pasangan lanjut usia ini secara berkelanjutan.

 

“Kami berharap ada nantinya dari warga yang bisa membantu setiap hari. Mungkin dibayar tapi alakadarnya,” kata Juita.

Source: regional.kompas.com

 

M Qadafi selaku Kepala Urusan Umum Desa Batu Kereta Atas mengatakan akan dilakukan gotong royong untuk membersihkan rumah serta memandikan mereka. Nantinya pihak desa juga akan mencoba untuk menghubungi pihak keluarga agar tidak ada kesalahpahaman.

 

Pihak desa juga akan berusaha menghubungi pihak keluarga agar saat perawatan nanti tidak menimbulkan kesalahpahaman.

 

Source: kompas

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori