Parlas Nababan, Hakim Yang Melindungi Pembakar Hutan

Selain menolak gugatan, sidang yang diketuai hakim Parlas Nababan ini juga membebankan biaya perkara kepada pihak penggugat senilai..
0
Parlas Nababan, Hakim Yang Melindungi Pembakar Hutan
0 (0%) 0 votes
thumb-hakim

Kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagai penyebab kabut asap yang memporak-porandakan angkasa dengan asap pekat penyesak napas hingga rentang waktu yang paling lama telah menyebabkan banyak kerugian.

 

Baik secara ekonomi, sosial maupun kesehatan, bahkan telah jatuh korban jiwa dimasyarakat sebagaimana yang diberitakan media massa belakangan ini.

 

Lingkaran setan dalam kasus pembakaran lahan sudah menjadi rahasia umum. Lingkaran setan itu bermula dari keserakahan perusahaan kelapa sawit yang ingin membuka lahan. Dengan rapi mereka memerintahkan oknum-oknum untuk membakar hutan di kawasan tertentu yang dipandang paling sesuai untuk lahan kelapa sawit. Ketika kebakaran sudah terjadi dan menjadi musibah bagi banyak orang, perusahaan-perusahaan kelapa sawit itu akan berpura-pura tidak bersalah atas pembakaran hutan.

 

 

Hutan yang sengaja dibakar

 

 

 

fakta-kebakaran-hutanSource: Blog.act

 

 

Jika ada bukti-bukti yang mengarah pada mereka, sejumlah dana besar telah mereka siapkan untuk menutup mata, hati dan mulut para aparat penegak hukum yang berwenang.

 

Ya, itulah kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi yang terjadi saat ini. Majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang menolak gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas PT Bumi Mekar Hijau (BMH). Setelah sebelumnya, kementerian menuntut ganti rugi senilai Rp 7,8 triliun.

 

Sebagaimana disadur Tempo, dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Parlas Nababan menilai penggugat tidak dapat membuktikan unsur kerugian negara. “Kehilangan keanekaragaman hayati tidak dapat dibuktikan,” kata Parlas Nababan, Rabu, 30 Desember 2015. Dalam pertimbangan lainnya, majelis hakim menerangkan jika lahan bekas terbakar masih bisa ditanami dan ditumbuhi kayu akasia. Hal itu diketahui dari hasil uji laboratorium yang diajukan tergugat.

 

 

 

Hakim Parlas Nababan

 

 

 

parlas nababanSource: Print.kompas

 

 

Selain itu, majelis hakim beralasan, pihak PT BMH tidak terlibat langsung, melainkan menunjuk pihak ketiga dalam melakukan penanaman. Dengan demikian tidak ada hubungan kausal antara kesalahan dan kerugian akibat kebakaran hutan di sana.

 

Selain menolak gugatan, sidang yang diketuai hakim Parlas Nababan ini juga membebankan biaya perkara senilai Rp10,5 juta kepada penggugat yang tak lain adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Gugatan atas perusahaan pembakar hutan ini dilayangkan Kementerian Kehutanan pada Februari 2015. Sidang pertama PT BMH di PN Sumatera Selatan telah dimulai pada Maret 2015.

 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Putusan hakim, kata dia, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kata dia, semua fakta-fakta kerugian akibat kebakaran hutan yang diajukan pemerintah tidak menjadi pertimbangan majelis hakim.

 

 

 

Akibat kebakaran hutan

 

 

 

bakar hutanSource: DW

 

 

Rasio menambahkan, keberadaan perusahaan seperti PT BMH, terbukti merusak lingkungan dan kesehatan rakyat banyak. Tak hanya KLHK saja yang geram atas ulah sang hakim, bahkan keputusan PN Palembang ini juga dikecam oleh direktur WALHI Sumatera Selatan, Hadi Jatmiko, yang mengatakan jika putusan hakim menjadi bukti bahwa tidak ada keseriusan dari badan penegak hukum dalam menindak pelaku perusakan lingkungan.

 

 

“Entah apa yang ada di pikiran hakim sehingga membebaskan PT BMH dari tuntutan penggugat, dengan alasan kebakaran di wilayah konsesi tergugat tidak menyebabkan kerusakan lingkungan” kata Hadi.

Source: www.bbc.com

 

 

Mendengar putusan majelis hakim ini, tim penasihat hukum KLHK yang diketuai Umar Suyudi memutuskan untuk mengajukan banding.

 

 

Wedann!! Kata hakim Parlas : Bakar hutan itu tidak merusak lingkungan hidup karena masih bisa ditanami lagi. Bagaimana menurutmu? Setujukah kamu dengan peryataan hakim yang kerap memakai arloji mewah ini?

 

 

Mari share kesemua temanmu! Selamatkan hutan Indonesia.

 

 

Source : Tempo

 

 

Hello Comment 2Sort by


user Anonim
2016/05/31 15:03

katanya mau naik banding

kapan naiknya

gak ada kelanjutannya lagi

udah case closed nih

pemerintah gila ya kok diem aja

jk juga bilang pemerintah memastikan banding

mana buktinya

user Anonim
2016/01/05 23:47

Hakim Parlias nasabahnya itu lulusan sekolah mana tuh ... Bilang nya tdk ada kerugian negara.. Coba suruh hitung berapa banyak pohon2 yg terbakar apa bila di olah dan di ekport mendatangkan pemasukan negara jutaan dolar ... Lalu berapa banyak biaya yg di keluarkan negara untuk memadamkan api ... . . ..., berapa banyak negara lain yg komplen Indonesia karena asap ..., berapa banyak biaya yg di keluarkan masyarakat untuk kaya berobat akibat sakit Ispa ...? Berapa banyak penerbangan yg batal akibat kabut asap .. Bahkan sampai ada helikopter yg jatuh di danau Toba ..? Bukan rahasia umum baik di Sumatra , Kalimantan , dll dimana ada perusahaan perkebunan kelapa sawit semua hutannya terbakar ... Bahkan bukan hanya sekali tetapi setiap tahun berulang terjadi bila di jumlahkan miliaran dolar kerugian negara kita akibat di bakar oleh perusahaan asing .. Kog masih di bilang tdk ada kerugian .. Tega benar engkau rela negaramu Indonesia di bakar oleh orang asing ... Kira2 bisakah TKI dari Indonesia membakar habis hutan di Malaysia dll ... Kalau ada pasti sdh di hukum mati oleh mereka berarti Anda rela negaramu di bakar demi lembaran dolar untuk makan anak istrimu ya...... Ingat setiap perbuatan tidak benar sekali kelak harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan... Anda hakim dunia harus mempertanggung jawabkan di hadapan hakim Sorga .... Kalau Anda membela kejahatan maka kejahatan itu akan dituntut kan pada Anda di hadapan Tuhan.... Semua manusia akan kesana mempertanggung jawabkan

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori