Inilah Oleh-oleh Khas Papua Yang Jadi Favorit Turis

Nasrulah mengakui bahwa ukiran Asmat, koteka dan lukisan kulit kayu juga banyak dipesan oleh pelanggan ataupun pengunjung yang datang untuk membeli langsung.
0
Inilah Oleh-oleh Khas Papua Yang Jadi Favorit Turis
0 (0%) 0 votes
noken

Salah satu hasil kerajinan khas Papua yang paling banyak dicari dan dibeli oleh turis asing serta lokal apabila berkunjung ke Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua adalah Noken. Noken adalah tas tangan rajutan khas Papua.

 

Pengelola toko Papua Art, Ayu, yang menyuguhkan kerajinan tangan di kompleks Pasat Hamadi Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura pun membenarkan hal itu.

 

“Biasanya pengunjung atau turis lokal dan asing membeli noken sebagai ‘oleh-oleh’ buat sanak keluarga,” katanya di tengah kesibukan membersihkan dagangannya.

Source: travel.kompas.com

 

Ia pun menjelaskan bahwa noken memiliki banyak ciri khas atau jenis serta kegunaan. Tergantung dari daerah mana yang ingin dicari. Seperti noken dari suku Asmat yang mempunyai ciri khas bulu burung kasuari atau bulu burung elang atau ayam.

 

Selain itu ada noken dari daerah Megapo yang meliputi Kabupaten Nabire, Dogiyai, Intan Jaya serta Deyai yang rata-rata terbuat dari kulit anggrek yang harganya bisa sampai jutaan rupiah.

 

Noken

 

noken
Source: kompas.com

 

“Kalau noken dari Lapago atau daerah Jayawijaya itu terbuat dari akar atau kulit pohon dan daun pandan hutan. Bahkan yang banyak beredar itu terbuat dari benang yang dirajut hampir sama dengan noken dari PNG terbuat dari benang wol,” kata Ayu.

Source: travel.kompas.com

 

Nasrulah, rekan Ayu juga mengakui bahwa ukiran Asmat, koteka dan lukisan kulit kayu juga banyak dipesan oleh pelanggan ataupun pengunjung yang datang untuk membeli langsung.

 

“Kalau harga untuk ukiran Asmat mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Kalau koteka mulai Rp50 ribu hingga seratusan ribu. Sementara lukisan kayu mulai Rp150 ribu hingga jutaan rupiah,” kata Nasrulah.

Source: travel.kompas.com

 

Kalau di Dani Art, menurut Syarif ikat kepala burung Cendrawasih lah yang paling banyak dipesan oleh turis ataupun pelanggan.

 

“Harganya mulai Rp350 ribu hingga Rp2 jutaan. Rata-rata dipesan untuk menyambut tamu atau ada acara adat dan juga ada yang dijadikan buah tangan,” katanya.

Source: travel.kompas.com

 

Adapun tempat penjualan kerajinan tangan khas Papua yang terletak di Kompleks Pasar Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura memiliki jarak kurang lebih 6-8 kilometer dari pusat kota. Kalau dari Bandara Sentasi sendiri, berjarak kurang lebih 45 kilometer.

 

Unik sekali ya hasil kerajinan suku di Indonesia!

 

Source: kompas.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori