9 Objek Wisata Anti Mainstream di Geopark Ciletuh Sukabumi

Ternyata tanah yang terdiri dari batuan paling tua di Pulau Jawa, ada di kawasan wisata ini lho. Bahkan dianggap surga tersembunyi di Jawa Barat. Simak yuk!
0
9 Objek Wisata Anti Mainstream di Geopark Ciletuh Sukabumi
0 (0%) 0 votes
ciletuh 18

Dulunya, kawasan Nusantara ini merupakan dua dataran besar. Yang pertama disebut Dataran Sundamerupakan anak benua dari benua Asia dan menjadi cikal bakal dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Kedua adalah Dataran Sahul yang merupakan cikal bakal Sulawesi, Papua, dan Australia. Kemudian perlahan-lahan, seiring dengan naiknya permukaan air laut, pergeseran lempeng bumi, dan perubahan iklim yaitu berakhirnya Zaman Es, maka dua wilayah ini kemudian menjadi wilayah kepulauan yang sekarang dikenal sebagai Nusantara.

 

 

Ternyata, jejak perjalanan Dataran Sunda dari segi geologi masih dapat kamu temukan di kawasan wisata Geopark Ciletuh. Kawasan wisata Geopark Ciletuh berlokasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurut penelitian para ahli geologi, kawasan Ciletuh ini termasuk salah satu kawasan batuan tertua di Pulau Jawa yang dulunya adalah dasar laut. Bentang alam kawasan wisata Geopark Ciletuh ini menyerupai amphitheater raksasa yang berbentuk seperti tapal kuda dan menghadap ke Samudra Hindia.

 

 

Kawasan Geopark Ciletuh ini dikelilingi perbukitan yang hijau dan juga memiliki setidaknya lebih dari enam air terjun yang tersebar di antara tebing bebatuan kawasan ini, sebagai hasil proses geologi selama jutaan tahun. Kawasan ini kemudian dikenal sebagai surga tersembunyi di Jawa Barat. 

 

ciletuh 1

Peta wisata kawasan Geopark Ciletuh via: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org

Secara geologi, kawasan Geopark Ciletuh ini termasuk pada Jalur Pegunungan Selatan yang didominasi oleh batuan Formasi Jampang, yaitu unit batuan yang terdiri atas breksi gunung api, tuf dengan sisipan lava berselingan dengan batu pasir, batu lempung dan napal, yang berumur antara Oligosen Atas – Miosen Bawah, atau sekitar 25 juta tahun hingga 15 juta tahun. Sementara Ciletuh sendiri merupakan satu-satunya komplek batuan tertua yang tersingkap di Jawa Barat, yang batuannya mencapai umur lebih dari 50 juta tahun (Pra Tersier).

 

 

Untuk menuju ke kawasan Geopark Ciletuh ini, jika kamu berangkat dari Kota Sukabumi, masih memerlukan 3 sampai 4 jam lagi. Jadi jika kamu berangkat dari Jakarta atau Bandung, kamu akan menghabiskan waktu kira-kira 7 sampai 8 jam perjalanan. Untuk mudahnya, kita jadikan Kota Sukabumi sebagai titik tolak keberangkatan. Dari Kota Sukabumi, kamu harus mengambil jalan yang menuju arah Pelabuhan Ratu. Kamu bisa menggunakan rute Jalan Pelabuhan, Jalan Cibatu, Jalan Cijambe, Jalan Tegal Lega, Jalan Pelabuhan Ratu, Jalan Jampang Kulon, Jalan Waluran, Jalan Tamanjaya.

 

Untuk mengeksplorasi atau berkeliling di area Geopark Ciletuh, setidaknya membutuhkan waktu antara tiga sampai empat hari. Namun jika kamu hanya memiliki waktu satu hari, kamu bisa juga mengunjungi salah satu dari beberapa surga tersembunyi yang ada di kawasan wisata ini. Bila kamu ingin mengeksplorasi tempat ini, mengingat medan di kawasan Geopark Ciletuh ini berat, sebaiknya kamu menggunakan kendaraan yang bisa digunakan untuk offroad atau 4 WD.

 

 

Untuk saat ini, kawasan Geopark Ciletuh sendiri dikelola oleh PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi) yang beralamat di Jl. Tamanjaya No. 09, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas. Karena masih belum banyak travel agent yang mengadakan paket ke Geopark Ciletuh ini, kamu bisa menggunakan jasa PAPSI ini untuk memudahkan traveling kamu ke wilayah Geopark Ciletuh ini, sehingga kamu tidak perlu pusing memikirkan kendaraan, tempat menginap, sampai makanan. 

 

 

Tapi ada baiknya jika kamu mengenal terlebih dahulu informasi mengenai apa saja yang bisa kamu lihat di kawasan Geopark Ciletuh ini. Penasaran kan apa saja objek wisata yang ada di kawasan Geopark Ciletuh ini? Yuk, ikut hello-pet jalan-jalan dan mengenali keindahan kawasan wisata Geopark Ciletuh. 

 

 

 

 

Geopark Ciletuh Tebing Panenjoan

 

Tebing Panenjoan terletak di Jl. Taman Jaya 4, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Dinamakan Panenjoan karena berasal dari kosa kata bahasa Sunda, “tenjo”, yang artinya “lihat”. Tebing Panenjoan adalah salah satu spot paling populer di kawasan Geopark Ciletuh. Makanya di spot ini sudah tersedia fasilitas-fasilitas seperti bangunan permanen untuk warung, toilet, musala, bahkan tempat parkir.

 

ciletuh 2

View dari atas Tebing Paninjoan via: http://indolah.com

 

Tebing Panenjoan kerap dikatakan sebagai “gerbang masuk” kawasan Geopark Ciletuh, karena dari sini kita bisa melihat kawasan Geopark Ciletuh dari ujung ke ujung, dari ketinggian tebing yang kurang lebih mempunyai tinggi 250 meter dari permukaan laut. Ya, memang, karena dari atas Tebing Panenjoan ini, kamu akan bisa melihat tiga desa yang berada dalam kawasan Geopark Ciletuh, yaitu desa Ciwaru, Mekar Sakti, dan Mandra Jaya.

 

 

Selain pemandangan perkampungan warga yang dikelilingi hamparan hijau pepohonan, dari atas Tebing Panenjoan ini kamu juga akan disajikan bentang alam berupa deretan bukit-bukit yang berjejer membentuk sebuah amphitheater raksasa. Dari Tebing Panenjoan ini juga kelihatan jelas Samudera Hindia yang memang berbatasan dengan teluk Geopark Ciletuh dan pantainya yang bernama Pantai Palangpang, plus beberapa pulau yang memang bersebrangan dengan kawasan Geopark Ciletuh ini. Jika cuaca cerah, kamu bahkan bisa melihat dua buah curug dari sini, yaitu Curug Cimarinjung dan Curug Cikanteh.

 

 

 

Geopark Ciletuh : Puncak Darma

 

Puncak Darma merupakan puncak dari tebing tinggi di kawasan Geopark Ciletuh yang mempunyai ketinggian sekitar 230 meter dari atas permukaan laut. Dari Puncak Darma ini, kamu bisa melihat hamparan area Geopark Ciletuh dari sisi lain di ketinggian. 

 

ciletuh 3

Puncak Darma via: http://insanwisata.com

 

Untuk mencapai Puncak Darma tentunya juga harus menggunakan kendaraan off-road. Dengan kendaraan off-road pun, lokasi Puncak Darma ini tetap sulit untuk dicapai karena memang kondisi medannya yang cukup ekstrim. Mungkin hanya sepertiga perjalanan menuju ke sana jalanan yang menuju ke Puncak Darma ini beraspal. Sisanya, siapkan saja mental, kesabaran, dan adrenalin kamu untuk menghadapi perjalanan yang cukup menyiksa.

 

ciletuh 5

Salah satu view dari Puncak Darma via: http://insanwisata.com

 

Namun jangan khawatir. Sesampainya kamu di Puncak Darma ini, siksaan yang kamu terima selama di jalan menuju ke tempat ini akan terbayar. Bagaimana tidak? Kamu dapat melihat pemandangan Teluk Ciletuh dengan bentuk tapal kuda secara jelas. Kamu juga dapat melihat Pantai Palangpang yang lokasinya tepat di bawah Puncak Darma ini, juga Pelabuhan Ratu dan beberapa pulau yang berada di seberang Geopark Ciletuh. Puncak Darma juga merupakan tempat terbaik untuk melihat sunset di kawasan Geopark Ciletuh.

 

ciletuh 4

Senja di Puncak Darma via: http://www.efenerr.com

 

Tidak seperti Tebing Panenjoan, Puncak Darma tidak terdapat fasilitas sebagus Tebing Panenjoan. Mungkin karena aksesnya yang sulit, sehingga tempat ini juga tidak terlalu ramai. Di Puncak Darma sendiri hanya ada beberapa warung kecil milik warga yang menjual camilan dan minuman seperti kopi, teh, dan lain sebagainya. Karena aksesibilitasnya yang cukup sulit pula, kebanyakan pengunjung yang mengunjungi Puncak Darma ini lebih memilih membangun tenda dan bermalam sambil menikmati lansekap cakrawala dari ketinggian yang memang membuat pengunjung malas pulang.

 

 

 

Geopark Ciletuh : Pantai Palangpang

 

Sebenarnya Pantai Palangpang tidak terlalu menarik untuk dikunjungi wisatawan. Karena selain berpasir hitam, airnya pun terlihat kotor karena berwarna keruh kecoklatan. Faktanya warna kecoklatan ini berasal dari tanah merah yang terbawa dari aliran sungai yang tembus ke Curug Cimarinjing. Jadi jangan berekspektasi terlalu tinggi jika mengunjungi pantai ini. 

 

ciletuh 6

Pantai Palangplang via: http://jelajahsukabumi.com

 

Mungkin satu-satunya objek yang mempercantik pantai ini adalah deretan tebing dan perbukitan yang membentang. Karena tidak terlalu istimewa, maka Pantai Palangpang yang bisa kita lihat dari atas Puncak Darma, selama Dinas Kepariwisataan dan Pemerintah Daerah belum membenahi pantai ini, maka cocoknya pantai ini dijadikan spot alternatif bagi para wisatawan.

 

 

 

 

Geopark Ciletuh : Curug Awang

 

Curug Awang merupakan salah satu objek wisata curug yang dapat kita kunjungi di kawasan Geopark Ciletuh. Curug ini, bersama dua air terjun lainnya, yaitu Curug Puncak Manik dan Curug Tengah, berada di aliran sungai Ciletuh yang berada di wilayah desa Taman Jaya. Curug ini mempunyai tinggi sekitar 40 meter dan lebar sekitar 60 meter, yang ditopang oleh tebing batu berwarna kecoklatan sehingga membuatnya terlihat begitu megah dan kokoh.

 

ciletuh 10

Curug Awang saat kemarau via: http://familytravellingblog.com

 

Sepintas air terjun ini mirip dengan air terjun Niagara, apalagi jika dikunjungi ketika musim hujan, di mana aliran air akan mengalir deras memenuhi sepanjang lebar air terjun. Namun jika dikunjungi saat musim kemarau pun, air terjun ini juga tak kalah menariknya. Bahkan kita bisa menyeberangi atas tebing tempat aliran air terjun ini mengalir.

 

ciletuh 7

Curug Awang terlihat dari jalur via: http://www.kaskus.co.id

 

Jika kamu memutuskan untuk menuju ke Curug Awang tanpa menggunakan jasa pemandu atau mengikuti paket dari PAPSI sebagai pengelola Geopark Ciletuh, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi. Namun mengingat di beberapa titik masih ada jalanan yang berlubang dan medan yang ekstrim, kamu tetap perlu ekstra berhati-hati.

 

 

Kamu tinggal mengarahkan kendaraan kamu ke desa Tamanjaya yang ada di lokasi Geopark Ciletuh. Setelah berada di kawasan Desa Tamanjaya, dari desa Tamanjaya ini, kamu tinggal menyusuri jalan sampai menemukan plang penunjuk arah menuju lokasi Curug Awang yang letaknya di pertigaan. Dari pertigaan tersebut, tinggal arahkan kendaraan mengikuti jalan sejauh 1,5  kilometer dengan kondisi jalanan yang belum beraspal dan berbatu-batu. Nanti kamu akan sampai di tempat parkir yang tidak jauh dari pintu masuk Curug Awang. Dari sini perjalanan harus dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter melewati pematang sawah dengan jalan setapak yang kecil dan licin. Jadi kamu harus berhati-hati ketika turun.

 

ciletuh 9

Curug Awang dari kejauhan via: http://rahmaliza.weebly.com

 

Fasilitas yang ada di Curug Awang ini sudah cukup lengkap. Selain tempat parkir, di kawasan ini sudah terdapat toilet, saung, dan beberapa warung makan. Untuk masuk ke Curug Awang, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp3.000,- per orang. Biaya tersebut belum termasuk parkir, ya. Untuk biaya parkirnya sendiri, kendaraan roda dua akan dikenakan sebesar Rp3.000,- dan kendaraan roda empat akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000,-.

 

 

 

Geopark Ciletuh : Curug Tengah

 

Masih di aliran sungai yang sama, yaitu sungai Ciletuh, terdapat juga Curug Tengah. Curug ini merupakan curug ke dua dari aliran Sungai Ciletuh setelah Curug Awang. Berbeda dengan saudaranya, Curug Awang, Curug Tengah ini memiliki kolam di bawahnya yang lebih luas, sehingga kamu bisa bermain air, berendam, atau berenang di dalamnya. Tapi kamu tetap harus berhati-hati, karena di kolam ini ada beberapa titik memiliki kedalaman yang sangat dalam.

 

Ciletuh 11

Curug Tengah via: http://www.noniq.co

 

Curug Tengah ini memiliki ketinggian sekitar lima meter, dengan lebar lembah yang lebih kecil dibandingkan dengan Curug Awang. Kalau dilihat dari bentuknya, air terjun ini mirip dengan selendang. Berukuran kecil dan lancip pada bagian atas air terjun, tapi berukuran lebih lebar dan luas di bawah. Seperti selendang yang digerai. Air terjun ini mengalir melewati tebing yang menyerupai dua anak tangga.

 

 

Fasilitas di Curug Tengah ini sama dengan Curug Awang, karena masih satu kawasan. Yaitu berupa tempat parkir, beberapa warung makan, saung dan toilet. Untuk tiket masuk, karena masih satu area dengan Curug Awang, maka biaya yang dikeluarkan untuk tiket masuk ke Curug Awang sebenarnya sudah termasuk tiket masuk ke Curug Tengah ini. Begitu juga dengan biaya parkir. Untuk rute menuju ke sini, tentunya juga sama dengan rute menuju ke Curug Awang.

 

 

 

Geopark Ciletuh : Curug Puncak Manik

 

Curug Puncak Manik adalah curug terakhir dari tiga rangkaian curug yang ada di aliran Sungai Ciletuh. Curug Puncak Manik ini merupakan curug tertinggi dengan track perjalanan yang jauh lebih sulit kalau dibandingkan track menuju dua saudaranya, yaitu Curug Awang dan Curug Tengah. Curug Puncak Manik ini bisa dibilang air terjun paling indah yang ada di kawasan Ciletuh Geopark. Bisa jadi karena track-nya yang sulit sehingga tidak banyak yang ingin menuju ke air terjun ini. Bagaimana tidak? Untuk mencapai ke air terjun ini saja, kamu harus rela menuruni bukit sekitar satu jam perjalanan, membelah hutan tropis yang sejuk dan rimbun.

 

ciletuh 12

Curug Puncak Manik via: http://papsiciletuh.blogspot.co.id

 

Curug Puncak Manik berada di urutan terbawah dari rangkaian air terjun pada Sungai Ciletuh. Sehingga, kalau kamu berdiri di atas Curug Puncak Manik, kamu bisa melihat undakan air terjun mulai dari Curug Awang, sampai Curug Tengah. Akan tetapi, untuk sampai ke atas Curug Puncak Manik ini bisa dibilang sangat sulit dan juga berbahaya. Selain jalannya yang licin, untuk sampai keatas puncak kamu harus mendaki tebing yang curam dengan kemiringan hampir 90 derajat. Jadi jangan coba-coba jika kamu tidak memiliki keahlian dan peralatan yang memenuhi standar keamanan. Curug Puncak Manik ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Air terjun ini terdiri dari dua undakan sebelum akhirnya membentuk kolam kecil dan kemudian kembali menjadi aliran Sungai Ciletuh.

 

 

Tidak seperti dua saudaranya, Curug Puncak Manik ini tidak memiliki fasilitas untuk pengunjung sama sekali. Curug Puncak Manik ini masih belum dikelola, baik oleh Pemerintah Desa atau Pemerintah Daerah. Di areal curug ini juga belum dibangun gerbang pintu masuk untuk retribusi. Apalagi toilet, musala, warung makanan, atau saung untuk tempat beristirahat. Jadi kalau kamu ingin mengunjungi curug ini, siapkan perbekalan terlebih dahulu. Atau jika kamu ingin menggunakan toilet, maka kamu harus mencarinya di desa terdekat sebelum sampai di Curug Puncak Manik.

 

 

Nah, karena tempat ini belum dikelola secara resmi oleh Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Daerah, maka jika kamu ingin mengunjungi Curug Puncak Manik, masih belum dikenakan biaya alias gratis. Tapi, kalau menurut pengurus PAPSI, nantinya Curug Puncak Manik ini akan dikelola secara resmi, dan akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp3.000,- per orang.

 

 

 

Geopark  Ciletuh : Curug Sodong

 

Curug Sodong adalah salah satu air terjun yang berada di kawasan Ciletuh Geopark. Curug yang berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Dinamakan “sodong” karena di balik aliran air Curug Sodong ini terdapat cekungan yang menyerupai sebuah gua. Cekungan yang menyerupai gua ini dalam bahasa Sunda sering disebut sebagai “sodong”. Air terjun ini juga kerap disebut Curug Kembar atau Curug Panganten. Hal ini disebabkan karena pada air terjun ini dua aliran air yang kembar, layaknya sepasang pengantin.

 

ciletuh 13

Curug Sodong via: http://www.inisukabumi.com

ciletuh 14

Curug Sodong via: http://jelajahsukabumi.com

 

Di kawasan Curug Sodong ini, sudah terdapat beberapa fasilitas, seperti tempat parkir, toilet, dan beberapa warung kecil yang menjual makanan dan cemilan. Sementara untuk tiket masuknya, pengunjung hanya akan dikenakan tiket biaya retribusi sebesar Rp3.000,- per orang. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu juga harus menyiapkan biaya parkir kendaraan. Jika kamu membawa motor, kamu akan dikenakan sebesar Rp3.000,- per motor. Jika kamu membawa mobil, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000,- per mobil.

 

 

Geopark Ciletuh : Curug Cikanteh

 

Tidak jauh dari Curug Sodong, kamu akan menjumpai Curug Cikanteh. Sama seperti kebanyakan curug di kawasan Geopark Ciletuh, air terjun ini mempunyai aliran air yang bertingkat. Air terjun ini berada di antara cekungan tebing yang gagahdan  jatuh mengalir dari ketinggian sekitar 30 meter dengan kolam jatuhan di bawahnya yang cukup jernih.

 

ciletuh 15

Curug Cikanteh via: http://rahmaliza.weebly.com

 

Dari Curug Sodong, jika kita ingin menuju ke Curug Cikanteh ini, kita harus menyusuri jalanan yang dipasang paving block yang dipasang cukup rapi. Namun tidak sampai satu kilometer, jalanan akan berubah menjadi susunan bongkahan batu bata yang disusun seadanya. Topografi dan medannya pun mulai menanjak. Hingga akhirnya jalanan batu bata ini tidak ada lagi, teruslah menyusuri jalur sampai bertemu jembatan yang berada di atas sungai kecil. Di ujung jalur, kamu akan sampai ke Curug Cikanteh ini.

 

 

 

Geopark Ciletuh : Curug Cimarinjing

 

Curug Cimarinjung merupakan salah satu air terjun yang berada di aliran Sungai Ciemas. Lokasi air terjun ini hanya berjarak beberapa kilometer dari Pantai Palangpang. Itulah sebabnya air terjun ini dapat terlihat dengan jelas dari Pantai Palangpang. Curug ini mempunyai ketinggian sekitar 40 meter. Dengan lokasi yang berada di tebing batu berwarna coklat kemerahan, ditambah tumbuhan hijau yang merambat di tebing batunya, akan membuat kamu merasa seolah sedang berada di era Jurassic.

 

ciletuh 18

Curug Cimarinjing via: http://jelajahsukabumi.com

ciletuh 16

Curug Cimarinjing via: http://www.efenerr.com

ciletuh 17

Curug Cimarinjing via: http://jelajahsukabumi.com

 

Jika kamu mengunjungi air terjun ini, di sepanjang jalan setapak menuju air terjun ini kamu akan disuguhi oleh pemandangan Samudra Hindia, hamparan persawahan, dan melewati celah-celah batu yang akan menimbulkan sensasi tersendiri. Jangan khawatir, untuk menuju ke air terjun ini, jalan setapak yang harus kamu lalui juga tidak begitu jauh. Apalagi sepanjang perjalanan kamu disuguhi pemandangan yang menakjubkan.

 

 

 

 

Sebenarnya masih banyak curug-curug lain yang tak kalah indah di area Geopark Ciletuh ini. Tidak hanya curug, bahkan jika kamu berkunjung ke Geopark Ciletuh ini, kamu bisa minta diantar ke beberapa objek lain yang anti-mainstream. Seperti Pulau Kunti, beberapa gua, dan beberapa pantai. Kamu tinggal bertanya ke sekretariat atau PAPSI, karena di sekretariat PAPSI-lah pengunjung Geopark Ciletuh ini bisa mendapatkan segudang informasi. Kalau kamu masih penasaran, silakan tentukan waktu, lalu rasakan dan jelajahi sendiri kawasan wisata Geopark Ciletuh ini.

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori