Kakek Miskin Didenda Rp 2 M Karena Tebang 1 Pohon

Busrin ditangkap anggota polisi dari Polair Polres Probolinggo, di hutan Mangrove di kampungnya di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, pada 16 Juli 2014 lalu.
0
Kakek Miskin Didenda Rp 2 M Karena Tebang 1 Pohon
0 (0%) 0 votes
tebang pohon

Busrin tak pernah menyangka upayanya untuk menghidupi keluarganya akan menjadikannya sebagai pesakitan di ruang pengadilan. Bahkan untuk perbuatannya itu Busrin mewajibkan Busrin untuk membayar denda Rp2 miliar.

 

Nasib mengenaskan kakek ini semakin menambah prestasi aparat penegak hukum di negeri ini. khususnya dalam mengirim kaum papa ke balik jeruji besi. Bila sebelumnya ada nenek Asyani yang ditahan karena didakwa melakukan pencurian kayu jati, sekarang giliran Kakek Busrin yang dijatuhi vonis 2 tahun penjara plus denda Rp 2 milyar hanya karena menebang pohon Mangrove.

 

Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Kakek Busrin menebang pohon mangrove untuk kayu bakar. Kakek 60 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pasir ini berniat mencari kayu bakar untuk memasak nasi.

 

 

Nebang 1 pohon di penjara + denda 2 Milyar

 

 

pak busrinSource: Reportaseterkini

 

 

Busrin ditangkap anggota polisi dari Polair Polres Probolinggo, Bambang Budiantoni dan Avan Riado di hutan Mangrove di kampungnya di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, pada 16 Juli 2014 lalu. Sebagaimana dilansir Wartabuana.

 

Polisi pun menyeretnya sebagai pesakitan di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo. Ia dijerat dengan pasal 73 ayat (1) huruf b UU nomer 7 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

 

Bak gayung bersambut, majelis hakim memutuskan Busrin terbukti menyalahi Pasal 35 hurf e, f, dan g dalam UU No. 27 tahun 2007. Dalam pasal ini diatur soal larangan merusak ekosistem mangrove, termasuk menebang mangrove di kawasan konservasi. Hukumannya tertuang dalam pasal 73 yang berbunyi:

 

“Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar setiap orang yang dengan sengaja menggunakan cara dan metode yang merusak ekosistem mangrove, melakukan konversi ekosistem mangrove, menebang mangrove untuk kegiatan industri dan permukiman, dan/atau kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf e, huruf f, dan huruf g.”

 

 

Nebang pohon buat masak nasi

 

 

busriSource: Reportaseterkini

 

 

Menantu Busrin,Tohir menceritakan, kalau mertuanya memang mencari kayu bakar agar dapurnya tetap ngebul. Namun, kata dia mertuanya itu mengaku tidak tahu jika kayu yang dipotongnya tersebut adalah pohon mangrove.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Busrin menebang pohon magrove yang teletak di pesisir pantai Probolinggo itu dengan menggunakan sebilah sabit.

 

Saat ini Kakek 60 tahun itu ditahan oleh penyidik dan berada di Lembaga Pemasyarakatan Probolinggo, setelah dijatuhi vonis oleh Majelis Hakim PN Probolinggo.

 

Setelah suaminya ditangkap dan dipenjara, otomatis beban hidup keluarga tertumpu pada Susilowati, istrinya yang sama-sama tidak tamat SD dan buta huruf, apalagi mengerti soal hukum.

 

 

“Saya minta supaya suami saya dikeluarkan karena dia menjadi tulang punggung keluarga. Saya banyak utang di toko untuk membeli kebutuhan pokok,” ungkap Susilowati sedih.

 

 

Hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan kasus pembakaran hutan yang lakukan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) beberapa waktu lalu. Dengan tegas sang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang Parlas Nababan menolak seluruhnya gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT BMH dengan tuntutan ganti rugi sebesar 7,9 Milyar.

 

 

Dimana nalarnya?

 

 

pak busri dan hakim parlas nababanSource: Detik

 

 

Sang hakim yang sedang sakit panas ini berdalih bahwa PT Bumi Mekar Hijau tidak terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum. Dalam amar putusannya, sang hakim yang sedang sakit panas, Parlas Nababan menilai penggugat tidak dapat membuktikan unsur kerugian negara, kehilangan keanekaragaman hayati tidak dapat dibuktikan.

 

Parahnya sang hakim menilai hutan yang terbakar masih bisa ditanami lagi. Atas vonis bebas ini PT. Bumi Mekar Hijau pun bebas melenggang kangkung.

 

 

Lagi-lagi masyarakat disuguhkan dengan aksi cepat aparat penegak hukum dalam menangkap pelaku pelanggar hukum terkhusus warga miskin. Entah berap banyak uang yang sudah dikantongi hakim kurang piknik ini hingga dihadapan orang berkuasa ia tak bernyali.

 

Bagaimana menurutmu? Mari share kesemua temanmu, silakan keluarkan semua hujatanmu untuk Parlas Nababan disini.

 

 

Source : Wartabuana

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori