Nenek Sebatang Kara Dibuatkan Rumah Baru Oleh Warga

Namun karena warisan, akhir bulan Mei lalu, Sunety dipaksa pergi dari rumah. Jadilah nenek yang tampak selalu bersemangat ini hidup terlantar.
0
Nenek Sebatang Kara Dibuatkan Rumah Baru Oleh Warga
0 (0%) 0 votes
sunety

Wajah Sunety (77) begitu sumringah melihat kedatangan Lurah Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Babel, Junisko.

 

“Pak Lurah inilah yang bangunkan rumah untukku,” ujar Sunety sambil tersenyum di rumahnya.

Source: news.detik.com

 

Rumah ini dibangun dari hasil swadaya warga setempat. Mereka pun bergotong royong menyumbangkan material bangunan, uang sampai tenaga untuk membantu membangun rumah nenek Sunety yang saat ini hidup sebatang kara. Sementara tanahnya adalah milik Kelurahan Air Kepala Tujuh.

 

Sunety sebetulnya masih memiliki keluarga. Sejak suaminya meninggal 17 tahun yang lalu, ia hidup dengan anak tirinya. Namun karena warisan, akhir bulan Mei lalu, Sunety dipaksa pergi dari rumah. Jadilah nenek yang tampak selalu bersemangat ini hidup terlantar.

 

Sunety

 

sunety
Source: detik.com

 

“Ku diusir sama anak tiri. Jadilah aku menginap sementara di rumah kawan. Lalu kami lapor ke RT,” katanya dengan mata berkaca-kaca dan suara sengau.

Source: news.detik.com

 

Sunety yang tampak selalu bersemangat dan tidak pernah menyerah ini juga memicu warga untuk semakin giat membantu. Biarpun sudah renta, ia masih mampu membuatkan kudapan untuk para pekerja yang membangunkan rumahnya. Hingga 4 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H lalu, Sunety sudah menempati rumah baru.

 

“Alhamdulillah lebaran di rumah baru. Banyak tetangga yang kasih ketupat, opor dan minuman ringan. Dapat THR juga Rp 1 juta,” kata Sunety sambil tersenyum meskipun matanya masih tampak berkaca-kaca.

Source: news.detik.com

 

Sunety

 

sunety
Source: detik.com

 

Kini, perempuan kelahiran Bandung, 14 April 1939 ini tak lantas berpangku tangan. Ia pun rajin membersihkan rumput di sekitar rumahnya agar terhindar dari ular atau binatang berbahaya lainnya. Sunety juga berencana untuk berjualan makanan di Alun-alun Taman Merdeka untuk menopang kehidupan sehari-hari. Namun tetangganya melarang karena jaraknya terlalu jauh dari rumah.

 

“Jadi nanti berjualan di depan rumah saja,” kata Sunety.

Source: news.detik.com

 

Sementara itu, Junisko menuturkan pihaknya akan segera membuat surat perjanjian yang  menjelaskan bahwa rumah tersebut hanya berhak ditempati oleh Sunety. Tidak untuk diwariskan atau dipindahtangankan. Apabila suati hari Sunety pindah atau tutup usia, rumah tersebut akan menjadi asset Kelurahan Air Kepala Tujuh.

 

“Nanti bisa jadi rumah singgah. Kalau ada warga yang membutuhkan tempat tinggal 1-2 orang, bisa ditempati,” terangnya.

Source: news.detik.com

 

Wah, bagaimana menurutmu?

 

Source: detik.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori