Virtual Reality Digunakan Untuk Terapi Alzheimer Lho

Jika selama ini Virtual Reality hanya berkaitan dengan teknologi lain tanpa menyentuh ranah medis, kini ada penelitian menggunakan VR untuk meneliti Alzheimer.
0
Virtual Reality Digunakan Untuk Terapi Alzheimer Lho
0 (0%) 0 votes
thumb-VR

Teknologi senantiasa berkembang pesat, termasuk segala hal yang berhubungan dengan penyakit. Jika selama ini Virtual Reality hanya berkaitan dengan teknologi lain tanpa menyentuh ranah medis, kini ada penelitian yang menggunakan VR untuk meneliti Alzheimer.

Kabar sebelumnya, mendeteksi alzheimer bisa dari air liur seseorang. Kini ternyata ada metoda baru lagi. Kamu juga bisa mencegah alzheimer dengan mengonsumsi bawang putih secara rutin lho!

Tes VR ini akan memungkinkan hasilnya memberitahukan apakah kamu akan terkena Alzheimer, jauh sebelum kenyataan menghampirimu, demikian sebuah penelitian yang dilaporkan oleh Journal Science. Penemuan ini dapat membantu penelitian masa depan, diagnosis, dan perawatan dari penyakit paling merusak di antara orang usia lanjut.

alzheimer woman
source: quicklypupolar.com

Usia Lebih Muda Untuk Identifikasi

BBC melaporkan para peserta penelitian ditanya untuk mengikuti labirin dalam VR untuk mengetes fungsi bagian otak tertentu. Hal ini dilakukan dengan risiko genetik tinggi dari perkembangan Alzheimer yang dapat diidentifikasikan dari performa mereka yang bersangkutan.

Memang mengesankan, tetapi tunggu sampai kamu mendengar rentang usianya: termuda adalah 18 tahun dan tertua hanya 30 tahun. Dari sudut pandang ini, mengejutkan bahwa ternyata diagnosis Alzheimer bisa diketahui sejak 35 tahun sebelumnya. Untuk mencegahnya, kamu bisa mengatur pola tidur menjadi lebih baik. Jangan lupa untuk tetap rajin membaca buku agar bisa terhindar dari kepikunan ya, guys!

Para peneliti yang dipimpin oleh Lukas Kunz dari German Centre for Neurodegenerative Diseases di Bonn, mengatakan grup risiko tinggi memperlihatkan pilihan yang dikurangi untuk menelusuri pusat virtual environment dibandingkan dengan grop yang dikontrol = pemikiran tersebut terjadi karena para individual ini mengganti fungsi grid cell yang dikurangi. (Sebuah bagian penting dari sistem koordinasi otak untuk navigasi ukuran)

 


Source: weheartit.com

Membantu Penderita Lebih Baik

Dan ketika semua ini tidak berarti orang dengan risiko tinggi akan benar mendapati Alzheimer, indetifikasi peserta riset termuda yang bagian otaknya berubah adalah langkah penting dalam membantu para peneliti untuk memahami mengapa beberapa orang mungkin lebih dicurigai mendapatkan penyakit ini di kemudian hari. “Hasil penelitian kami menghasilkan bingkai dasar baru dari riset pra klinik untuk penyakit Alzheimer dan bisa membawa penjelasan saraf kognitif dari penjelasan orientasi spasial tidak tepat,” demikian laporan dari Science.

Dalam berbagai kasus, hal ini diilustrasikan pada aplikasi VR di luar permainan sama bagusnya dengan keterbatasannya; hal ini secara sedernaha dikemukakan di dalam dunia maya yang mengizinkan para peneliti mengurangi penyangga dan latar belakang yang bisa digunakan penderita demensia untuk menjalani kehidupan nyata.

Di lain pihak, ini merupakan berita besar dalam perjuangan penyakit Alzheimer. Dan dengan rilis dari Oculus Rift beberapa bulan ke depan, ini bisa disebut kemenangan untuk VR.

Luangkan waktumu untuk membaca tips lain untuk meningkatkan daya ingat ini! Ayo berjuang untuk tetap sehat!

Diterjemahkan bebas dari http://www.askmen.com/news/sports/virtual-reality-test-to-tell-whether-you-re-going-to-develop-alzheimer-s-disease.html

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori