Mahasiswi Ini Menahan Lapar Dengan Membaca Alquran

Nur: Biarlah saya tidak makan asalkan saya bisa mendekatkan diri dengan Tuhan
0
Mahasiswi Ini Menahan Lapar Dengan Membaca Alquran
0 (0%) 0 votes
nahan laper

Demi melanjutkan sekolah setinggi-tingginya, banyak anak muda zaman sekarang yang rela untuk tinggal jauh dari orang tuanya. Dari mereka ada yang tinggal dirumah saudaranya hingga menempati kos-kosan.

 

Sebagaimana wajarnya anak kos, biasanya uang pemberian orangtua biasanya mereka gunakan untuk memperbaiki asupan gizi dengan cara makan sebanyak-banyaknya, senikmat-nikmatnya atau bahkan kalau perlu semahal-mahalnya.

 

Namun, berbeda dengan anak kos kebanyakan, mahasiswi asal Sabah, Malaysia ini justru sebaliknya. Namanya Nur, sarjana psikologi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini harus hidup prihatin selama menuntut ilmu. Dia melalui hari-harinya di kampus dengan kelaparan.

 

 

 

Untuk menahan lapar saya pergi ke masjid

 

 

 

baca-quranjpgSource: Catatancerdas

 

 

Nur bahkan mengaku ususnya pernah bocor karena kerap tak diisi. Sebab benar-benar tak punya uang untuk membeli makanan.

 

“Akibat kurang makan, usus saya rusak, menyebabkan saya muntah darah,” tutur Nur, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Malaymail Online, Selasa 12 Januari 2016.

 

Suatu hari Nur pernah berobat, dokter pun memberinya peringatan untuk memperbaiki gizinya dengan makan secara teratur. Jika tidak, maka penyakit kanker akan menyerang ususnya.

 

“Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya tak punya uang,” ucap dia.

 

Bagi Nur, jalannya menuju sebuah kesuksesan memang sangat berat. Namun hebatnya, ia tak pernah sekalipun berharap uang kiriman dari orangtuanya. Sebab, Nur paham betul bagaimana kehidupan orangtua nya yang kembang-kempis.

 

Sang ibu hanyalah tukang jahit. Sementara, sang ayah yang seorang nelayan tak lagi bisa melaut. Lantaran kaki dan tangan sang ayah Nur lumpuh.

 

Tak ada pilihan lain buat Nur, selain ia harus berhemat ketat manahan lapar, meski perut melilit karena lapar. Pinjaman biaya pendidikan sebesar RM 3.000 atau sekitar Rp 9,5 juta persemester langsung ludes untuk membayar iuran dan biaya kuliah. Hanya tersisa RM 150 atau sekitar Rp 500 ribu.

 

Dalam keprihatinan itu, Nur mencoba menenangkan diri. Hanya kepada Allah dia lari, Bersandar, dan berpasrah. Jika lapar mulai terasa, ia bergegas lari ke masjid untuk membaca Al-Qur’an. Hal itu ia lakukan setiap hari.

 

“Biarlah saya tidak makan asalkan saya bisa mendekatkan diri dengan Tuhan,” kata Nur.

 

Ya, apa yang dilakukannya itu semata untuk menguatkan diri. Mengingat Tuhan dalam setiap kesempitan, untuk menuju jalan keberhasilan.

 

“Saya pernah berniat berhenti belajar dan ingin cari kerja untuk menolong ayah dan ibu,” ujar Nur.

 

 

Saat pertama kali membaca kisah ini, penulis langsung menarik napas panjang. Ternyata masih ada orang-orang yang perjuangannya untuk kuliah jauh lebih hebat lagi. Betapa tidak terfikirkan oleh kita kisah seperti ini masih ada di bangsa yang konon sudah merdeka.

 

Silakan bagikan kisah inspiratif ini. Semoga bermanfaat.

 

 

Source : Catatancerdas

Hello Comment 3Sort by


user Anonim
2016/03/23 01:20

Subhanalloh:

user Anonim
2016/03/19 08:18

ni baru manusia...

user Anonim
2016/03/17 22:41

subhanaloh. sungguh luar biasa.

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori