Revolusi Disco

Name penyanyi : Kla Project
Penulis lirik : none
Composer : none
Tanggal rilis : none
Name album : none
User Rating
Revolusi Disco
0 (0%) 0 votes
Menonton video dari:

A service error occurred: Error calling GET https://www.googleapis.com/youtube/v3/search?part=id%2Csnippet&q=Revolusi%20Disco%20Kla%20Project&maxResults=1&key=AIzaSyBETNYbgWAtYv_WznGc2XXptfm1OajULN8: (403) Project 743594961174 has been scheduled for deletion and cannot be used for API calls. Visit https://console.developers.google.com/iam-admin/projects?pendingDeletion=true to undelete the project.

Cukup sudah ku redam jiwa
Malam ini saatnya ku rayakan
Semangat baru datang
Tuk merekah pada waktunya
Bersemi lagi

 

Satu-satu teman yang dulu
Terpanggil kembali bersisian
Musik keras berdentam
Bawa irama menyatukan
Tuntas segera, sekarang

 

Reff:
Darahku di dalam darahmu
Membaur menyala merahnya, kawan
Denyut jantungku memandu ke jantungmu
Tak ada lagi keraguan, kita satu tujuan

 

Cukuplah kita diamkan
Sementara tlah jauh permainan
Mereka trus berperan
Tak pernah beri kesempatan
Giliran kita, sekarang!

 

Reff2:
Lepaskan suara hatimu
Menghimpun perubahan nyata, kawan
Denyut jantungku setarakan jantungmu
Tak ada lagi kepalsuan, kita satu tujuan

 

Repeat reff, reff2

Baca Yang Ini...
Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Tak Bisa Ke Lain Hati

Kla Project none none none Bulan merah jambu...

Semoga

Kla Project none none none Merenungkanmu kini, menggugah...

Gerimis

Kla Project none none none Musim penghujan hadir...

Menjemput Impian

Kla Project none none none Indah larik pelangi seusai...

Saujana

Kla Project none none none Ayun berayun pikir...

Sudi Turun Ke Bumi

Kla Project none none none Aroma wangi tercium...

Rentang Asmara

Kla Project none none none Ketika kembali aku...

Meski Tlah Jauh

Kla Project none none none Kadang angan Terbang jauh...

Yogyakarta

Kla Project none none none Pulang ke kotamu Ada...

Waktu Tersisa

Kla Project none none none Menyusur keramaian, sepanjang...

Tak Bisa Ke Lain Hati

Bulan merah jambu luruh di kotamu
Kuayun sendiri langkah langkah sepi
Menikmati angin menabur daun daun
Mencari kembaranmu di waktu lalu

 

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

 

Begitu lelah sudah kuharus menepi
Hidup telah ditambatkan berlabuh dipantaimu

 

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati

 

Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati

 

Mengingatmu mengenangmu
Menggapai paras wajahmu
Sendiri

 

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati

 

Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati

Semoga

Merenungkanmu kini, menggugah haruku
Berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu
Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali

 

Melukiskanmu lagi, di dalam benakku
Perlahan terbayang pasti garis wajahmu
Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas di situ

 

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu persatu
Pertikaian yang dulu, bagai pintaku

 

Semoga

 

Lihatlah ku di sini, memendam rindu
Setiap ku berseru, yang kusebut hanya namamu

 

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu persatu
Pertikaian yang dulu, bagai pintaku

 

Sebenarnya kuingin menggali hasrat kembali
Kuharap agar kau mengerti

 

Semoga

Gerimis

Musim penghujan hadir tanpa pesan
Bawa kenangan lama t’lah menghilang
Saat yang indah dikau di pelukan
Setiap nafasmu adalah milikku

 

Surya terpancar dari wajah kita
Bagai menghalau mendung hitam tiba

 

Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah
Lalu gerimis langit pun menangis

 

Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua

 

Dan bukan menyerah untuk berpisah

 

Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah
Lalu gerimis langit pun menangis

 

Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua
Kekasih, andai saja kau sadari
Semua hanya satu ujian ‘tuk cinta kita

 

Dan bukan alasan untuk berpisah

Menjemput Impian

Indah larik pelangi
seusai hujan membuka
hari Samar dirajut mega
garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan
Bawa sebentuk cinta
menjemput impian

 

Desau rindu meresap
kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
menjemput impian

 

Kau dan aku
jadi satu
arungi laut biru
Tak kan ada yang kuasa
mengusik haluannya

 

Kau dan aku
jadi satu
sambut datangku

 

Sekian lama waktu telah mengurai makna
cinta kita gemerlap terasah masa
Kan kubuat prasasti
dari tulusnya janji
Walau apa terjadi
tetap tegak berdiri

 

Kau dan aku
jadi satu
arungi laut biru
Tak kan ada yang kuasa
mengusik haluannya

 

Kau dan aku
jadi satu
sambut datangku

 

Kau dan aku jadi satu
bersama kita jemput impian

Saujana

Ayun berayun pikir mengalun
Beterbangan khayal keinginan
Lelah memilih arah terpasti
Jelaga malam halangi

 

Oh Raga
Masih jauh perjalanan kita tempuh

 

Saujana, samudra membentang sambut layarku
Saujana, hidup di seberang gerlap mimpiku
Mungkinkah merapat ke sana?

 

Awan berarak semakin laju
Riuh taufan, ombak keras menderu
Telah mengering seluruh bibirku
Dahaga sukacita

 

Oh Raga
Masih lama penantian kita suluh
Saujana, samudra membentang sambut layarku
Saujana, hidup di seberang gerlap mimpiku
Mungkinkah merapat ke sana?
Lalu aku bangun istana

 

Pandang Saujana, samudra membentang sambut layarku
Saujana, hidup di seberang gemerlap mimpiku
Mungkinkah merapat ke sana?
Lalu aku bangun istana

 

Pandang jauh saja

Sudi Turun Ke Bumi

Aroma wangi tercium dari tubuhmu
terbungkus kain bernilai dan tingkah laku
kau seorang Putri yang percaya diri
Oh langkahmu melenggang ke arah yang pasti
bagai merak cantik anggun menarik hati
semua mata, memandang terpana

 

Bagaimana diriku tak akan tergoda
setiap lelaki tersungkur di kaki mengharap lemah tak berdaya

 

Putri, lihatlah padaku
sekedar memberi senyuman penawar rindu
sudi turunlah ke bumi
hingga dapat aku
mencoba tuk merayumu
Rambut terjuntai menawan dibelai angin
ingin kusentuh parasmu sehalus lilin
semua mata, memandang terpana

Rentang Asmara

Ketika kembali aku jumpa dirimu
Hati rasa tak tentu terpesona senyummu itu
Kian berdegup jantung isyaratkan rindu
Sekian lama tak bertemu, membiru cintaku

 

Mari lewatkan waktu bersama berdua
Memadu kasih dan segenap perasaan yang ada
Biarkan mata kita yang saling bicara
Duh, sungguh tiada terkira, besarnya cintaku

 

Rentang, rentangkan tanganmu
Peluk, peluklah diriku
Di kehangatan cintamu
Kita janji bersatu

 

Coba langkahkan kakimu
Ikuti irama lagu
Sejenak tinggalkan dunia
Arungi laut asmara

 

Darahku berpacu hasrat ingin bercumbu
Denganmu kasih mereguk nikmat cinta semata
Makin berdegup jantung isyaratkan rindu
Sekian lama tak bertemu, membiru cintaku

Meski Tlah Jauh

Kadang angan
Terbang jauh ke awan
Rasa rindu, kian menawan
Dingin dan kelam
Remukanku di dalam

 

Kadang murung
Meluap tak terbendung
Rasa sesal s’makin mengurung
Sejak kau pergi
Berlari dan menangis

 

Meski t’lah jauh ke mana
Kau coba ‘tuk sembunyi
Satu saat nanti akan kembali jua
Oleh cinta

 
Telah lama kabar menghampa
Namun kisah kita, takkan mudah terlupa

Yogyakarta

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu

 

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Waktu Tersisa

Menyusur keramaian, sepanjang sisi kota
Hanyut kita berdua, laju di atas roda
Malam hangat memeluk melebur cinta kita
Bias lampu menyapa, getar hati bertanya

 

Adakah waktu tersisa,
Menjaga kita tetap sejiwa
Dan lagu pun mengalun, nanar kau pandang daku
Cinta kita terlarang, terbentur batu karang

 

Adakah waktu tersisa,
Menyanggah segala prasangka punya mereka?

 

Ketika norma peradatan, terpilih sebagai alasan
Mereka ciptakan jurang antara kita
Sampai saat akhir nanti, kita berusaha bertahan
Sebab cinta datang untuk mengoyak perbedaan

 

Oh, waktu tersisa
Menjaga kita tetap sejiwa

Hello Comment 0Urut Berdasarkan

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer