Yang Terlupakan (Feat. NOAH)

Name penyanyi : Iwan Fals
Penulis lirik : none
Composer : none
Tanggal rilis : none
Name album : none
User Rating
Yang Terlupakan (Feat. NOAH)
0 (0%) 0 votes
Menonton video dari:

A service error occurred: Error calling GET https://www.googleapis.com/youtube/v3/search?part=id%2Csnippet&q=Yang%20Terlupakan%20%28Feat.%20NOAH%29%20Iwan%20Fals&maxResults=1&key=AIzaSyBETNYbgWAtYv_WznGc2XXptfm1OajULN8: (403) Project 743594961174 has been scheduled for deletion and cannot be used for API calls. Visit https://console.developers.google.com/iam-admin/projects?pendingDeletion=true to undelete the project.

Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan, di kesunyian malam
Saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayangan yang pernah terlupakan

 

Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda, seribu sesal didepan mata

 

Seperti menjelma
Waktu aku tertawa, kala memberimu dosa

 

Oh maafkanlah, oh maafkanlah

 

Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti

 

Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti

 

Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini

 

Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti

Baca Yang Ini...
Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Orang Gila

Iwan Fals none none none Waktu pulang malam...

Di Mata Air Tidak Ada Air Mata

Iwan Fals none none none Memetik gitar dan...

Aku Antarkan

Iwan Fals none none none Aku antar kauSore...

Mata Dewa

Iwan Fals none none none Di atas pasir...

Berkacalah Jakarta

Iwan Fals none none none Langkahmu cepat seperti...

Columbia

Iwan Fals none none none Langit nampak murung...

Ijinkan Aku Menyayangimu

Iwan Fals none none none Andai kau ijinkanWalau...

Belalang Tua

Iwan Fals none none none Belalang tua diujung...

Aku Berjalan

Iwan Fals none none none Aku berjalan diatas...

Asik Nggak Asik

Iwan Fals none none none Dunia politik penuh...

Orang Gila

Waktu pulang malam hari
Sendiri, sendiri

 

Orang gila di lampu penyebrangan
Jam dua malam
Lewat pada saat lampu sedang merah
Tepat di tengah-tengah zebra cross

 
Irama langkahnya tidak berubah
Seperti lagu lama
Yang aku dengar menuju pulang
Sendirian, ha ha

 
Orang gila di lampu penyebrangan
Rambutnya gimbal
Kumis dan jenggotnya jarang-jarang
Membawa gembolan
Entah gombalan atau makanan
Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan

 
Orang gila di lampu penyebrangan, apa kabar
Siapa yang menyapa, kamu diam
Tersenyum tidak, menangis tidak
Kamu sapa siapa saja
Selamat malam, selamat malam

 
Waktu pulang malam hari
Sendiri, sendiri

 
Orang gila di lampu penyebrangan
Orang gila di lampu penyebrangan
Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan
Kamu sapa siapa saja
Selamat malam, selamat malam

Di Mata Air Tidak Ada Air Mata

Memetik gitar dan bernyanyi
Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta
Untuk Jiwa yang terluka
Tengah lagu suaraku hilang
Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara
Gantikan denting gitarku
Mengoyak paksa nurani
Jauhkan jarak pandangku
Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tahu tak terdengar
Jariku menari tetap takkan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi
Amarah sempat dalam dada
Namun akalku menerkam
Kubernyanyi di matahari
Kupetik gitar di rembulan
Di balik bening mata air
Tak pernah ada air mata

Aku Antarkan

Aku antar kau
Sore pukul lima
Laju roda dua
Seperti malas tak beringas
Langit mulai gelap
Sebentar lagi malam
Namun kau harus
Kembali tinggalkan
Kota ini
Saat lampu-lampu
Mulai dinyalakan
Semakin erat lingkar
Lenganmu di pinggangku
Jarak bertambah dekat
Dua kelok lagi
Stasiun bis antarkota
Pasti terlihat
Tak terasa seminggu
Sudah engkau di pelukku
Tak terasa seminggu
Alangkah cepatnya waktu
Tak terasa seminggu
Habis kulumat bibirmu
Tak terasa seminggu
Tak bosan kau minta itu
Tiba ditujuan
Mesin kumatikan
Jariku kau genggam
Seakan enggan kau
Lepaskan

Mata Dewa

Di atas pasir senja pantai kuta
Saat kau rebah di bahu kiriku
Helai rambutmu halangi khusukku
Nikmati ramah mentari yang pulang
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa

 

Aku berdiri tinggalkan dirimu
Waktu sinarnya jatuh di jiwaku
Gemuruh ombak sadarkan sombongku
Ajaklah aku wahai sang perkasa

 

Seperti mata dewa
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa

 

Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
Senja di hati

 

Lidah gelombang jilati batinku
Belaian karang sampai ke jantungku
Hingga matahari ajak aku pergi
Kasihku tulus setulus indahmu

 

Seperti mata dewa
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa
Seperti mata dewa

 

Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
Yang menangis tinggalkan diriku
Yang menangis lupakanlah aku
Senja di hati

Berkacalah Jakarta

Langkahmu cepat seperti terburuBerlomba dengan waktuApa yang kau cari belumkah kau dapatiDiangkuh gedung gedung tinggi
Riuh pesta pora sahabat sejatiYang hampir selalu saja ada
Isyaratkan enyahlah pribadi
Lari kota Jakarta lupa kaki yang lukaMengejek langkah kura kuraIngin sesuatu tak ingat bebanmuAtau itu ulahmu kota
Ramaikan mimpi indah penghuni
Jangan kau paksakan untuk berlariAngkuhmu tak peduliLuka di kaki
Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlariBila luka di kaki belum terobatiBerkacalah Jakarta
Lari kota Jakarta lupa kaki yang lukaMengejek langkah kura kuraIngin sesuatu tak ingat bebanmuAtau itu ulahmu kota
Ramaikan mimpi indah penghuni
Jangan kau paksakan untuk berlariAngkuhmu tak peduliLuka di kaki
Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlariBila luka di kaki belum terobatiBerkacalah Jakarta

Columbia

Langit nampak murung seperti gelisah
Angin bawa kabar tentang duka, di sana….
Lolong anjing malam bawa pertanda
Alam bawa kisah unggas resah
Beritakan.. Tangis….

Saat gelombang lahar
Hanyutkan ribuan manusia
Tanpa mau mengerti datang tepati janji
Waktu seorang ibu
Belai mesra anaknya

Gemuruhnya petaka singkirkan jeritan yang ada
Batu-batu telanjang
Menari di nurani
Hancurkan rumah-rumah, hancurkan kedamaian

Colombia…….
Colombia…….
Sementara kita di sini
Tanpa beban bernyanyi
Sedangkan mereka gundah
Di sela ganasnya wabah
Sementara kita di sini
Asyik cumbui mimpi
Sedangkan mereka di sana
Rindukan riuhnya pesta

Narasi:
Ada sekuntum bunga mawah
Bercengkrama dengan lahar
Seorang bayi mungil
Begitu manis menyambut mati

Ijinkan Aku Menyayangimu

Andai kau ijinkanWalau sekejap memandangKubuktikan kepadamuAku meiliki rasa
*Cinta yang kupendamTak sempat aku nyatakanKarena kau telah memilihMenutup pintu hatimu
Ijinkan aku membuktikanInilah kesungguhan rasaIjinkan aku menyayangimu
Reff :Sayangku ohDengarkanlah isi hatikuCintaku ohDengarkanlah isi hatiku
Back to *
Bila cinta tak mungkin menyatukan kitaBila kita tak mungkin bersamaAku tetap menyayangimu
Back to Reff
Sayangku ohDengarkanlah isi hatikuAku sayang padamuIjinkan aku membuktikan

Belalang Tua

Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatan
Badannya bergoyang ditiup angin
Mulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyang
Sudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakus
Sambil menghisap dalam rokokku
Kutulis syair tentang hati yang khawatir
Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
Belalang tua yang tak kenyang-kenyang
Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah
Kepalanya mendongak keatas
Matanya melotot melihatku tak senang kakinya mencengkeram daun
Empat di depan dua di belakang bergerigi tajam
Sungutnya masih gagah menusuk langit berfungsi sebagai radar
Belalang tua masih saja melihat marah ke arahku
Aku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkan
Tiba-tiba angin berhenti mendesir daunpun berhenti bergoyang
Walau hampir habis daun tak jadi patah
Belalang yang serakah berhenti mengunyah
Kisah belalang tua diujung daun yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah
Oo .. oo .. oo .. oo belalang tua diujung daun
Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman
Berserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapas
Angin yang berhenti mendesir
Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair
Tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir

Aku Berjalan

Aku berjalan diatas jembatanWaktu hari siangTengah keramaian kota
Kupandang kebawahBerhimpit gubuk liarTempat tinggal gelandangan
Tampak anak kecil gundulTenang menggaruk korengDitepi sungai yang kotor
Diseberang sana aku melihatSeorang ibu dudukSedang melamun
Kan adakah masa depan yang cerah?Bagi orang seperti diaKan tegakah melihat saudara kita?Hidup menderita

Asik Nggak Asik

Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit nggak asik

 

Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik nggak asik

 

Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul

 

Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik

 

Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong nggak asik

 

Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya

 

Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik nggak asik

 

Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur nggak asik

 

Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja

 

Raja tenang gerak selangkah
Sambil menyematkan hadiah

 

Asik nggak asik / politik
Asik nggak asik / politik
Asik nggak asik
Asik nggak asik

Hello Comment 0Urut Berdasarkan

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer