Yang Tercinta

Name penyanyi : Iwan Fals
Penulis lirik : none
Composer : none
Tanggal rilis : none
Name album : none
User Rating
Yang Tercinta
0 (0%) 0 votes
Menonton video dari:

A service error occurred: Error calling GET https://www.googleapis.com/youtube/v3/search?part=id%2Csnippet&q=Yang%20Tercinta%20Iwan%20Fals&maxResults=1&key=AIzaSyBETNYbgWAtYv_WznGc2XXptfm1OajULN8: (403) Project 743594961174 has been scheduled for deletion and cannot be used for API calls. Visit https://console.developers.google.com/iam-admin/projects?pendingDeletion=true to undelete the project.

Tidurlah dalam pelukanku
Lelaplah dalam mimpi indah
Biarkanlah sejenak saja
Berlalu semua luka luka

 

Tenanglah tenanglah
Hapuskan semua duka derita
Tenanglah sayangku
Pasti kan ada hari yang indah

 

Andaikan masih ada resah
Eratkan lagi dekapanmu
Dan sekali lagi kau cobalah
Meski lelah hati yang ada

 

Tenanglah sabarlah
Pasti kan ada hari yang indah
Dekatlah sayangku
Hapuskan semua duka derita

 

Biar
Kita menipu diri dengan hangatnya cinta
Oh biar
Lupakan sementara semua duka terasa

 

Tidurlah
Tenanglah

 

Tidurlah
Tenanglah

Baca Yang Ini...
Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Apakah Aku Benar-benar Memiliki Kamu

Iwan Fals none none none Telah kuberikan semua...

Huru-Hara, Hura-Hura

Iwan Fals none none none Apa jadinya jika...

Sore Tugu Pancoran

Iwan Fals none none none Si budi kecil...

Berkacalah Jakarta

Iwan Fals none none none Langkahmu cepat seperti...

Condet

Iwan Fals none none none Kubuka jendelaSapa angin...

Tak Biru Lagi Lautku

Iwan Fals none none none Hamparan pasir Tampak putih...

Salah Siapa

Iwan Fals none none none Kala surya kan...

Damai Kami Sepanjang Hari

Iwan Fals none none none Hangat mentari pagi...

Guru Zirah

Iwan Fals none none none Dia cantiknya guru...

Doa

Iwan Fals none none none BerjamaahMenyebut asma ALLAHSaling...

Apakah Aku Benar-benar Memiliki Kamu

Telah kuberikan semua yang ada didalam jiwaTak tersisa walau sekecil debuKu ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indahSelalu berlabuh di tempat yang salah
Hari sepi menikam dalamTak adakah secercah harapan
Biduk cinta yang hampir karam coba aku tahanSempat goyah sempat aku bosanHasrat hati yang kini terganggu oleh rasa raguKemanakah rindu yang kemarin
Ungkapkanlah isi hatimuJangan pernah berpaling darikuTunjukkanlah rasa cintamuJangan sampai aku bertanya
Apakah aku benar-benar memilikiApakah aku benar-benar memilikiKamu

Huru-Hara, Hura-Hura

Apa jadinya jika mulut dilarang bicara
Apa jadinya jika mata dilarang melihat
Apa jadinya jika telinga dilarang mendengar
Jadilah robot tanpa nyawa
Yang hanya mengabdi pada perintah
Apa jadinya jika saran berubah menjadi ancaman
Apa jadinya jika lintah darat makin menghisap rakyat
Apa jadinya jika keserakahan makin semena-mena
Jadilah kepincangan keadilan
Yang hanya melahirkan dendam

Hura-hura huru-hara
Lingakaran setan semakin seram bentuknya
Hura-hura huru-hara
Gelombang mara bahaya makin terasa

 

Apa jadinya jika petani tak lagi punya sawah
Apa jadinya jika cukong-cukong menguasai tanah
Apa jadinya jika hukum sekedar bendera-bendera pajangan
Jadilah penghisapan sesama manusia
Yang hanya melahirkan drakula-darkula

 

Hura-hura huru-hara
Lingakaran setan semakin seram bentuknya
Hura-hura huru-hara
Gelombang mara bahaya makin terasa

Sore Tugu Pancoran

Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

 

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal

 

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Berkacalah Jakarta

Langkahmu cepat seperti terburuBerlomba dengan waktuApa yang kau cari belumkah kau dapatiDiangkuh gedung gedung tinggi
Riuh pesta pora sahabat sejatiYang hampir selalu saja ada
Isyaratkan enyahlah pribadi
Lari kota Jakarta lupa kaki yang lukaMengejek langkah kura kuraIngin sesuatu tak ingat bebanmuAtau itu ulahmu kota
Ramaikan mimpi indah penghuni
Jangan kau paksakan untuk berlariAngkuhmu tak peduliLuka di kaki
Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlariBila luka di kaki belum terobatiBerkacalah Jakarta
Lari kota Jakarta lupa kaki yang lukaMengejek langkah kura kuraIngin sesuatu tak ingat bebanmuAtau itu ulahmu kota
Ramaikan mimpi indah penghuni
Jangan kau paksakan untuk berlariAngkuhmu tak peduliLuka di kaki
Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlariBila luka di kaki belum terobatiBerkacalah Jakarta

Condet

Kubuka jendelaSapa angin pagiRingan kau melangkahSongsong hidup ini
Hela lenguh lembuHalau burung burungBocah tawa riangCanda di kali yang jernih
Bila malamTembang di purnamaYang memberi semangatHidup esok hari
Kubuka jendelaMaki angin pagiBerat kau melangkahTuk dapatkan kesempatan
Roda teknologiEnyahkan pedatiBias rumah kacaLubangi paru bumi
Syair RonggowarsitoJerit dan keringatGemuruhnya Rolling Stones
Api revolusiHaruskah padamDigantikan figur yang tak pasti

Tak Biru Lagi Lautku

Hamparan pasir
Tampak putih berbuih
Kala sisa ombak merayap

 

Hamparan pasir
Terasa panas menyengat
Di telapak kaki yang berkeringat

 

Camar camar hitam
Terbang rendah melayang
Di sekitar perahu nelayan

 

Daun kelapa
Elok saat melambai
Mengikuti arah angin

 

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

 

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

 

Gurau mereka
Oh memang akrab dengan alam
Kudengar dari kejauhan

 

Dan batu batu karang
Tertawa ramah bersahabat
Memaksa aku tuk bernyanyi

 

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

 

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

 

Itu dahulu
Berapa tahun yang lalu
Cerita orang tuaku

 

Sangat berbeda
Dengan apa yang ada

 

Tak biru lagi lautku
Tak riuh lagi camarku
Tak rapat lagi jalamu
Tak kokoh lagi karangku
Tak buas lagi ombakmu
Tak elok lagi daun kelapaku
Tak senyum lagi nelayanku
Tak senyum lagi nelayanku

Salah Siapa

Kala surya kan tiba
Tuk menyinari semua
Isi alam semesta

 

Embun pagi gelisah
Enggan untuk berpisah
Ingin lenyapkan hati yang resah

 

Jauh jauh kau datang
Hanya untuk memandang
Betapa indah alam

 

Sekejap kau terdiam
Saat senja kan jelang
Tangis perpisahan tak tertahan

 

Oh
Adakah semua ini Engkau ciptakan
Berapa dosa yang telah ia lakukan
Tiada damai di hati ia rasakan

 

Siapa kan menjawabnya
Jika ia ingin bertanya

 

Salahku dimana
Tunjukkan dimana
Yang ini salah siapa

Damai Kami Sepanjang Hari

Hangat mentari pagi iniAntar ku pulang dari bermimpiRamah tersenyum matahariInginkan aku tuk bernyanyi
Indah pagi iniNada sumbang enyahlah kauBiarkan kami
Perlahan kau bangunkan akuAntarkan segelas kopi ( kopi susu )Dengar canda adik adikmuInginkan aku segera bersatu
Indah pagi iniNada sumbang enyahlah kauBiarkan kami
Semoga akan tetap abadiPagi iniPagi esokEsok hariHari nanti
Semoga tak kan pernah berhentiCanda hari ( pagi )Canda pagi ( hari )Damai kami Sepanjang hari

Guru Zirah

Dia cantiknya guru muda kelaskuZirah namamu asli cangkokan JawaBusana biasa sajaRamping kau punya pinggang
Tahi lalatmu genit nangkring di jidatGoda batinku kilikitik imankuPantatmu aduhaiBagai salak raksasa
Merah bibirmu bukan polesan pabrikMulus kulitmu tak perlu lagi ke salonBetismu bukan mainIndah bak padi bunting
Tidur pun aku tak nyenyakSebelum aku sebutkanNamamuGuru Zirah bodi montok
Rasanya ingin punya bankTuk traktir engkau seorangImpiankuGuru Zirah bodi montok
Baru melihat kaki ibu melangkahHati didalam dag dig dug mirip bedukApalagi he he heTak kan kuat ku berdiri
Zirah guruku ibu manis bak permenBerilah les privat agar otakku patenHadiahku tas plastikBoleh pesan di butik
Tidur pun aku tak nyenyakSebelum aku sebutkanNamamuGuru Zirah bodi montok
Rasanya ingin punya bankTuk traktir engkau seorangImpiankuGuru Zirah VeWe Kodok
Kalau setuju kita bolos sehariBohong sedikit mungkin Tuhan tak marahAsmara tak bedakanAku murid kau guru
Kebun binatang lokasi yang idealMurah meriah ongkos buat pacaranKu tahu gaji ibuHanya cukup untuk beli tahu
Tidur pun aku tak nyenyakSebelum aku sebutkanNamamuGuru Zirah bodi montok
Rasanya ingin punya bankTuk traktir engkau seorangImpiankuGuru Zirah VeWe Kodok

Doa

BerjamaahMenyebut asma ALLAHSaling asah saling asih saling asuh
BerdoalahSambil berusahaAgar hidup jadi tak sia sia
Badan sehatJiwa sehatHanya itu yang kami mau
Hidup berkahPenuh gairahMudah mudahan ALLAH setuju
Inilah lagu pujianNasehat dan pengharapan
Dari hati yang pernah matiKini hidup kembali

Hello Comment 0Urut Berdasarkan

Ayo kemukakan pendapatmu

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer