Yogyakarta

Name penyanyi : Ebiet G. Ade
Penulis lirik : none
Composer : none
Tanggal rilis : none
Name album : none
User Rating
Yogyakarta
0 (0%) 0 votes
Menonton video dari: YOGYAKARTA

Seperti debu, tajam menerpa mata
Aku tersentak dari lamunan
ketika kubuka tirai jendela
Seperti angin, lembut menyusup jiwa
Aku terpejam, kuhirup nafas dalam
di gerbang kotaku, Yogyakarta
Hari ini aku pulang, hari ini aku datang
bawa rindu, bawa haru, bawa harap-harap cemas
Masihkah debu jalanan menyapa gerak langkahku
Masihkah suara cemara mengiringi nyanyianku
Seperti bintang diam menunggu fajar
Aku berfikir untuk membangunkanmu
Bergumul dengan gelora nafasmu
Di sini aku ditempa, di sini aku dibesarkan
Semangatku, keyakinanku, keberadaanku pun terbentuk
Masih aku pelihara kerinduanku yang dalam
Setiap sudutmu menyimpan derapku, Yogyakarta
Setiap sudutmu menyimpan langkahku, Yogyakarta
mmmm hoo

Baca Yang Ini...
Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan

Ebiet G. Ade none none none Dengar suara angin...

Hidup 2

Ebiet G. Ade none none none Malam ini aku...

Ketegaran Hati Seorang Pengemis Dan Anaknya

Ebiet G. Ade none none none Kututupi wajah dari...

Kupu-Kupu Kertas

Ebiet G. Ade none none none Setiap waktu engkau...

Puisi Bulan Madu

Ebiet G. Ade none none none Dalam kesempatan yang...

Opera Tukang Becak

Ebiet G. Ade none none none Ia melangkah terhuyung menyeret...

Seberkas Cinta Yang Sirna

Ebiet G. Ade none none none Masih sanggup untuk...

Kosong

Ebiet G. Ade none none none Ketika diam menjerat...

Sejoli Kasih Sarman Dan Lasmi

Ebiet G. Ade none none none Sepasang kekasih yang...

Seruling Malam

Ebiet G. Ade none none none Bulan keemasan, kuning...

Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan

Dengar suara angin berdesau semilirmenyentuh legam lenganku telanjangtengah duduk menunggu fajarSemburat sinar merah matahari
Lihat pucuk-pucuk daunan melambaiBerbagai kenangan silih bergantimengisi jiwa, menguak dadaKepak kelelawar pecahkan bintang
Ingin aku sapa sekejap Kau sirnaseperti di telan bianglalaGetar batang pinus gelombang samudraTeguhkan bibirku sebut namaMu
Dengar derap langkah serentak terhentiMenyimak lirih bisikan kalbukuAda yang tertinggal, ada yang hilangBegitu kelam dan sangat dalam
Tinggal sepotong ranting erat kugenggamTolong, sambutlah persembahan iniHeningnya malam bekukan embunBiduk telah sarat dan kutambatkan

Hidup 2

Malam ini aku mesti pulangUntuk segera tidur di kamarku yang gelapMeskipun sebenarnya aku ingin tetap tinggalUntuk menikmati bintang untuk menikmati bulan
Sebentar lagi Kasih beri aku waktuUntuk sekadar mengucapkan selamat malamMeskipun aku tak dapat melihat wajahMuTapi hembusan angin cukup menyatakanKehadiranMu untukku
Dan sekarang aku telah tidur sendiri di kamarkuYang gelap dan dingin penuh angan-anganDan sekarang aku telah pulang kembali ke rumahYang kotor dan kecil penuh cita-cita
Di sinilah di kamarku yang gelap iniAku ingin menumpahkan kerinduankuDi sinilah di kamarku yang dingin iniAku ingin menangis di pangkuanMu
Hari ini aku pergi sembahyangUntuk mendekatkan diri kepadaMuSemoga Kau tahu apa yang kumaksudkanSemoga Kau lebur dosa dan kesilapanku

Ketegaran Hati Seorang Pengemis Dan Anaknya

Kututupi wajah dari terik matahariKuseka keringat dengan punggung tanganMari kita berteduh di bawah bayangan gedungSembunyikan duka, lapar, dahaga
Kugandeng tanganmu, jemari yang kurusHayati kemiskinan merangkak ke depanAnakku tercinta, tengadahlah ke langitTuhan pasti mendengar doa kita
Semua langkah yang kita buatmeninggalkan jejak di bumiSemua nafas yang kita hirupmembawa kristal kehidupanSingkirkanlah cemburu, buanglah tanda tanyaTentang kehendakNya membagi nikmat ho….Mungkin yang buat kita masih tersimpan di sorgaMenunggu kita siap menerima
Semua langkah yang kita buatmeninggalkan jejak di bumiSemua nafas yang kita hirupmembawa kristal kehidupanSingkirkanlah cemburu, buanglah tanda tanyaTentang kehendakNya membagi nikmat ho…Mungkin yang buat kita masih tersimpan di sorgaMenunggu kita siap menerima

Kupu-Kupu Kertas

Setiap waktu engkau tersenyumSudut matamu memancarkan rasaKeresahan yang terbenamKerinduan yang tertahanDuka dalam yang tersembunyiJauh di lubuk hatiKata katamu riuh mengalir bagai gerimis
Seperti angin tak pernah diamSelalu beranjak setiap saatMenebarkan jala asmaraMenaburkan aroma lukaBenih kebencian kau tanamBakar ladang gersangEntah sampai kapan berhenti menipu diri
Kupu kupu kertasYang terbang kian kemariAneka rupa dan warnaDibias lampu temaram
Membasuh debu yang lekat dalam jiwaMencuci bersih dari segala kekotoranAku menunggu hujan turunlahAku mengharapkan badai datanglahGemuruhnya akanMelumatkan semua kupu kupu kertas
Kupu kupu kertasYang terbang kian kemariAneka rupa dan warnaDibias lampu temaram
Kupu kupu kertasYang terbang kian kemariAneka rupa dan warnaDibias lampu temaram
Kupu kupu kertasYang terbang kian kemariAneka rupa dan warnaDibias lampu temaram

Puisi Bulan Madu

Dalam kesempatan yang lama kutungguCuaca cerah memancar sinar rembulanmembantuku membunuh kegalauan jiwaBunga tulip mekar subur di dada
Dalam percintaan yang hangat menggebumarilah kita saling melebur diriSimpanlah cintaku sedalam-dalamnyaCintamu pun lekat di jantung hati
Buang jauh-jauh onak dan duriMari kita lintasi semua bumiPejamkan matamu, hirup kenyamananCinta telah terpatri selamanya
Bersama kita dengar nyanyian bungaMimpi-mimpi yang usang kita kuburMenggenggam hari ini seerat mungkinPerjalanan kita masih sangat panjang
Buang jauh-jauh onak dan duriMari kita lintasi semua bumiPejamkan matamu, hirup kenyamananCinta telah terpatri selamanya

Opera Tukang Becak

Ia melangkah terhuyung
menyeret tubuh yang kurus
Mencari sudut terlindung teduh dari terik mentari
Menatap jalan lengang di depan yang tak ada harapan

 

Kakinya mengayuh angin,
naluri kebiasaan
terlalu bodoh untuk mengerti segala macam aturan
Yang dia tahu dan dirasakan hilang pencaharian

 

Tertidurlah dan bermimpi
mengayuh beca ke teluk Jakarta
Berhentilah sampai di sana,
peluit berdesing di telinga
ho ho ho ho

 

La la la la la la la ia pun melompat
La la la la la la la ia pun menyingkir
La la la la la la la ia bersembunyi

 

Ia teringat sesuatu,
sepetak sawah di kampung
Memberi nafas dan ketenteraman, kenapa ditinggalkan
Ia tersadar dan ingin pulang, malu pun ditepiskan

 

Sanak famili menyambut
tangan terbuka, si anak hilang
berkubang bersama di sawah
Terasa maknanya dilahirkan
ho ho ho ho

 

La la la la la la la ia pun tersenyum
La la la la la la la ia pun bernyanyi
La la la la la la la digenggam hari ini
La la la la la la la ho ho ho ho ho ho
La la la la la la la ho ho ho ho ho ho

Seberkas Cinta Yang Sirna

Masih sanggup untuk kutahankanMeski telah kau lumatkan hati iniKau sayat luka baru di atas duka lamaCoba bayangkan betapa sakitnyaHanya Tuhanlah yang tahu pastiapa gerangan yang bakal terjadi lagiBegitu buruk telah kau perlakukan akuIbu, menangislah demi anakmuSementara aku tengah bangganyamampu tetap setia meski banyak cobaanBegitu tulusnya kubuka tangankuLangit mendung, gelap malam untukkuTernyata mengagungkan cintaharus ditebus dengan duka laraTetapi akan tetap kuhayatihikmah sakit hati initelah sempurnakan kekejamanmuPetir menyambar hujan pun turunDi tengah jalan sempat aku merenungMasih adakah cinta yang disebutkan cintabila kasih sayang kehilangan makna?Ternyata mengagungkan cintaharus ditebus dengan duka laraTetapi akan tetap kuhayatiHikmah sakit hati iniTelah sempurnakan kekejamanmu

Kosong

Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampaAngin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulanBayanganMu seperti lenyap disapu gelombangPerahuku terombang-ambing dan tenggelam
Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwaSuara ranting meronta-ronta, merobek mentariDekapanMu masih terasa hangat dalam darahBintang-gemintang bersembunyi dalam kelam
Kosong, ho ho pikiran hampa menerawangKosong, ho ho langit terasa semakin gelapEntah bermimpi tentang apa, terpenggal-penggal ho..Entah sujud kepada siapa aku berserah
Kosong, ho ho pikiran hampa menerawangKosong, ho ho langit terasa semakin gelapMestinya aku hanya diam dalam tawakal ho..atau kuurai air mata dalam sembahyangatau kuurai air mata dalam sembahyang

Sejoli Kasih Sarman Dan Lasmi

Sepasang kekasih yang terjeratlingkaran cinta yang menggebuSetiap kali mereka sempat bertemurindu hanya mengalir lewat pandang
Di sudut jantung yang kering tanduscinta sejati telah dipatriMeskipun selalu dibelenggu was-wassatu saat mereka dipisahkan
Sarman hanya punya cinta setulusnyauntuk Lasmi gadis ikal mayangMereka berdua telah sepakatmembuka ladang cinta yang musykilSarman hanya buruh pekerja kasar,Lasmi putri pejabat negeriBertekad membina kasih bersemiMenyeberangi takdir berjalin jarihu hu hu
Seperti petir di tengah hariAda kabar yang menggemparkanSarman dengan sepenuh kejantananmelamar Lasmi si gadis impian
Sungguh-sungguh di luar dugaanPejabat negeri tak keberatanBerlangsunglah pesta kawin sederhanadengan segala hikmat dan sukacita
Sarman hanya punya cinta setulusnyauntuk Lasmi gadis ikal mayangMereka berdua telah sepakatmembuka ladang cinta yang musykilSarman hanya buruh pekerja kasar,Lasmi putri pejabat negeriBertekad membina kasih bersemiMenyeberangi takdir berjalin jarihu hu hu hu hu hu… hu hu hu…du du du du du du

Seruling Malam

Bulan keemasan, kuning berkilauanTerdengar seruling bambumerayap ke langit, menikam bumiBergetar seluruh jagat raya iniLengkingan tinggi bagai buluh perinduadalah tangisan bayiDiakah anak kita, dia buah cinta kitaIstriku coba redakan tangisnyaSekelompok burung malam terbangdan terbitlah bintang kejoraMemancarkan sinar cinta kasihBagi anak kita yang suci bersihBerbahagialah dan bersyukurlahatas kehadiran anak kitaIngin kugendong dan kutimang-timangkuajak engkau bermainKenalilah bapakmu, kenali ibumudan negeri ini tanah airmuSegeralah dewasa dalam asuhanku‘kan kubimbing di jalan yang lurusJadilah anak berbudi, penuh kebajikanMenjunjung tinggi harkat kebenaranBerbahagialah dan bersyukurlahatas kehadiran anak kita

Hello Comment 0Urut Berdasarkan

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer