Dewi Lestari

Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Cicak Di Dinding

Dewi Lestari none none none Nada dan puisi...

Back To Heaven’s Light

Dewi Lestari none none none Once in a...

Malaikat Juga Tahu

Dewi Lestari none none none Lelahmu jadi lelahku...

Aku Ada (Feat. Arina)

Dewi Lestari none none none Melukiskanmu saat senja Memanggil...

Peluk (Feat. Aqi “Alexa”)

Dewi Lestari none none none Menahun, ku tunggu...

Rectoverso Curhat Buat Sahabat

Dewi Lestari none none none Sahabatku, usai tawa...

Tidur

Dewi Lestari none none none “…Terlalu lama kita...

Selamat Ulang Tahun

Dewi Lestari none none none “… Aku tidak...

Rectoverso Curhat Buat Sahabat

Dewi Lestari none none none “…Tak ada yang...

Pulang

Dewi Lestari none none none TuhankuKu ingin berceritaKu...

Peluk Feat. Aqi “Alexa”

Dewi Lestari none none none “… Rasakan semua,...

Malaikat Juga Tahu

Dewi Lestari none none none “… Mereka yang...

Hanya Isyarat

Dewi Lestari none none none “… Aku sampai...

Grow A Day Older

Dewi Lestari none none none “… When I...

Firasat

Dewi Lestari none none none “…Aku teringat detik-detik...

Dongeng Secangkir Kopi

Dewi Lestari none none none tiap kau datang...

Cicak Di Dinding

Dewi Lestari none none none “… Lelaki itu...

Back To Heaven’s Light

Dewi Lestari none none none “…If once we...

Aku Ada Feat. Arina

Dewi Lestari none none none “…Dengarkah kamu? Aku...

Cicak Di Dinding

Nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati

 

Kadang benda mati yang memenangkan
Tempat di sisimu
Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu

 

Ku berserah dalam ketakberdayaan
Berbahagia dengan satu impian
Dan satu kejujuranku

 

Ku ingin jadi cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Hanya suara dan tatapku menemanimu

 

Dan ku menyadari tanganku
Tak kan mampu meraihmu
Walau ku tahu tanganmu tak kan lelah memberi

 

Tidurlah, tidur, buih ombakku
Percikmu abadi menyegarkanku
Namun biarlah kini…
Kuingin jadi cicak

 
S’perti cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Melekat, menemani, membelai dinding jiwamu…

.

 

..(cicak, cicak di dinding)…

Back To Heaven’s Light

Once in a dream, I saw you telling me
That you’ve traveled in the dark
Just to find that little spot
How you’d settle for a light
In the vastness of the night
Then I saw some tears were coming from you eyes
As you said you’d found your paradise
And I began to ask you : why you have to cry ?

 

And now, it’s so dreamlike I hear you telling me
It’s been such a perfect grace; it’s been such a perfect place
To be in my heart at last, and have angels singing you a song
As you see the tears are falling from my eyes
When you say I am your paradise
You smile and ask me: Why I have to cry ?

 

It’s a journey, you say, an illusion of a journey
Now you can’t see where it ends and where it starts
It’s our life and our love that you wish to have,
where you wish to be
In this tiny spark of memory, mortality
What’s left for me to do is to welcome you home
Back to my heart, back to heaven’s light
Back to my heart, and we’re never apart

 

And it’s time for me to say goodbye to those eyes
To let you go so sleeplike and hear you whisper;
Why we have to cry?

 

It’s a journey, you say, an illusion of a journey
Now you can’t see where it ends and where it starts
It’s our life and our love that you wish to have,
Where you wish to be
In this tiny spark of memory, mortality
What’s left for me to do is to welcome you home
Back to my heart, back to heaven’s light
Back to my heart, and we’re never apart
And we’re never apart

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

 

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

 

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

 

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

 

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

 

Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s’lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

 

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juag tahu
Aku kan jadi juaranya

Aku Ada (Feat. Arina)

Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu

 

Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu akulah lautan
Ke mana kau s’lalu pulang

 

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada

 

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu

 

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan
Memeluk pantaimu erat

 

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada

Peluk (Feat. Aqi “Alexa”)

Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

 

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

 

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

 

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

 

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

 

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

 

Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

 

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

 

Dan kini ku berharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Rectoverso Curhat Buat Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

 

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

 

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini

 

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : “Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

 

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi

 

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji

 

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku”

 

Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Tidur

“…Terlalu lama kita hidup menjadi bayang-bayang bagi satu sama lain. Biarkan aku mendekati kalian dengan perlahan, sampai pagi terbit bagi kita bersama. Tak ada lagi bayangan. Kita lebur dalam kenyataan.”
Tak perlu kau bangun dari tidurmuTak usah bersuara menyambutkuKu cukup bahagia berada di siniDi sisimu, memandangmu,Tanpa perlu kau tahu
Sekian lama sudah kita tak berjumpaTiada terbilang lagi rindu iniDalam haru, ku membisu
Oh…tidur, tenangOh…tidur, sayang, tidurMalam ini kucukupkan hanya menatapimuMalam ini kuputuskan untuk jaga tidurmu
Jika nanti semua ini berlaluJika ku tak lagi jauh darimuAku kan temani engkau selaluPagi, siang, sore, malamKapan pun engkau mau
Sekian lama sudah kita tak berjumpaTiada terbilang lagi rindu iniDalam haru, ku membisu
Oh…tidur, tenangOh…tidur, sayang tidurAku kan ada saat matamu membukaMendekap engkau seolah tiada esok, lusa
Tiada pergi jauh lagi dari engkauTiada malam, tiada pagi,Tanpa hangat jemarimu
Oh…tidur, sayang tidur

Selamat Ulang Tahun

“… Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal.”

Ribuan detik kuhabisiJalanan lengang kutentangOh, gelapnya, tiada yang bukaAdakah dunia mengerti?
Miliaran panah jarak kitaTak jua tumbuh sayapkuSatu-satunya cara yang adaGelombang tuk ku bicara
Tahanlah, wahai WaktuAda “Selamat ulang tahun”Yang harus tiba tepat waktunyaUntuk dia yang terjaga menantiku
Tengah malamnya lewat sudahTiada kejutan tersisaAku terlunta, tanpa saranaSaluran tuk ku bicara
Jangan berjalan, WaktuAda “Selamat ulang tahun”Yang harus tiba tepat waktunyaSemoga dia masih ada menantiku
Mundurlah, wahai WaktuAda “Selamat ulang tahun”Yang tertahan tuk kuucapkanYang harusnya tiba tepat waktunyaDan rasa cinta yang s’lalu membaraUntuk dia yang terjagaMenantiku

Rectoverso Curhat Buat Sahabat

“…Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam.”
Sahabatku, usai tawa iniIzinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendakiSesak udara di atas puncak khayalanJangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuhPedihnya luka di dasar jurang kecewaDan kini sampailah, aku di sini…
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakitYang sudi dekat, mendekap tangankuMencari teduhnya dalam matakuDan berbisik : “Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku…”Dan demi Tuhan, hanya itulah yangItu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,Tetapi…
Telah lama, kumenantiSatu malam sunyi untuk kuakhiriDan usai tangis ini, aku kan berjanji…
Untuk diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakitMenentang malam, tanpa bimbang lagiDemi satu dewi yang lelah bermimpiDan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…”
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Pulang

TuhankuKu ingin berceritaKu tunduk bersujudKu mulai berdoa
Lelahnya jiwakuBeratnya langkahku
TuhankuKu rindu tawaku yang duluKejujuran kebenaran yang dulu ku tahuKe mana semuaSejauh itukahKu sesal sudah
Peluklah semua tanyakuJawablah dengan cara Mu
TuhankuKu ingin berkelanaKembali mencari jalan ke rumahBukan di sini tempat kuBukan mereka yang ku cinta
Hari iniKu mengenaliArti keberanianYang menerbangkankuDi atas semua deritaDan apa kabarnya
Usai semua sandiwaraCukup ku berpura puraSejujurnyaHanya dia yang ku cintaKe hatinya aku ingin pulang

Peluk Feat. Aqi “Alexa”

“… Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatikum pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”

Menahun, ku tunggu kata-kataYang merangkum semuaDan kini ku harap ku dimengertiWalau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyiTak perlu mengingkariRasa sakitmuRasa sakitku
Tiada lagi alasanInilah kejujuranPedih adanyaNamun ini jawabnya
Lepaskanku segenap jiwamuTanpa harus ku berdustaKarena kaulah satu yang kusayangDan tak layak kau didera
Sadari diriku pun kan sendiriDi dini hari yang sepiTetapi apalah arti bersama, berduaNamun semu semata
Tiada yang terobatiDi dalam peluk iniTapi rasakan semuaSebelum kau kulepas selamanya
Tak juga kupaksakanSetitik pengertianBahwa ini adanyaCinta yang tak lagi sama
Lepaskanku segenap jiwamuTanpa harus ku berdustaKarena kaulah satu yang kusayangDan tak layak kau didera
Dan kini ku berharap ku dimengertiWalau sekali saja pelukku

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer