Anggur Merah

Name penyanyi : Caca Handika
Penulis lirik : none
Composer : none
Tanggal rilis : none
Name album : none
User Rating
Anggur Merah
0 (0%) 0 votes
Menonton video dari: Caca Handika - Anggur Merah

semenjak kepergianmu oh sayang
tak kuasa kumenghindari cobaan
ho ho ho…

 

sering kuturuti nafsu
di gelas minuman terbayang wajahmu
terseyum dibui anggur merah
ku tahu terlalu jauh melangkah
anggur merah bukanlah pelarian

 

Ku akui diriku bersalah padamu
betapa kau kecewa tersiksa merana
kudustai kulupakan janji cinta
maafkan kesalahanku oh sayang
takkan lagi kulupakan janji cinta

 

ku akui diriku bersalah padamu
betapa kau kecewa tersiksa merana
kudustai kulupakan janji cinta
maafkan kesalahanku oh sayang
takkan lagi kulupakan janji cinta

Baca Yang Ini...
Judul lagu Name penyanyi Penulis lirik Penyusun Tanggal rilis Lirik pertama

Gantungan Baju

Caca Handika none none none Seribu… Seribu… Lebih seribu...

Mandi Kembang

Caca Handika none none none Ha… Ha… Ha…...

Keangkuhan

Caca Handika none none none Mengapa…harus diriku… yang...

Lebih Baik Buta Mata

Caca Handika none none none menyesal ku kembali...

Undangan Palsu

Caca Handika none none none Kalau Saja Aku...

Wajah Dibalik Kaca

Caca Handika none none none wajah di balik...

Orang Sekampung

Caca Handika none none none orang sekampung pun...

Rena

Caca Handika none none none Rena Rena Rena,...

Angka Satu

Caca Handika none none none Masak… Masak Sendiri...

Undangan Palsu

Caca Handika none none none Kalau Saja Aku...

Gantungan Baju

Seribu… Seribu…
Lebih seribu kali
kau menyakiti..

 

Percuma saja…
Dirimu kembali
pabila hanya…
Kau pergi lagi..

 

Percuma saja..
Dirimu pulang
hanya membuat
kusakit hati…

 

Rela…mungkin rela
diriku kau buang..
Asal saja caramu
jangan begitu…

 

Seribu…seribu
lebih seribu kali..
Kau menyakiti…

 

Untuk siapa…
Dirimu pulang
sedang dirimu
tiada lagi…

 
Tapi mengapa..
Kini kau datang
sedang cintamu
tiada lagi…

 

Jangankan suratmu
dan kata pamitmu…
Setabur bedakpun
tak kau tinggalkan…

 

Tiada dirimu…
Tiada cintamu..
Yang tersisa hanya..
Gantungan bajumu..

 

Seribu… Seribu…
Lebih seribu kali…
Kau menyakiti…
(gleewaah….krosak..tlebug)

Mandi Kembang

Ha… Ha… Ha… Ha…
Mandi Kembang Tengah Malam
Jangan Kau Lakukan
Kalau Hanya Mengharap Maaf Dariku

 

Andai Kau Ingin Kembali
Mengharap Cintaku
Lupakanlah Dosa-Dosamu Yang Lalu

 

Ha… Ha… Ha… Ha…
Kumaafkan Semua Salahmu

 

Walau Diri Dan Cintamu Kini Sisa Orang
Namun Kedua Tanganku Rela Menerima
Walau Hancur Batin Ini Karna Undangan Palsumu
Namun Di Dalam Hatiku Tak Menyimpan Rasa Benci

 

Kembalilah… Kembalilah Andai Engkau Tak Bahagia
Diri Ini Pun Tak Rela Membiarkan Dirimu Tersiksa

 

Mandi Kembang Tengah Malam
Jangan Kau Lakukan
Kalau Hanya Mengharap Maaf Dariku

 

Andai Kau Ingin Kembali Mengharap Cintaku
Lupakanlah Dosa-Dosamu Yang Lalu
Ha… Ha… Ha… Ha…
Kumaafkan Semua Salahmu

Keangkuhan

Mengapa…harus diriku… yang kau hina…
Sedangkan aku sangat mencintaimu…
Mengapa…kau meneteskan air mata
Dengan penyesalan rasa penuh dosa Padaku yang semula hanya kau anggap sampah
Ternyata… kau sadari semua..
Haruskah… kuterima keangkuhanmu..

 

[Reff:] Kandaslah cintaku musnah harapanku
Kau yang membekukan getaran jiwaku
Kau mematahkan semangat cintaku

 

Mampukah dirimu membalut cintaku
Yang selama ini ku genggam dihati
Karena bagimu aku tak berarti

 

(*)Akhirnya kau datang meminta padaku
Satukan cinta yang pernah kau hina Haruskah… kuterima keangkuhanmu..

 

Kembali ke : Reff, (*), music, Reff

Lebih Baik Buta Mata

menyesal ku kembali ke kota ini
bila tahu kenyataan yang terjadi
engkau yang kusayangi tega mendustaiku
kesetiaan yang kutiip padamu

 

bukankah dulu engkau pernah berjanji
menunggu sampai aku kembali lagi
tapi kenyataannya engkau yang kucintai
terlena dalam pelukan sahabatku

 

menyesal ku kembali ke kota ini

 

untuk apa aku harus kembali
kalau hanya untuk menyaksikan
engkau bercumbu rayu

 

lebih baik buta mata dan kututup telinga

dari pada harus menanggung luka dalam dada
diriku kini bagai kayu yang rapuh

Undangan Palsu

Kalau Saja Aku Tau
Salamah Itu Namamu
Tak Mungkin Aku Hadiri
Pesta Perkawinan Ini

 

Engkau Kirimkan Surat Undangan
Kau Tulis Nama Palsu Belaka
Semula Aku Tiada Percaya
Dirimu Tega Hianat Cinta

 

Kado Yang Kubawa Ini
Tak Kuasa Aku Berikan
Karena Aku Kecewa
Engkau Binasakan Cinta

 

Mengapa Tega Kau Mengundangku
Atau Kau Sengaja Menyakitiku
Sungguh Hatimu Tiada Perduli
Kau Anggap Diriku Tak Punya Hati

 

Berjuta Sesal Dalam Hatiku
Mengenang Nama Dan Cinta Palsu

Wajah Dibalik Kaca

wajah di balik kaca bagaikan bunga
kecantikan wajahmu cuma hiasan
wajah di balik kaca engkau terlena
kau kejar harta benda dan kemewahan
kau lupakan iman kau lupakan tuhan
wajah di balik kaca

 

pandanglah kesana akan masa depan
bila hari tua dalam kegelapan
jangan kau terlena akan harta benda
karna semua itu tak akan kau bawa
sadarlah sadarlah sebelum terlambat

 

wajah di balik kaca bagaikan bunga
kecantikan wajahmu cuma hiasan
kau lupakan iman kau lupakan tuhan
wajah di balik kaca

 

pandanglah kesana akan masa depan
bila hari tua dalam kegelapan
jangan kau terlena akan harta benda
karna semua itu tak akan kau bawa
sadarlah sadarlah sebelum terlambat

 

wajah di balik kaca bagaikan bunga
kecantikan wajahmu cuma hiasan
kau lupakan iman kau lupakan tuhan
wajah di balik kaca

Orang Sekampung

orang sekampung pun tahu
akulah yang kau kenang
akulah yang kau cinta
bahwa dirimu milikku
sebagai kekasih saling menyintai

 

tapi mengapa tiba-tiba
kau sebarkan undangan
bahwa dirimu akan menikah dengan orang lain
ho…o…o…

 

* orang sekampung pun tahu
akulah yang kau kenang
akulah yang kau cinta
bahwa dirimu milikku

 

mudahnya engkau berpaling hanya karena aku miskin
tetapi mengapa sempat kau cintai
gelap mata gelap hati kau lupakan diriku ini
setelah kau dapat orang yang berdasi

 

derita hatiku kecewa hidupku
kau tambah pula untuk malu

 

kembali ke *

Rena

Rena Rena Rena, ku sayang padamu
Rena Rena Rena ku cinta padamu
Aku sangat rindu pada dirimu
Sudah lama aku tiada bertemu

 

Rena Rena Rena, ku sayang padamu
Rena Rena Rena ku cinta padamu

 

Reff:
Namamu terlukis indah bagai intan mutiara
Memancarkan cahaya,
cahaya asmara
Hanya satu dalam hati cinta
kasihku padamu
Sungguh tiada duanya didalam dunia

Angka Satu

Masak… Masak Sendiri Makan…. Makan Sendiri
Cuci Baju Sendiri Tidurku Sendiri
Cinta Aku Tak Punya Kekasih Pun Tiada
Semuanya Telah Pergi Tak Tau Kemana

 

Hidup Serasa Kaku Bagaikan Angka Satu
Meranalah… Kini Merana

 

Masak… Masak Sendiri Makan… Makan Sendiri
Cuci Baju Sendiri Tidurku Sendiri

 

Aduh… Duh Duh Duh… Oo… Ingin Rasanya Diriku
Bercinta Seperti Dulu Tapi Ku Takut Gagal Lagi
Aduh… Duh Duh Duh… Oo… Kemana… Harus Kemana
Diriku Membuang Sepi Yang Selalu Menyiksa Diri
Atau Kurelakan Begini

 

Masak… Masak Sendiri Makan… Makan Sendiri
Cuci Baju Sendiri Tidurku Sendiri

 

Cinta Aku Tak Punya Kekasih Pun Tiada
Semuanya Telah Pergi Tak Tau Kemana
Hidup Serasa Kaku Bagaikan Angka Satu
Meranalah… Kini Merana

 

Masak… Masak Sendiri Makan… Makan Sendiri
Cuci Baju Sendiri Tidur Pun Sendiri

Undangan Palsu

Kalau Saja Aku Tau
Salamah Itu Namamu
Tak Mungkin Aku Hadiri
Pesta Perkawinan Ini

 

Engkau Kirimkan Surat Undangan
Kau Tulis Nama Palsu Belaka
Semula Aku Tiada Percaya
Dirimu Tega Hianat Cinta

 

Kado Yang Kubawa Ini
Tak Kuasa Aku Berikan
Karena Aku Kecewa
Engkau Binasakan Cinta

 

Mengapa Tega Kau Mengundangku
Atau Kau Sengaja Menyakitiku
Sungguh Hatimu Tiada Perduli
Kau Anggap Diriku Tak Punya Hati

 

Berjuta Sesal Dalam Hatiku
Mengenang Nama Dan Cinta Palsu

Hello Comment 0Urut Berdasarkan

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z #
Cari Lirik ?

Nama Artis

Judul Lagu

frase lirik

TV show, mocie, anime, korea, japanese, india dorama

Penulis lirik, komposer