Karyawan Lepasnya Kesetrum Saat Bertugas, Alfamart Cuek

Saat membersihkan neon box reklame Adi kesetrum dan akhirnya terjatuh tertelungkup dari ketinggian sekitar 8 meter.
0
Karyawan Lepasnya Kesetrum Saat Bertugas, Alfamart Cuek
0 (0%) 0 votes
03122015 Pegawai Alfamart KesetrumREV

Ketika kita memperhatikan gerak kehidupan dari beragam makhluk yang ada di alam ini, kita mungkin akan menemukan keunikan pada masing-masing makhluq yang kita amati. Tak terkecuali manusia. Keadaan manusia seperti roda berputar, kadang senang kadang sedih. Ada kala bahagia, ada kala sengsara.

 

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang pun kecuali ia pasti akan diuji, baik dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya.

 

Kisah tragis dialami oleh seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Adi Prasetya. Adi yang malang harus merelakan kedua tangannya untuk dilakukan tindakan amputasi. Kedua tangannya membusuk setelah tersetrum saat bekerja.

 

 

Adi usai keluar dari Rumah Sakit

 

 

Karyawan Lepas Alfamart KesetrumSource: Radarpekanbaru

 

 

Sebagaimaba dilansir Radarpekanbaru, nestapa itu bermula ketika Adi yang merupakan Pekerja Harian Lepas di Alfamart bekerja seperti biasa membersihkan neon box reklame di gerai retail Alfamart II Dharma Bakti di kawasan Sigunggung, kota Pekanbaru pada 2 November 2015 sekitar pukul 12.30 WIB. Pekerjaan yang semestinya bisa jadi jalan Adi mendapat rejeki, ternyata jadi awal takdir buruk. Ia mengalami kecelakaan kerja.

 

Saat membersihkan neon box reklame Adi kesetrum dan akhirnya terjatuh tertelungkup dari ketinggian sekitar 8 meter. Jatuhnya parah, tulang rahangnya patah, mulutnya berdarah. Tak sekedar jatuh, aliran listrik tegangan tinggi yang menyetrum dirinya memicu kebakaran hebat.

 

Kedua tangan dan tubuh bagian bawahnya terbakar parah. Ia pun kemudian dilarikan ke klinik terdekat, lantaran kondisnya makin parah, entah kenapa baru sekita pukul 21.30 ia dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

 

 

 

Tangan Adi di amputasi karena membusuk

 

 

Karyawan Lepas Alfamart KesetrumSource: Riausatu

 

 

Singkat cerita, Tanggal 18 Desember lalu dengan penuh perjuangan Adi keluar dari Rumah Sakit setelah menebus biaya sebesar Rp 33 juta yang di dapatnya dari Jamkesda. Kendati demikian tak ada seorang pun dari pihak Alfamart yang datang untuk sekedar menenggok atau memberi bantuan biaya.

 

 

”Sampai saat ini, tidak ada bantuan sepeser pun dari Alfamart, perusahaan yang mempekerjakannya sebagai buruh harian, melihat ke rumah sakit pun tidak. Tragisnya, seminggu setelah kejadian, istrinya Juriyah yang lagi hamil tua, diusir Ardiyanto, kepala tukang, dari rumahnya,” Ponimin, menambahkan.

Source: www.riausatu.com

 

 

Akibat peristiwa itu, kedua tangan perantau asal Tegal itu pun terpaksa diamputasi lantaran luka tangannya mengalami pembusukan setelah terbakar. Ia juga mengalami patah kaki dan banyak luka lain di tubuhnya. Adi kini tak lagi seperti pria muda pada umumnya.

 

 

“Kami sangat menyesalkan kenapa pihak Alfamart Pekanbaru terkesan lepas tangan atas kecelakaan ini. Kejadian kesetrum dan jatuh dari atas minimarket Alfamart itu, karyawannya kan tahu. Apa mentang-mentang pasangan suami istri muda itu bukan orang Riau? Ke mana hati nurani mereka,” kata Ponimin.

Source: Riausatu

 

 

 

Surat Perintah Kerja dari Alfamart

 

 

Karyawan Lepas Alfamart KesetrumSource: Riausatu

 

 

Kini ia hanya bisa tergolek lemah di rumah Ponimen di Jalan Dahlia, Gang Gajus No.17 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Di rumah kontrakan itulah kini Adi dan istrinya berteduh. Diberi tumpangan tinggal oleh Ponimen, pria baik yang baru dikenalnya selama merantau di Pekanbaru.

 

 

“Saya tak tega melihat dia dan istrinya tak punya tempat tinggal. Mereka berdua di sini tak punya saudara. Kasihan, apa lagi kondisinya sedang seperti itu,” ujar pria yang sudah 20 tahun mengontrak rumah di kawasan Gang Gajus tersebut.

Source: radarpekanbaru.com

 

 

Kondisi Adi kini teramat memilukan. Ia kehilangan kedua tanganya hingga siku. Harus diamputasi karena mengalami luka bakar yang cukup parah. Demikian juga dengan kakinya, terbakar parah dan masih belum kering lukanya, meski sudah dioperasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Padahal, dua bulan yang lalu kondisi Adi masih sehat dan kuat.

 

Penderitaan Adi semakin mengiris hati karena istrinya Juriyah sedang berbadan dua. Perempuan asal Medan itu mengandung anak pertama hasil dari buah cintanya dengan Adi. Sekarang usia kandungan Juriyah memasuki 9 bulan. Tinggal menghitung hari saat persalinan.

 

 

“Kalau menurut perkiraan dokter, pekan pertama Januari ini melahirkan. Katanya, kalau lewat tanggal lima tak lahir, harus dioperasi,” tutur Juriyah.

Source: radarpekanbaru.com

 

 

Juriyah mengaku jika pihak keluarganya di Medan dan keluarga suaminya di Tegal sebenarnya sudah diberi tahu tentang musibah yang sedang terjadi, namun karena keluarga kedua pasangan ini juga bukan dari kalangan berada, mereka hanya bisa mengirim doa dan berpesan agar lebih bersabar dalam menghadapi cobaan.

 

Kini, Adi dan Juriyah hanya bisa pasrah menanti perjalanan takdirnya. Secara lahiriyah, keduanya tak memiliki syarat untuk bisa keluar dari situasi sulit yang sedang dihadapi. Hanya kemurahan Allah lewat hamba-hambanya yang peduli yang bisa membantu.

 

Mari share kisah memilukan ini kesemua temanmu agar semakin banyak orang yang tergerak hatinya mau membantu.

 

 

Source : Radarpekanbaru

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori