Kakek 100 Tahun Ini Tetap Ajari Kitab Lontara & Alquran ke Santrinya

Sejak usia remaja, La Tahera yang biasa dipanggil dengan Ambo Mambu ini dikenal telaten menulis beragam buku yang berisikan ajaran kitab Lontara.
0
Kakek 100 Tahun Ini Tetap Ajari Kitab Lontara & Alquran ke Santrinya
0 (0%) 0 votes
kakek la tahera

Meski usianya sudah lebih dari 100 tahun, namun semangatnya dalam menularkan beragam ilmu pengetahuan dalam ajaran kitab Lontara serta kitab suci Al Quran yang kaya akan petuah serta falsafah hidup tak pernah padam.

 

La Tahera, kakek pemilik delapan anak dan ratusan cucu beserta cicit ini dikenal telaten menularkan kitab Lontara yang berisikan tentang ajaran kehidupan. Mulai dari ilmu kesehatan, seksologi, perbintangan sampai ilmu bercocok tanam agar tanaman selamat dari serangan hama dan penyakit.

 

Kakek La Tahera

 

kitab
Source: kompas.com

 

Semasa hidupnya sudah puluhan bahkan ratusan kitab Lontara yang ia tulis dengan tangannya sendiri. Sejak usia remaja, La Tahera yang biasa dipanggil dengan Ambo Mambu ini dikenal telaten menulis beragam buku yang berisikan ajaran kitab Lontara dengan menggunakan tinta Kalla dari pohon enau yang diracik dengan tangannya sendiri.

 

Kemampuan menulis kitab ini berasal dari sosok ayahnya yang dikenal mahir dalam menguasai kitab itu serta kitab kuning yang sering disebut dengan kitab gundul.

 

Meski usianya sudah amat lanjut, namun penglihatan dan pendengaran Lah Tahera terbilang masih cukup baik. Tak heran banyak santri yang masih datang bertanya serta berguru kepadanya.

 

La Tahera

 

kakek la tahera
Source: kompas.com

 

Di usianya yang sudah menginjak satu abad ini, La Tahera tidak pernah kesepian. Saat hari raya Lebaran atau hari-hari besar keagamaan, rumahnya tak henti dikunjungi oleh warga serta murid-muridnya dari perantauan hanya untuk memberikan salam serta mendoakannya agar sang guru hidupnya diberkahi.

 

Bahkan tanpa bantuan kacamata sekalipun, La Tahera bisa mengeja serta menjelaskan setiap makna dari tulisan yang ia buat semasa masih kuat menulis.

 

Menurutnya, ada empat bekal hidup agar manusia bisa berusia panjang, tidak memiliki musuh dan selamat dalam mengarungi kehidupan. Seperti yang pertama adalah Allempurang yakni kejujuran pada hati nurani. Kedua, Sabbara, atau sabar dalam menghadapi situasi hidup apapun termasuk saat sedang diuji dengan segala kesenangan hidup.

 

Kakek La Tahera

 

la tahera
Source: kompas.com

 

Sementara yang ketiga adalah Sipakaraja na Sipakalebbi atau saling menghormati dan saling menghargai sesama seperti menghargadi diri sendiri. Lalu yang terakhir adalah Ada Tongeng atau tutur kata yang berlandaskan pada kebenaran serta keikhlasan dalam setiap perbuatan.

 

Kini, di masa tuanya La Tahera menghabiskannya di rumah Hali, anak bungsunya dari selapan bersaudara. Meski tak mampu berdiri atau duduk, La Tahera tetap menjalankan shalat lima waktu, shalat Sunnah qabliyah-badiyah serta shalat tahajud larut malam dalam posisi terbaring di tempat tidurnya.

 

Wah, hebat sekali ya! Bagaimana menurutmu?

 

Source: kompas.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori