Terungkap! Islam di Indonesia Hanya Menguasai 12 Persen Sektor Ekonomi!

Angka pemeluk agama Islam di Indonesia memang terbilang tinggi bahkan nomor 1 di dunia, tapi siapa sangka umat muslim hanya menguasai 12 persen sektor eknomi!
0
Terungkap! Islam di Indonesia Hanya Menguasai 12 Persen Sektor Ekonomi!
0 (0%) 0 votes
pengusaha-muslim-ilustrasi-_160516170412-741

Umat Islam memang masih jauh tertinggal dalam hal penguasaan ekonomi di Indonesia. Demikianlah Prof. Rokhmin Dahuri, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong ini mengungkapkan. Ia mengatakan walau pun muslim di Indonesia sebagai mayoritas, namun secara penguasaan ekonomi, umat muslim hanya menguasai 12 persen dari ekonomi, dan ini masih kalah jauh dibandingkan dengan umat agama lain.

 

Rokhmin yang merupakan lulusan Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor, menyampaikan hal ini saat ia menjadi Keynote Speech Forum Ekonomi dalam Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PNBU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Ahad (24/ Juli). Rapat ini menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia yang dinilai masih parah.

 

Fakta hanya 12 persen

 

“Faktanya bahwa umat Islam Indonesia itu jumlahnya 87 persen total penduduk Indonesia. Tapi hanya menguasai 12 persen total ekonomi Indonesia,” ujar Rokhmin yang meraih gelar doktor dari School for Resources and Environmental Studies Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Kanada pada tahun 1991.

 

Menurut Rokhmin hal ini disebabkan oleh mayoritas keluarga muslim menganggap urusan ekonomi dan bisnis bukanlah hal utama. Hal tersebut umumnya terjadi pada keluarga muslim dengan tingkat pendidikan dan penguasaan IPTEK Yang rendah. Dengan rendahnya tingkat dan penguasaan IPTEK tentunya berpengaruh pada rendahnya daya kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship.

 

Belum lagi kebijakaan yang dibuat oleh pemerintah sering tidak berpihak pada bisnis kecil serta kekuatan modal global yang kurang. Kedua hal ini turut memperendah persentase penguasaan ekonomi dari umat Islam di Indonesia.

 

Rokhmin yang lahir di Bogor, Jawa Barat ini lalu mencontohkan beberapa faktor penghambat seperti akses ke sumber dana di perbankan, teknologi, infrastruktur, dan informasi pembangunan serta bisnis usaha. Mau tidak mau, umat Islam pun harus memperkuat iman dan taqwa kepada Allah dalam menghadapi masalah dan mencari solusi dalam memulai bisnis.

 

“Ini juga dibarengi dengan peningkatan tingkat pendidikan, IPTEK, kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship,” ujar Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini.

 

sumber: republika

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori