Inilah Sikap Yang Berpotensi Menjadikanmu Teroris!

Jangan jadikan masa lalumu mengganggu masa depanmu. Jiwa teroris bisa muncul akibat fanatisme berlebihan.
0
Inilah Sikap Yang Berpotensi Menjadikanmu Teroris!
0 (0%) 0 votes
22012016 Ciri Teroris

Seseorang yang terlalu memikirkan sebuah konflik yang tidak terselesaikan rupanya dapat menimbulkan fanatisme berlebihan. Akibat dari pemikiran itu pun bisa berkembang menjadi sikap ekstrim yang malah tidak menghargai keberadaan orang lain serta dapat menjadi bibit yang mengarah pada tindakan terorisme.

 

Reza Indragiri Amriel, seorang dosen yang juga seorang Psikologi Forensik dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian mengatakan bahwa kebanyakan pelaku terror memiliki kesamaan pola pikir yakni fanatisme. Hal itu disampaikan langsung oleh Reza kepada sebuah media.

 

Teroris

 

teroris

 

Source: nasional.tempo.co

 

“Kesamaan mindset teroris adalah mempahlawankan kami (golongan mereka) dan mendehumanisasi kalian (masyarakat di luar golongan mereka)… fanatisme,”

 

Namun, apabila pada sekelompk orang yang memiliki pola pikir fanatic, masih tidak bisa serta merta disimpulkan bahwa orang itu adalah teroris. Karena menurut Reza, hingga saat ini penggunaan terminology terorisme masih belum tau akan kejelasannya,

 

“Akar kesulitannya adalah pada penggunaan sebutan terorisme itu sendiri,”

 

Teroris

 

teroriss

 

Source: www.cnnindonesia.com

 

Profesor Randy Borum dari Departemen of Mental Health Law and Policy, University of South Florida berpendapat, bila perilaku teroris tidak ada kaitannya dengan jiwa yang sakit (mental illness). Menurutnya malah kebanyakan para pelau terror bukanlah seorang psikopat. Hal ini tertulis dalam jurnal yang ditulisnya dengan judul “Psychology of Terorism” yang diunggah melalui situs www.scholarcommons.usf.edu.

 

“Kebanyakan para pelaku teror bukanlah seorang psikopat,”

 

Teroris

 

afif

 

Source: makassar.tribunnews.com

 

Menurut Borum juga ada beberapa penelitian psikologi yang menemukan fakta bahwa pelaku terror cenderung memiliki riwayat masa kecil yang cukup suram. Seperti kekerasan, pelecehan, ketidakadilan dan penghinaan. Namun menurut Borum, masih tetap belum dijadikan tolak ukur untuk menjadi teroris.

 

“Meski begitu riwayat masa kecil ini juga belum bisa menjelaskan seseorang akan menjadi teroris kelak atau tidak,”

 

Tapi Reza Indragiri justru menambahkan kalau perilaku seseorang yang menjadi teroris bisa dipengaruhi oleh kualitas relasi yang dibentuk antara anak dan orang tua dan juga Negara.

 

“J.Post membagi terorist menjadi dua tipe, yaitu karena perpanjangan tangan orang tua, dan pengalihan kebencian terhadap orang tua ke pihak lain, intinya ada konflik yang tidak terselesaikan,” kata Reza.

 

Wah, jadi akan lebih baik bukan apabila setiap permasalahan diselesaikan agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan? Bagaimana menurutmu?

 

Source: gaya.tempo.co

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2016/01/24 14:26

Ke inginan dan kebencian

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori