Inilah Pebisnis Yang Jadi Lumbung Uang Soeharto

0
Inilah Pebisnis Yang Jadi Lumbung Uang Soeharto
0 (0%) 0 votes
soeharto

Soeharto dikenal sebagai satu-satunya Presiden di Indonesia yang memiliki masa jabatan terlama yaitu sekitar 32 Tahun. Ia dikenal dengan sebutan “Bapak Pembangunan” dan merupakan Presiden Kedua Indonesia setelah Soekarno.

 

Soeharto di bawah pemerintahannya sukses mengantarkan Indonesia menjadi negara Swasembada dimana sektor dibidang pertanian amat berkembang dengan pesatnya melalui Program Rapelitanya.

 

Namun, dibalik kesuksesannya itu Soeharto meninggalkan efek yang luar biasa dahsyat kepada bangsa ini akibat dari ulah nya yang hobi memperkaya diri sendiri.

 

Sebagaimana telah diketahui bersama, kedekatan Soeharto dengan Liem Sioe Liong sudah berlangsung lama, jauh sebelum Soeharto naik panggung dan melengserkan Presiden Soekarno.

 

Dalam wawancaranya di buku “Liem Sioe Liong’s Salim Group: The Business Pillar of Suharto’s Indonesia”, Liem Sioe Liong (Sudono Salim) mengakui bahwa dirinya selalu loyal terhadap Soeharto.

 

simbiosis mutualismeSource:https://bookshop.iseas.edu.sg/sites/default/files/cover/details/BM480.jpg

 

Liem mengatakan ia bisa memperoleh monopoli atas ini dan itu dan lain-lain ketika Soeharto berkuasa. Sebagai imbalan, Liem Sioe Liong menyediakan uang untuk digunakan Soeharto.

 

“Uang sangat penting untuk bisa berkuasa, jadi saya kira hubungan itu sama-sama menguntungkan dan saya sebut itu hubungan simbiosis mutualisme”. tutur Liem.

 

Tak hanya Liem Sioe Liong yang punya koneksi dengan Suharto. Banyak lagi pengusaha China yang menjadi kerabat Soeharto tetapi Liem adalah cukong nomor satu dan paling dipercaya pada periode itu untuk menyediakan dana yang dibutuhkan Soeharto.

 

Seorang aktivis 98 mengatakan, hubungan mantan Presiden Soeharto dengan mendiang Liem bertahan lama karena keduanya saling menguntungkan.

 

Ekspansi bisnis Liem tak akan semegah itu tanpa kedekatannya dengan Soeharto. Liem memanfaatkan jaringan politik yang ia punya untuk mengembangkan bisnisnya. dan Soeharto pun berbuat sebaliknya.

 

Dalam wawancara tersebut, Liem menyebutkan bahwa dia memberikan sebagian saham perusahaan-perusahaannya kepada keluarga Soeharto. Di antaranya adalah 30 persen saham Bank Central Asia (BCA) yang dia berikan kepada dua anak tertua Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Sigit Harjojudanto.

 

Selain itu, sepupu Soeharto, Sudwikatmono, juga mendapat manisnya hubungan keduanya, yaitu dengan menjadi penghubung Liem dengan rekanan bisnisnya dari China.

 

Pengusaha Softjan Wanandi menuturkan memang, Liem terbukti menjadi “sapi perah” Soeharto untuk waktu yang lama. Liem juga menjadi lumbung pendanaan kampanye Golkar di setiap masa pemilu.

 

Bagaimana menurutmu? Jangan lupa bagikan dan berikan opinimu di kolom bawah!

Sumber : Kaskus

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori