Ini Solusi Pencegah Kerusakan Kebun Bunga Amaryllis

Daripada main salah-salahan. Lebih baik saling intropeksi diri dan mencari solusi bersama atas kerusakan taman bunga yang indah ini.
0
Ini Solusi Pencegah Kerusakan Kebun Bunga Amaryllis
0 (0%) 0 votes
thumb-bunga

Seluruh rakyat Indonesia rasanya sudah mulai geram atas kelakuan para ‘traveler’ yang merusak taman bunga amaryllis di Gunungkidul. Banyak dari mereka yang kini saling menyalahkan disaat bentuk taman bunga itu sudah tidak indah lagi.

 

Padahal sebetulnya, taman bunga nan cantik ini butuh solusi agar kejadian serupa tidak terulang. Beredarnya foto-foto taman bunga amaryllis yang sudah rusak di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

 

Pasalnya, banyak dari mereka yang merusak bunga yang tumbuh satu tahun sekali ini hanya demi sebuah foto selfie kekinian. Padahal, belum genap seminggu bunga itu booming di media sosial.

 

Sebelum dan sesudah kerusakan taman bunga amaryllis

 

taman bunga amaryllis

 

Source: www.tribunnews.com

 

Seorang travel blogger, Farchan Noor Rachman mengatakan,

 

“Kesalahan seperti ini kan bukan hal baru. Berulang terus. Sekarang bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana solusinya agar taman bunga itu tidak semakin rusak,”

Farchan juga memberikan pendapatnya untuk dijadikan solusi,

 

“Pertama, taman bunganya harus ditutup dulu. Itu sudah rusak berat, mau nggak mau harus direhabilitasi. Ditumbuhkan ulang,” papar dia.

 

Saat masa rehabilitasi nanti, menurut Farchan taman bunga itu harus diberi jalur untuk pejalan kaki. Pada dasarnya amaryllis adalah tanaman gulma, sehingga tumbuh di mana saja.

 

Teman bunga amaryllis ini merupakan taman bunga pribadi yang sebaiknya dikelola dengan baik. Iuran yang amsuk pun juga sangat berpengaruh terhadap perilaku traveler yang berkunjung.

 

“Terakhir kan masuk sana bayar Rp 5.000. Orang-orang merasa, sudah bayar jadi bisa seenak jidat di dalam sana. Jadi tetap perlu ada pengelola taman, agar sustainable,”

 

Terakhir, semua kembali ke dalam diri traveler masing-masing. Kalau memang cinta dengan alam, sebaiknya saling menjaga dan jangan ekploitasi berlebihan.

 

Semoga tidak ada lagi tempat wisata yang rusak ya!

 

Source: travel.detik.com

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori