7 Hiburan Malam di Denpasar Ini Beda Banget!

Hiburan malam di Denpasar di malam hari tidak akan ada habisnya. Namun, tidak hanya klub malamnya, karena Denpasar punya tempat wisata lain yang istimewa.
0
7 Hiburan Malam di Denpasar Ini Beda Banget!
0 (0%) 0 votes
https://www.youtube.com/watch?v=HyDTrcPso-A

Denpasar termasuk salah satu tempat wisata di Bali yang menarik untuk dikunjungi. Di tengah
Denpasar, kamu akan menemukan sebuah aktivitas wisata yang ramai. Tidak hanya di pinggiran pantainya saja, namun juga di tengah kota agar kamu bisa menikmati wisata malam selama berada di Denpasar.

 

Nah, untuk membantu untuk menemukan hiburan dan wisata malam apa saja yang bisa kamu nikmati selama berada di Denpasar, Hello-pet akan berbagi cerita seru tentnang menikmati Ibu kota Bali ini.

 

Yuk, ikuti delapan tempat wisata malam di Denpasar Bali yang wajib kamu kunjungi sekarang juga!

 

 

 

Wisata Malam di Pasar Kreneng Denpasar

 

pasar-kereneng

via: http://www.tripadvisor.co.id Denpasar_Bali.html

Tidak hanya pinggiran pantai yang hidup di malam saat kamu berkunjung ke Denpasar. Namun sebuah pasar juga siap menyapa para wisatawan berkunjung. Namanya adalah Pasar Kreneng. Pasar ini cukup unik dan tidak pernah beraktifitas, misalnya saja pada pagi hari hingga menjelang siang merupakan pasar tradisional yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Namun, ketika malam datang, Pasar Kreneng kemudian berubah menjadi sebuah pasar malam dengan menjual aneka makanan dan pakaian.

 

Pasar Kereneng didirikan pada 1983, saat dipimpin oleh Gubernur Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Terdiri dari tiga lantai dan hingga saat ini memiliki kurang lebih 1500 pedagang. Ketika ingin masuk ke dalam pasar ini kamu akan menemukan dua patung besar yang mengapit tangga masuk yaitu sebuah simbol penjaga pasar agar pasar dan seluruh pedagang yang ada di dalamnya sukses berdagang dan selamat.

 

Jadi, jangan kaget jika kamu melihat para pedagang menghanturkan sesajen kecil atau canangsari di hadapan kedua patung tersebut sebelum memulai aktifitas mereka.

 

Mengunjungi Pasar Kereneng di malam artinya kamu akan disuguhi aneka kuliner, mulai dari kuliner asli Bali dan juga kuliner dari luar Bali. Cara paling mudah untuk membedakan pedagang makanan khas Bali dan non-Bali adalah dengan melihat apakah ada tempat sesaji kecil atau dalam bahasa lokal disebut plangkiran di sebelah kiri atau kanan tempat pedagang berjualan.

 

Terdapat aneka kuliner yang bisa kamu nikmati variasi seperti babi guling, nasi campur, chinese food ala Bali hingga masakan non-babi seperti sate kambing, hingga bakso. Jangan khawatir, harganya pun murah tidak terlalu memberatkan isi dompet kok!

 

Ingin mencoba hiburan malam yang berbeda di Denpasar? Kamu bisa langsung berkunjung ke Jl. Kamboja, Badung, Denpasar, atau hanya sekitar 20 menit dari pusat kota Denpasar.

 

Baca juga: 10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Indonesia

 

 

 

 

Wisata Malam Memancing di Serangan Denpasar

 

Ada banyak pantai yang indah untuk dinikmati saat malam hari selama kamu berada di Denpasar. Namun, kali ini Hello-pet akan mengajak kamu menikmati hiburan malam yang sedikit berbeda. Kali ini kami akan mengajak kamu untuk memancing, tepatnya di Pulau Serangan yang berada di Selatan Denpasar.

 

Tentu saja, seperti halnya nelayan, memancing saat malam hari merupakan sebuah aktivitas yang paling menguntungkan, karena kebanyakan ikan memulai kehidupannya di tengah laut justru saat malam hari.

 

Agar bisa menikmati suasana malam dengan memancing di Pulau Serangan, kamu disarankan untuk menyewa jukung yaitu kapal nelayan yang memiliki atap, dengan kapasitas tiga hingga empat penumpang saja.

 

Di Pulau Serangan kamu hanya perlu membayar Rp40.000,- untuk mencapai lokasi memancing yang strategis. Ombak di laut serangan ini cukup tenang karena sebenarnya laut ini merupakan sebuah teluk yang menyerupai danau.

 

Nikmati saja dan tunggu sampai kail Anda disambar ikan. Sambil menunggu, Anda bisa menikmati angin sepoi-sepoi dan melihat panorama daratan hijau yang menyejukkan mata.

 

Jadi, sambil menikmati laut di malam hari kamu juga bisa memancing. Seru kan?

 

 

Baca juga: 9 Tempat Wisata Religi Dengan Kearifan Lokal

 

 

 

 

Hiburan Malam di Nol Kilometer Denpasar

 

Setiap kota pastinya punya sebuah simbol penanda yang sering kita dengan dengan sebutan “Nol
Kilometer. Begitu juga dengan Denpasar Bali. Cerita bermula pada 20 September 1906, saat ribuan rakyat Kerajaan Badung berjuan melawan pasukan Belanda hingga titik darah penghabisan. Perang besar ini dikenal dengan Puputan, yang bermakna akhir dari sesuatu atau selesai.

 

Tempat ini pun kini diabadikan sebagai sebuah monumen sejarah perjuangan Bali dan kini diabadikan sebagai titik nol kilometer Denpasar. Kini, titik nol kilometer pun dibuat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dengan konsep taman.

 

Di tempat ini kamu tidak hanya menyaksikan sisa sejarah perjuangan Bali, namun menikmati berbagai kegiatan. Nol Kilometer biasanya akan sangat ramai di sore hari, dimana warga bisa menikmati hiburan santai seperti berlari santai bersepeda, bahkan menjadi taman bermain untuk anak-anak.

 

 

Tentu saja saat malam hari, titik nol kilometer juga bisa dinikmati. Kali ini sebuah patung Catur
Muka yang berdiri tegak bisa menjadi objek wisata saat malam hari di Denpasar.

 

Pada bagian depan patung ini dibuat sebuah air mancur yang terdiri dari air mancur biasa, sedang, dan air mancur yang dapat menyentuh tubuh patung seirama jarum jam, sehingga kamu akan melihat air mancur yang mengelilingi patung Catur Muka terlihat berputar.

 

Ditambah dengan warna-warni lampu-lampu yang mengelilingi Patung Catur Muka, menjadikan Nol Kilometer sebagai tempat untuk memotret di malam hari. Tidak jarang akhir pekan, Nol Kilometer dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menikmati sajian malam di tempat ini.

 

Penasaran seperti apa? Kamu bisa langsung berkunjung Perempatan Agung Kota Denpasar ya!

 

 

 

Wisata Malam Hari Monumen Bajra Sandhi Denpasar

 

Selain pura dan klub malam Denpasar punya banyak tempat untuk wisata malam yang masih tersembunyi. Salah satunya adalah monumen Bajra Sandhi Renon.

 

Museum Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) dimulai dari ide Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali. Ia mencetuskan ide awalnya tentang museum dan monumen untuk perjuangan rakyat Bali. Pada tahun 1988 dilakukan peletakan batu pertama hingga akhirnya diresmikan pada bulan Juni 2003 diresmikan oleh Presiden RI pada saat itu, yakni Ibu Megawati Soekarnoputri.

 

Bentuk museum ini sendiri diambil berdasarkan cerita Hindu pada saat Pemutaran Gunung Mandara Giri oleh Para Dewa dan Raksasa guna mendapatkan Tirta Amertha atau Air Suci Kehidupan.

 

Nah! Bagi kamu yang sedang berkunjung ke Bali, jangan lupa untuk menikmati bagian-bagian penting yang ada di museum, diantaranya adalah Guci Amertha yang berbentuk Kumba (periuk) tepat bagian atas museum.

 

Sebuah lambang Naga yang melilit museum melambangkan Naga Basuki yang digunakan sebagai tali dalm pemutaran Mandara Giri. Sementara itu, kura-kura yang terdapat di bagian bawah museum merupakan lambang Bedawang Akupa yang digunakan sebagai alas pemutaran Mandara Giri.

 

Terdapat juga sebuah kolam yang merupakan simbol dari Lautan Susu yang mengelilingi Mandara Giri tempat beradanya Air Suci Kehidupan atau Tirtha Amertha.

 

Ada juga sebuah diorama menarik yang menceritakan kisah rakyat Bali. Diorama-diorama tersebut
disusun melingkar mengikuti kontur ruangan. Setiap diorama berisi patung-patung yang disajikan
dalam tiga bahasa, yaitu Aksara Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

Pada bagian awal diorama ditampilkan kegiatan manusia purba yang hidup dari berburu. Bagian
selanjutnya menggambarkan perkembangan masyarakat Bali pada masa kerajaan, masa penjajahan, masa revolusi fisik, hingga pasca kemerdekaan.

 

Monumen ini tidak hanya menceritakan perjuangan masyarakat Bali saja, namun juga melambangkan Bali sebagai bagian dari Indonesia secara utuh. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter, yang merupakan simbol dari kemerdekaan Republik Indonesia.
Ingin melihat bagaimana cerita awal masyarakat Bali sesuai dengan peradabannya? Langsung saja ke Jalan Basuki Rachmat, Depansar, karena museum ini berdiri persis di depan kantor Gubernur Bali.

 

 

Baca juga: Wuih! Cantiknya Pantai-Pantai Indonesia Ini

 

 

 

 

Hiburan Malam di Art Centre Denpasar

 

Banyak cara untuk menikmati objek wisata malam di Denpasar. Selain menikmati keindahan alam dan kamu bisa melihat berbagai keanekaragaman di Art Center Bali atau sering disebut dengan nama Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar.

 

Pendirian Art Center Denpasar Bali ini diusulkan oleh Gubernur Bali ke-6, Bapak Ida Bagus Mantra yang ingin mengembangkan kesenian dan kemajuan pariwisata di pulau Bali.

 

Selain itu, Art center Bali bertujuan sebagai tempat pementasan seni dan juga tempat untuk
mengembangkan bakat – bakat seni yang dimiliki masyarakat Bali. Berbagai kegiatan dikemas dengan menarik setiap harinya. Ingin mengenal tarian tradisional Bali? Kamu bisa menonton langsung di tempat ini tanpa dipungut biaya satu sen pun!

 

 

Hal yang paling ditunggu tentunya adalah Bali Art Festival atau Pesta Kesenian Bali yang biasanya
dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Juli.

 

Tidak hanya dari Denpasar, namun pesta kesenian Bali diikuti oleh seluruh kabupaten di Bali dengan mempertontonkan parade seni yang menjadi ciri khas masing – masing dari setiap Kabupaten.

 

Nah! Bagi kamu yang sedang berada di Bali, jangan lupa untuk berkunjung ke tempat ini. Lokasinya di Taman Werdhi Budaya Art Centre di Bali, tepat di tengah – tengah kota Denpasar, yang beralamat di Jalan Nusa Indah Denpasar Bali.

 

 

 

 

Objek Wisata Malam Denpasar Pasar Seni Kumbasari

 

Selain pasar Kreneng, Denpasar juga punya satu tempat lain yang dapat dijadikan sebagai hiburan malam di Denpasar, namanya adalah Pasar Seni Kumbasari. Hingga saat ini tidak ada bukti sejarah, sejak kapan Pasar ini menjadi tempat aktifitas perdagangan. Namun, secara legal pihak pemerintah provinsi Bali mengungkapan bahwa Pasar Seni Kumbasari diresmikan pada 1 Agustus 1994.

 

Meskipun secara resmi pedagang yang menjual barang seni mulai berjualan dari pukul 09.00 -17.00 WITA, tidak jarang pula kamu bisa berbelanja hingga malam hari di Pasar ini.

 

Pasar yang terdiri dari empat lantai ini menjual beragam pernak-pernik, kerajinan, dan karya seni khas Bali. Selain itu, terdapat juga baju-baju, aksesoris, lukisan, patung, dan ornamen-ornamen tradisional lainnya disuguhkan kepada para wisatawan yang ingin berbelanja. Meskipun sempat mengalami kebakaran pada tahun 2000, namun Pasar Seni Kumbasari kembali berdiri tegak untuk memanjakan para pencari oleh-oleh.

 

Satu hal yang menarik, harga berbagai kerajinan yang dijajakan oleh para pedagang bisa ditawar lhoh. Hello-pet menyarankan kamu untuk berbelanja di saat sore hari, ketika para pedagang seni mulai baru saja membuka kios mereka. Ini bisa dijadikan sebagai penglaris bagi para pedagang yang sedang berjualan.

 

Tidak jauh dari Pasar Seni Kumbasari terdapat juga beragam pilihan hotel yang bisa dijadikan sebagai tempat menginap. Jadi, tidak perlu lagi repot mencari toko oleh-oleh yang lengkap jika berkunjung ke Bali.

 

Langsung saja ke Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali yang hanya berjarak 13 Km dari Bandara Udara Ngurah Rai.

 

 

Baca juga: Sedih, Cewek Ini Rela Nungguin Kekasih di Bali

 

 

Sudah siap menjelajahi Denpasar di malam hari?

Hello Comment 1Sort by


user Anonim
2018/05/11 09:22

S Spa Bali - Spa & Massage Executive in Bali Relaxation with a cozy atmosphere plus a beautiful and cool therapist, the service is okay and there is a karaoke room available. highly recommended in town !!! Jl. Nakula 168 B Denpasar City, Bali

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori