Guru Ini Tetap Mengajar Meski Digerogoti Kanker

Tak banyak yang tahu bahwa guru yang satu ini ternyata mengidap kanker yang terus menggerogoti hidupnya. Siapakah gerangan guru ini?
0
Guru Ini Tetap Mengajar Meski Digerogoti Kanker
0 (0%) 0 votes
Warniati guru teladan yang tetap mengabdi meskipun kanker menggoroti tubuhnya,(27/7)

Semangat dan pengorbanan yang dilakukan guru yang satu ini patut ditiru. Bagaiman tidak, walau sudah mengetahui di dalam tubuhnya tumbuh sel-sel kanker yang mematikan, guru yang satu ini tetap mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendidik anak-anak.

 

Hati Wariniati, demikain nama guru yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tarakan, Kalimantan Utara. Kini memasuki usianya yang ke 56 tahun, Hati tetap bersemengat menjalankan profesinya tersebut walau tubuhnya tengah digerogoti kanker yang telah mencapai stadium tiga.

 

Kondisi fisik guru berhati mulia ini sebenarnya sudah sampai tahap yang membuat para pendengarnya langsung mengelus dada. Sebelumnya, ibu empat anak ini telah kehilangan sebelah payudaranya. Khawatir akan kondisinya, ia juga harus bolak-balik antara Tarakan-Surabaya untuk mendapatkan perawatan terhadap kankernya ini.

 

“Saya baru saja dari Surabaya hari Minggu lalu. Minggu depan lagi saya harus kembali lagi ke sana,” ujarnya pada Rabu (27/7) kemarin.

 

Hati Wariniati sudah membaktikan kehidupannya sebagai guru sejak tahun 1982. Berawal dari kota Parepare, Hati pun telah mengajar di berbagai sekolah. Pada tahun 1983, ia pun lalu diangkat menjadi pegawai negeri.

 

“Saya itu pernah disetrap (hukum berdiri) di IKIP Ujung Pandang (sekarang Universitas Makassar) karena waktu itu ada demo kedatangan menteri pendidikan. Saya cuman lihat aja tapi yel-yelnya saya yang buatkan, makanya SK saya ditahan satu tahun,” ucapnya.

 

Beberapa perubahan fisik akibat perawatan kanker ini pun mulai menampakkan wujud pada tubuh Hati Wariniati. Dulu kukunya berwarna putih bersih, kini kuku tersebut terlihat kehitaman. Alis dan matanya yang menampakkan semangat kehidupan pun kini nyaris tak terlihat karena berguguran akibat kemoterapi yang ia jalani setiap tiga minggu sekali.

 

Walau kini ia tidak dapat bertahan untuk duduk dengan sempurna, Hati Warniati dengan lancar tetap menjawab setiap pertanyaan yang ditujukan siswanya kepadanya. Ia pun terlihat kerap menampilkan senyumannya yang manis agar orang di sekitar tidak tahu bahwa ia sedang merasa kesakitan.

 

Hati Warniati benar-benar harus berjuang melawan kanker yang sudah dideritanya sepuluh tahun terakhir.

 

“Waktu pensiun saya masih lama, tapi keadaan penyakit saya yang membuat saya harus mempercepat pensiun. Kalau saya sudah sembuh nanti, saya tidak akan pernah berhenti untuk mengajar, saya akan tetap kembali ke dunia pendidikan, karena Bahasa Indonesia itu mengikuti perkembangan waktu,” tuturnya sambil menadahkan tangan

 

 

sumber: jpnn

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori