Ini Game Buatan Anak SMA Indonesia Yang Menjuarai Lomba Microsoft

Membuat game bukanlah perkara mudah. Namun keempat siswa SMA asal Yogyakarta ini berhasil membuktikan bahwa mereka mampu dan bahkan menjuarai lomba Microsoft!
0
Ini Game Buatan Anak SMA Indonesia Yang Menjuarai Lomba Microsoft
0 (0%) 0 votes
14002666282016134652780x390

Miris dan prihatin atas usia bumi yang semakin tua serta kerusakan alam yang terjadi di mana-mana, empat siswa SMA Negeri 10 Yogyakarta pun menciptakan sebuah game yang bernama Sewidak.

 

Siapa sangka game yang dibuat ini lalu berhasil menjadi juara dalam program Microsoft Youth Spark tahun 2016 diadakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

Salah seorang anggota penciptanya, Hani Bayu Ismail mengatakan bahwa pada awalnya, sekolah mereka mengumumkan kepada para siswanya tentang program Microsfot Youth Spark yang diadakan atas kerja sama antara Microsoft Indonesia dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa Foundation.

 

“Saat itu kami mengajukan diri untuk ikut. Dari sekolah ini ada dua tim yang mendaftar,” ujar Hanif.

 

Awal Juni, tim yang terdiri dari Hanif, Dino Satria Siambodo, Muhammad Ihsan, dan Lintang Pertiwi pun mulai mencari ide serta menentukan tema game yang akan mereka buat. Mereka pun sepakat untuk membuat sebuah game edukasi dengan tujuan untuk mengajak pemainnya melestarikan alam dan lingkungan. Genre gamenya sendiri adalah action shooting.

 

“Saat ini kan usia bumi sudah tua, lalu banyak alam yang rusak. Kami terinspirasi untuk membuat game-nya,” kata Hanif.

 

Lalu mereka pun memilih untuk menamai game tersebut dengan berlandas pada filosofi Jawa yakni Sewidak, yang artinya 60. Selain itu, ternyata nama ini merupakan akronim dari Sejatining Wis Tindak (Sebenarnya Sudah Pergi).

 

“Manusia di umur 60 itu sudah waktunya atau menjelang meninggalkan Bumi. Agar generasi selanjutnya tetap bisa hidup di Bumi, maka setiap manusia harus peduli dan menjaga alam,” tuturnya.

 

Usai menemukan tema dan nama dari game ini, keempat siswa ini lalu membuat program permainan dalam waktu satu minggu. Dengan metode trial and error, akhirnya mereka mampu menyelesaikan pembuatan game ini.

 

“Sebenarnya tiga hari bisa jadi. Tapi ada trial error-nya, jadi seminggu baru selesai,” ucapnya.

 

Game Sewidak ini bercerita mengenai kondisi di mana manusia sudah tiak mau lagi peduli terhadap alam dan lingkungan. Sehingga manusia pun terpaksa harus meninggalkan bumi karena sudah tidak layak dihuni akibat pekatnya pencemaran udara. Untuk itu, dimulailah sebuah misi untuk mencari planet lain sebagai tempat tinggal yang baru.

 

Di saat yang sama, terdapat sebuah perusahaan robot yang dinamain Lurik. Robot-robot hasil ciptaan perusahaan ini memiliki kecerdasan dan logika layaknya manusia. Robot-robot inilah yang menjadi karakter utama dalam game ini. Tiga karakter robot di game Sewidak ini pun dinamai Myrna, Budi, dan Joko.

 

“Robot yang pro ini ingin membantu manusia untuk mendapatkan tempat baru. Mereka meyakini bahwa manusia bisa berubah menjadi peduli dengan alam,” kata Hanif.

 

Dalam menjalankan misi membantu manusia mencari planet tujuan, tentu tidaklah mudah. Ada sekelompok robot jahat yang berniat menghalangi misi utama tersebut. Sehingga di tiap level permainan akan menggambarkan bagaimana usaha robot-robot tersebut membantu manusia mencari planet baru.

 

Jika berhasil mencapai level 5, robot baik ini pun akan menemukan sebuah planet yang bernama Kepler 165 F. Planet ini dapat ditinggali oleh manusia, sayangnya ada robot jahat yang menjaga planet tersebut.

 

“Kepler 168 F ini benar-benar ada dan kita masukkan ke dalam game. Di level 5 pemain harus berusaha merebut planet dari para robot penjaga,” ujar Hanif.

 

Melalui game Sewidak ini, Hanif dan teman-temannya ingin mengajak manusia agar lebih peduli dan peka akan keadaan lingkungan dan alam sekitar tempat tinggal. Bumi yang memang usianya tidak lah lagi muda ini, harus tetap lestari sehingga bisa dihuni oleh manusia.

 

“Kita ingin mengampanyekan untuk mari bersama-sama peduli melestarikan alam dan lingkungan. Kalau tidak, ya mungkin kejadiannya akan seperti di game ini,” kata dia.

 

Dengan game Sewidak ini, Hanif dan teman-temannya pun harus bersaing dengan ratusan peserta. Kemudian ratusan peserta ini pun disaring menjadi 10 besar, dan keluarlah game Sewidak sebagai pemenang Microsoft Youth Spark 2016.

 

“Ke depan kita berencana untuk membuat game edukasi lagi,” pungkasnya.

 

sumber: kompas

 

Hello Comment 0Sort by


Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori