Dirut RSIA Dipecat Karena Menelantarkan Ibu Melahirkan

Suryani dan bayinya tewas di RSUDZA. Sebelum dirujuk ke RSUDZA, Suryani lebih dulu dirawat di RSIA Banda Aceh selama 8 jam lebih dari pagi hingga siang.
0
Dirut RSIA Dipecat Karena Menelantarkan Ibu Melahirkan
0 (0%) 0 votes
RSIA Banda Aceh

Setelah Direktur RSIA, Erni Rahmayani dituntut mundur karena menelantarkan seorang ibu yang bersalin hingga ibu dan bayinya meninggal. Kini, Gubernur Aceh memutuskan untuk mencopot Erni Rahmayani dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh. Pencopotan ini disebutkan sebagai bagian dari evaluasi kinerja RSIA.

 

Dermawan, Sekretaris Daerah Aceh mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh sudah memutuskan untuk mengganti Direktur RSIA Erni Rahmayani dan melantik Amri Kiflan untuk menjadi direktur yang baru.

 

Warga Mendesak Pencopotan Direktur RSIA

 

demo
Source: www.toen.xyz

 

“Pastinya ini bagian dari evaluasi kinerja di RSIA, dan apalagi memang kita dengar ada beberapa kinerja yang buruk yang terjadi di RSIA dalam beberapa hari terakhir ini, dan ini tentunya harus dievaluasi,” jelas Dermawan, sebagai Sekda usai melakukan pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Aceh.

Source: regional.kompas.com

 

Setelah sebelumnya Zaini Abdullah yakni Gubernur Aceh telah melakukan inspeksi mendadak ke RSIA Banda Aceh, ia menuturkan akan mengambil tindakan  tegas terhadap Direktur RSIA jika memang ditemukan adanya unsur kesalahan yang dilakukan pihak manajemen rumah sakit.

 

Direktur RSIA, Erni Rahmayani

 

erni
Source: aceh.tribunnews.com

 

Sementara itu, Direktur RSIA yang baru dilantik Amri Kiflan, mengaku belum mengetahui persis detil persoalan yang terjadi di RSIA Banda Aceh.

 

“Saya baru tahu sore ini akan pergantian posisi tersebut, tapi saya mencoba menjaring banyak info dan kemudian akan bekerjasama dengan semua pihak di RSIA untuk memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Amri.

Source: regional.kompas.com

 

Seperti yang sudah banyak diberitakan, Suryani Abdul Wahab, warga Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar telah meninggal dunia bersama bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA). Semula, pasien ini adalah rujukan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh.

 

Warga Mendesak Pencopotan Direktur RSIA

 

demo
Source: kompas.com

 

Menurut pengakuan sang suami, Muslem Puteh (47) sebelum dirujuk ke RSUDZA, istrinya lebih dulu dirawat di RSIA Banda Aceh selama 8 jam lebih. Mereka di RSIA Banda Aceh pada Senin, 28 Maret 2016 pukul 06.00 WIB pagi. Namun, sampai pukul 13.00 WIB siang, tak ada satu dokter pun yang menangani istrinya.

 

Kejadian itu masih juga berlangsung hingga malam hari, setelah berkali-kali menanyakan keberadaan dokter. Akhirnya, pihak RSIA memberi surat rujukan untuk selanjutnya ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin. Sayang, nyawa Suryani ternyata tak tertolong. Usai operasi, bayi mereka ternyata sudah meninggal dan Suryani pun menyusul beberapa jam kemudian. Kinerja buruk RSIA ini mendapat kecaman dari banyak pihak.

 

Banyak yang berharap semoga ini menjadi terakhir kalinya ada ibu bersalin yang diterlantarkan. Bagaimana menurutmu?

 

Source: kompas.com

Hello Comment 3Sort by


user Anonim
2016/04/07 14:55

emng RS pemerintah ato swasta.. setiap pelayanannya ada yg tidak maksimal tapi setidaknya di periksa dokter.. ini sama sekali gak di datangi dokter.. sungguh terlalu...pdhl dktrnya seorang ibu. dimanalah hati nuraninya itu...

user Anonim
2016/04/06 23:49

Jangankan RS pemerintah, RS swasta aja banyak yang dzalim sama masyarakat kurang mampu..

user Anonim
2016/04/06 18:11

Bukan hal baru kok d RS milik pemerintah...

Ayo kemukakan pendapatmu

Topik yang berkaitan dengan artikel ini

Daftar Kategori